Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 545 - Kami mendapatkan masalah



...***...


"Kalau kita tetap di sini, maka dia akan lebih mudah untuk menangkap kita. Terlebih dengan keadaan William yang seperti ini, akan sulit untuk kita melawannya," ucap Lucy.


Rei terdiam sejenak, berusaha mencari ide agar mereka bisa pergi ke tempat yang aman yang tidak ada seorangpun mengetahui keberadaan mereka. Terutama Wyman dan polisi.


Nils, kata Louis yang dalam sekejap membuat Rei tersenyum mendengarnya.


Ide bagus! sahut Rei.


"Teman-teman. Aku tahu kemana kita harus kemana!"



...*...


Wyman berlari keluar dari dalam bandara. Ia segera mencari Rei dan yang lainnya begitu tiba di luar.


Sialnya begitu di luar, ia sama sekali tak dapat menemukan keberadaan Rei dan yang lainnya.


"Sial, mereka benar-benar berhasil melarikan diri dariku!" pekik Wyman penuh emosi. Ia kesal bukan main karena lagi-lagi harus gagal menangkap Rei dan yang lainnya.


"Kalau seperti ini, akan semakin sulit untukku menemukan mereka. Sekarang aku harus mencari Lucy kemana?"


Wyman terdiam sejenak.


Tak lama, ia menghubungi rekannya di markas untuk membantu. Meminta bantuan dari London supaya mereka bisa mencari jalan keluar untuknya juga.


...*...


Rei, Lucy, Elvina, Aland, dan William yang tidak sadarkan diri. Berdiri di depan sebuah bangunan rumah yang cukup besar. Rumah itu adalah rumah milik pria yang dikenal Rei cukup baik.


"Rei, ini rumah siapa?" tanya Elvina sambil menoleh ke arah pria yang jadi sepupunya itu.


"Ini adalah rumah kenalanku." Rei menghampiri pintu dan menekan bel yang ada di sana.


Ting-tong!


Bel berbunyi. Mereka menunggu untuk sesaat, memastikan ada respon atau tidak dari dalam sana.


"Sepertinya pemilik rumah ini sedang pergi," kata Lucy.


"Akan kucoba sekali lagi." Rei baru saja akan menekan tombol di depan pintu itu. Tapi langkahnya terhenti begitu mendengar suara kendaraan yang bergerak memasuki pekarangan rumah tersebut.


Spontan atensi mereka tertuju pada arah datangnya suara. Di sana, mereka mendapati sebuah mobil masuk dan berhenti tepat di pekarangan rumah.


Rei terdiam sejenak. Matanya menelisik, menerawang ke antara kaca depan mobil dan melihat sosoknya dengan jelas.


"Itu dia yang kita cari," gumam Rei sambil tersenyum. Ia segera menghampiri mobil tersebut.


Pria yang mengemudikan mobil itu melangkah keluar.


"Nils!" panggilnya.


Nils menatap Rei dengan raut wajah bingung bercampur kaget mendapati lelaki itu mendadak muncul di depan rumahnya.


"Rei?" Sepersekian detik berikutnya, Nils merekahkan senyum begitu menyadari siapa yang datang mengunjungi rumahnya.


Nils menghampiri Rei dan memeluknya.


"Lama tak jumpa, bagaimana kabarmu?" tanyanya sambil melerai pelukannya.


"Ya, sudah sangat lama sejak terakhir kali. Kabarku baik, bagaimana denganmu?"


"Seperti yang kau lihat, aku tidak apa-apa. Omong-omong apa yang membawamu hingga kemari?"


"Oh, aku sedang memiliki urusan di Tarakan dan aku mengalami beberapa masalah. Maka dari itu, aku kemari untuk meminta bantuan."


"Begitu rupanya. Bantuan seperti apa yang kau butuhkan? Dan siapa saja ini?"


"Ah, aku lupa memperkenalkan. Ini adalah sepupu dan temanku." Rei memperkenalkan mereka.


Elvina, Lucy dan yang lain saling berjabat tangan dengan Nils sembari memperkenalkan diri masing-masing.


"Kami memiliki urusan yang sama, tapi ya, itu tadi… kami mendapatkan masalah," kata Rei.


...***...