
...***...
"Ini buruk! Benar-benar buruk." Ethan semakin panik.
"Eth? Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?" Suara Daniel dan Jean terdengar dari seberang sana. Kedua rekannya itu sejak tadi masih terhubung dengan dan mereka bisa dengan sangat jelas mendengar suara Ethan yang panik.
"Ethan!" Jean berusaha meminta penjelasan lelaki itu. Tapi Ethan sama sekali tak membalas kalimatnya.
"Hey! Apa yang terjadi? Kenapa kau panik begitu?" Daniel kembali bersuara.
Ethan masih fokus pada apa yang ada dihadapannya. Tapi setelah mencoba sekali lagi, dia benar-benar gagal. Ethan spontan beranjak dari tempatnya. Mematikan alat yang sejak tadi terhubung dengan Jean dan Daniel lalu berlari keluar ruangan.
Ethan harus segera melaporkan hal ini pada Nico. Hanya lelaki itu yang sekarang bisa membantunya menemukan jalan keluar untuk masalah yang sedang dihadapinya.
...*...
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Daniel berusaha menghubungi Ethan lagi. Namun lelaki itu sudah benar-benar terputus dengannya.
"Ethan? Sial. Kenapa dia memutuskan sambungannya?"
"Daniel, kau merasakan ada yang aneh juga?" Suara Jean tiba-tiba di dengarnya.
"Ya. Kau juga merasakannya?"
"Tidak biasanya Ethan sepanik itu. Aku jadi penasaran apa yang terjadi padanya."
"Pasti terjadi sesuatu. Aku jadi cemas," gumam Daniel yang bisa di dengar dengan jelas oleh Jean di seberang sana.
"Perasaanku tidak enak. Apakah jangan-jangan ini tentang Lucy?"
"Apa?"
"Aku rasa ada sesuatu yang sedang terjadi padanya. Apalagi sejak tadi kau dengar sendiri kan kalau Ethan panik bukan main. Di tambah, saat kita berusaha bicara dengannya, dia sama sekali tidak menjawab. Aku hanya takut, reaksi Ethan itu justru adalah pertanda bahwa terjadi sesuatu pada Lucy dan Aland. Kita tahu sendiri kan kalau Ethan juga diminta untuk mengawasi mereka?"
"Kau benar. Aku jadi tidak tenang. Kalau begitu kita selesaikan ini secepatnya dan kembali ke markas. Kita harus pastikan semuanya baik-baik saja!"
...*...
Tep!
Entah menghentikan langkahnya begitu tiba di koridor dan melihat Nico yang berjalan dari arah yang berlawanan dengannya.
"Ethan? Kenapa kau berlari seperti itu?"
"Sir! Kebetulan sekali saya bertemu dengan anda di sini. Ada yang harus saya tunjukkan!"
"Apa maksudmu?"
"Tidak ada waktu. Ikut saya!" Ethan bergegas berbalik dan kembali berlari menuju ruangannya dengan diikuti oleh Nico di belakangnya.
Nico mengikuti Ethan hingga akhirnya mereka tiba di ruangannya. Ethan segera menghampiri kursi dan menunjukkan masalah yang sedang terjadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa kau begitu cemas?"
"Beberapa saat yang lalu saya masih terhubung dengan Lucy dan Aland. Tapi sesaat berikutnya, saya kehilangan lokasi mereka."
"Apa?"
Ethan menunjukkan layar komputernya. Di layar itu, dia menampilkan kejadian sebelum titik lokasi Lucy dan Aland menghilang.
"Saya sejak tadi merasa ada yang tidak beres dengan kapal yang mereka tumpangi. Karena seperti yang sudah saya cek, kapal yang mereka tumpangi adalah kapal berukuran besar, dan tidak seharusnya kapal sebesar itu bisa bergerak sangat cepat dari titik awal. Saat saya berusaha mengecek kembali kapal tersebut, secara tiba-tiba lokasinya menghilang. Saya tidak bisa melacak Lucy dan Aland sama sekali."
"Kau sudah mencobanya lagi?"
"Sudah, dan saya gagal. Saya juga sudah berusaha menghubungi mereka, tapi sambungan kami terputus."
"Bagaimana bisa?" Nico sama-sama mulai cemas.
...***...