Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 308 - Mari bekerjasama lagi!



...***...


"Derek memiliki kemampuan pengendalian diri yang benar-benar kuat. Dia… membuatku ingat akan seseorang," gumam profesor.


Profesor terdiam dalam lamunannya, mendadak otaknya teringat akan kejadian tadi siang saat dimana ia bertemu dengan Elvina bersama Rei dan William yang mendadak lenyap saat mereka hendak menangkapnya.


Brakk!


Profesor menggebrak meja dengan sangat keras. Kedua tangannya terkepal erat. Atensinya beralih pada bingkai foto di atas mejanya.


"Ternyata dia masih hidup? Tidak aku sangka. Aku kira dia sudah mati setelah membuat kekacauan setahun yang lalu." Profesor menyeringai mengingat sosok yang tak pernah ia bayangkan masih akan tetap bertahan sampai saat ini.


Profesor meraih bingkai foto itu dan menatap gambar di dalamnya. Ia menatap sosok itu lekat.


"Dia… memang projects istimewaku. Tidak salah aku memilih tubuhnya sebagai evolver istimewa. Apapun yang terjadi, aku harus menangkapnya! Aku harus mendapatkan dia lagi! Harus!" Tangan profesor beralih mengotak-atik telecosysnya. Menghubungi salah satu evolver penjaga untuk datang ke ruangannya.


"Tunggulah, sebentar lagi kau akan kembali. Dan saat itu tiba, saat kau kembali pada cengkramanku… aku tidak akan pernah melepaskanmu… R31."



...*...


Sebuah kapal tiba di pelabuhan utama. Begitu benda itu berhasil berhenti dengan baik, satu persatu orang di dalamnya melangkah keluar dari dalam sana.


Melinda, baru saja kembali. Ia melangkah keluar bersama seorang lelaki tinggi yang cukup tampan yang merupakan salah satu temannya.


"Aku sungguh berterima kasih karena kau sudah mau membantuku menangkap mereka semua." Taylor berujar sembari tersenyum pada wanita cantik yang telah menolongnya menangkap beberapa targetnya yang cukup sulit untuk di tangkapnya.


"Bukan masalah. Terima kasih juga karena sudah mengajakku bergabung, aku benar-benar perlu sedikit jeda sebelum kembali menyusun rencana dan menjalankan misiku lagi." Melinda tersenyum.


"Lain kali, mari kita bekerjasama lagi." Taylor menyodorkan tangannya.


Fokus keduanya tersita saat telecosys dalam pergelangan tangan Melinda mendadak berbunyi.


"Ini panggilan dari profesor," ujarnya sembari menatap layar hologram yang muncul lalu menerima panggilan dari profesor.


"Aku harus pergi sekarang," pamit Melinda padanya.


"Ya. Sampai jumpa lagi."


Melinda beranjak meninggalkan Taylor, ia berlalu menuju tempat dimana ruang profesor berada untuk memenuhi panggilannya.


...*...


Pricilla termangu di tempat duduknya. Otaknya kini di penuhi oleh sosok Derek dan berbagai keanehan yang dimilikinya. Wanita yang sedang menunggu jam operasi pasiennya itu, kini duduk di mejanya sambil menatap meja dengan tatapan kosong.


Lelaki kemarin itu menggunakan tangannya untuk menggerakkan benda tanpa menyentuhnya. Semua itu bukan mimpi, kan? Itu artinya dia adalah manusia super? Lalu kalau dia memang seorang manusia super, bukankah itu artinya orang yang waktu itu aku tabrak adalah seorang manusia super juga? Itu artinya manusia super itu, benar adanya? Pricilla sibuk bergelut dengan pikirannya.


Semenjak pertemuannya dengan Derek, ia jadi terus berpikir apakah manusia dengan kekuatan super itu ada?


Berbagai pertanyaan mulai bermunculan menghampiri kepalanya. Membuat isi kepalanya penuh dengan tanya yang entah siapa yang tahu jawabannya.


Aku benar-benar penasaran! Aku harus cari tahu hal ini secara langsung. Akan aku tanyakan pada pria itu mengenai apa yang terjadi sebenarnya. Aku akan mendatanginya sore ini setelah pulang kerja, batin Pricilla.


Tok! Tok!


Pintu di ketuk.


...***...