
...***...
Tiba di dalam ruang kerjanya, perhatian Derek malah tersita oleh suara dari mesin penangkap sinyal buatannya. Dia sempat mengecek apa yang terjadi sebelum akhirnya kembali untuk mengobati luka Andrich.
"Katakan padaku, apakah kau sempat mengalami rasa sakit pada kepalamu?" tanya Derek begitu selesai mengobati lukanya.
"Bagaimana anda bisa tahu?"
"Sudah aku duga..."
"Ada apa, prof?"
"Apa yang kau alami ada hubungannya dengan sikap aneh Melinda. Rasa sakit yang kau alami itu di sebabkan oleh sinyal yang dikirimkan untuk chipset di otakmu. Tapi karena chipset di otakmu telah aku keluarkan, maka sinyalnya hanya berdampak membuat kepalamu sakit. Sementara yang terjadi pada Melinda adalah isi dari sinyal perintah itu sendiri."
"Maksud anda, Melinda bersikap begitu karena kendali dari tuan?"
"Ya. Apakah ada sesuatu yang Melinda katakan ketika dia melukaimu seperti tadi?"
"Dia sempat berkata 'bunuh mereka'."
"Bunuh mereka...?" Derek terdiam dengan kepala yang mulai dihampiri berbagai pertanyaan. Kalimat Melinda bisa saja meninggalkan sebuah petunjuk. Apa yang dimaksud dengan 'bunuh mereka'? Apakah jangan-jangan sedang terjadi sesuatu yang membuat profesor Martin dan Cato berniat menggunakan para evolver untuk membunuh?
"Aku tidak bisa membiarkan ini. Obat biusnya tidak akan bisa bertahan lama. Kalau kita terus membiarkan dia berada dalam kondisi seperti ini, maka bisa saja dia melukai kita."
"Apa yang harus kita lakukan, prof?"
"Tidak ada pilihan lain. Kita harus langsung melakukan operasi untuk melepaskan chipset di otaknya. Walaupun ini agak beresiko untuk kandungannya... Tapi ini lebih baik daripada membuat Melinda terus berada dalam kendali yang membuatnya nekat melakukan kejahatan lain yang lebih berbahaya."
"Ka-kandungan?" Andrich terdiam dengan raut wajah bingung. Dia tidak paham dengan ucapan Derek barusan.
"Ya. Sebenarnya... Melinda hamil. Dia mengandung anakmu."
"Apa?"
Pulau, saat ini.
2020
"Bunuh mereka!" teriak Lusia yang dalam sekejap membuat para penjaga itu bergerak menyerang Rei dan yang lainnya. Pertarungan kembali terjadi antara Rei dan para penjaga.
Elvina dan yang lainnya sangat kewalahan karena mereka harus menghadapi lebih banyak penjaga dengan kondisi mereka yang berjumlah tidak sebanding, dan tenaga mereka sudah banyak terkuras akibat pertarungan sebelumnya.
"Arghh!" Fero berteriak saat para dia tak bisa menghadang lebih banyak penjaga. Para penjaga itu bahkan bergerak mengerubungi dan mulai memegangi tubuhnya sampai dia sama sekali tidak bisa bergerak.
Fero berusaha untuk melawan. Tapi usahanya sia-sia karena jumlah mereka terlalu banyak.
"Fero!" Daisy berlari untuk mencoba menolongnya. Sialnya para penjaga lebih dulu menangkap dan memeganginya.
"Arghh!!" Fokus Dorothy beralih pada suara teriakan demi teriakan yang di dengarnya. Begitu menoleh, dia melihat semua penduduknya yang sudah berada dalam keadaan terkepung dengan tubuh dipegangi oleh para penjaga.
"LEPASKAN MEREKA!" Dorothy berteriak penuh emosi. Dia menghajar penjaga di sampingnya. Menendang penjaga dari arah lain dan berusaha untuk berlari membantu mereka satu persatu. Tapi baru saja dia melangkah, penjaga lain datang dan langsung menyeret kakinya hingga Dorothy terjatuh di pasir.
Dorothy berusaha melawan penjaga itu. Menendang dengan kakinya. "Arghh! Lepaskan aku!"
"Dorothy!" Luna yang menyadari Dorothy dalam masalah bergegas lari untuk membantunya. Wanita itu menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan penjaga tersebut dan segera membantu Dorothy untuk bangkit.
"Kita harus membantu yang lain!"
"Baik.."
...***...