Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 376 - Memangnya ada apa?



...***...


"Apa yang coba kau sembunyikan dari kami semua?" Aland menatap Ethan dengan penuh selidik.


"Tidak ada, sungguh. Sudah, jangan bahas lagi! Sekarang kita bahas mengenai hal lain." Ethan meraih satu foto dalam genggaman Aland dan menaruhnya di atas meja.


"Ini!" Ia menunjukkan foto itu pada yang lainnya.


"Ada apa dengan foto ini?" tanya Daniel mewakili yang lainnya.


"Ini adalah foto dimana sinyal terakhir aku terima, ada kemungkinan dia berada di sekitar tempat ini. Tapi aku tidak tahu secara pasti di antara gedung ini, dimana dia berada."


"Sinyalnya hilang lagi?" Jean menatap rekannya itu.


"Ya. Setelah itu, aku tidak bisa melacak lagi sinyalnya. Ada kemungkinan dia tahu kalau aku sudah meretas jaringan alat miliknya itu."


"Bagaimana dia bisa tahu?"


"Sudah aku bilang kalau alat yang dia miliki itu adalah alat yang lebih canggih dari milik kita. Aku tidak tahu darimana dia mendapatkan alat secanggih itu, yang pasti setiap sistem jaringan dan sinyal yang aku tangkap itu seratus persen berbeda, sampai-sampai membuatku membutuhkan banyak waktu untuk meretasnya. Selain itu, jaringan keamanan yang terpasang pada alat itu, belum pernah aku temukan sebelumnya dari alat-alat lainnya."


"Secanggih itu?" Daniel seakan tak percaya dengan ucapan Ethan.


"Ya." Ethan mengangguk pelan.


Lucy meraih foto yang di tunjukkan oleh Ethan. Ia menggenggam foto itu sambil menatapnya lekat.


Kali ini… aku tidak akan membiarkan kau lolos begitu saja, batinnya.



"Sekarang apa rencana kalian berdua?" tanya Daniel sembari menatap Lucy dan Aland bergantian.


"Kami akan mendatangi tempat ini dan mencari tahu kemana dia pergi," tutur Lucy pelan.


"Kalau begitu, semoga berhasil." Daniel bangun dari sofanya.


"Semangat menjalani misinya!" Jean menyemangati. Lucy tersenyum seraya mengangguk, tak lama ia bangun bersama Aland dan yang lainnya.


"Ya. Bukan masalah, lagipula kau juga pasti memiliki misi dengan timmu 'kan?" sahut Lucy.


"Iya."


"Kalau begitu sampai jumpa lagi." Daniel berpamitan, menggiring kedua anggotanya keluar dari ruang tim dua.


"Kita juga lebih baik bergerak sekarang." Lucy menoleh pada Aland.


"Baiklah, mari pergi," jawabnya.


...*...


Daniel menutup pintu ruang kerja mereka saat akhirnya mereka tiba di sana.


"Ini adalah misi yang di berikan sir. Nic untuk kita di misi kali ini," katanya sembari melempar berkas di tangannya ke atas meja. Berkas itu berisi data diri dan segala petunjuk dari target mereka.


"Siapa target kita kali ini?" Ethan baru saja hendak meraih berkas itu dan membuka isinya, tapi Daniel lebih dulu menghentikan aksinya.


"Ada yang ingin aku tanyakan lebih dulu padamu," ujarnya.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari kami, tadi?" Jean mendahului. Keduanya memiliki pertanyaan yang sama pada lelaki yang jadi rekan kerja mereka itu.


"Ya, apa yang kau sembunyikan sebenarnya. Kenapa kau tidak melanjutkan penjelasan mengenai tempat di foto yang kau tunjukkan tadi?" Daniel menimpali.


Ethan menghela napas sejenak sebelum akhirnya duduk dengan diikuti oleh kedua rekannya yang masih tampak penasaran dengan yang ia sembunyikan.


"Sebenarnya… aku tidak ingin membahas ini karena cukup sensitif, bukan hanya untuk Lucy. Tapi untuk kita semua," gumamnya.


"Memangnya ada apa?"


...***...