
...***...
Derek, Elvina dan Luna bergerak mencoba melindungi Rei. Louis bersama Rei dan berusaha untuk membantunya menerobos kerumunan para penjaga yang terus bergerak menuju arah mereka. Namun belum sempat rencana mereka berhasil dijalankan, Elvina, Derek, dan Luna sudah lebih dulu kalah oleh serangan mereka. Membuat rencana mereka seketika gagal.
Para penjaga menyerang dengan begitu brutal sampai-sampai membuat mereka semua terpental dan jatuh di tanah. Semua orang terluka, termasuk Rei. Sementara Louis kini menggunakan tubuhnya untuk melindungi mereka. Dia Berdiri di depan dan menghadang setiap penjaga yang ada.
Sepertinya ini adalah akhir dari kita... Elvina membatin. Tubuhnya sama sekali tak berdaya bahkan walau hanya untuk bangun dari posisinya. Begitu juga dengan yang lainnya.
Aku tidak ingin mati di sini... pikir William.
Aku tidak boleh mati di sini. Tugasku belum selesai. Aku belum bisa membalaskan dendam kematian Elena... Lucy mengepalkan kedua tangannya.
Kalau aku memang harus mati di sini... Setidaknya aku mati bersama Lucy... Aland menoleh ke arah Lucy yang terbaring tak jauh dari posisinya berada. Lelaki itu masih berusaha menahan rasa sakit di tubuhnya.
Kalau kebenaran selalu benar dan keadaan selalu menang, lalu kenapa kita selalu kalah? Apakah yang kita perjuangkan selama ini bukanlah keadilan? Dorothy menatap nanar para penjaga yang terus bergerak menghampiri mereka.
Aku akan membalas mereka! Bagaimanapun caranya. Sekalipun aku harus mengorbankan nyawaku, aku harus bisa menang! pikir Luna.
Tuhan, berikan kami kekuatan untuk mengalahkan kegelapan... Amanda terus berdoa dalam hatinya.
Rei mengepalkan kedua tangannya. Dia bisa dengan jelas mendengarkan isi hati teman-temannya. Kalimat mereka terngiang dalam benaknya, membuat Rei semakin berambisi untuk menang.
Aku tidak boleh kalah. Semua orang mengandalkan ku, dan semua orang berharap padaku untuk bisa mengalahkan mereka dan memenangkan pertarungan ini sesuai dengan impian semua orang. Demi hidup yang lebih baik, demi Elvina, dengan William, demi Lucy dan teman-temannya, serta keadilan demi Dorothy serta yang lainnya...
Tuan pasti bisa menang! Aku yakin tuan pasti bisa...
Louis?
Tuan adalah orang yang hebat, tuan adalah orang yang suka menolong, dan aku yakin tuan juga bisa menolong mereka. Bukan hanya mereka, tuan juga pasti akan bisa membantuku membalas dendam atas kematian tuan Rei...
Rei terdiam tanpa kata. Ucapan Louis barusan membuatnya teringat akan semuanya. Alasannya berada di sini, kenapa dia berjuang hingga mempertaruhkan nyawanya, semua itu tanpa sadar sebenarnya dia lakukan untuk membalas dendam atas kematian dirinya sendiri yang dulu hidup di tahun ini. Membalas dendam atas kematian Rei yang mereka bunuh.
Kau benar... Aku harus membalas kematian Rei yang asli. Dia sudah hidup menderita selama ini, dan ini sudah menjadi tugasku untuk memberikannya keadilan. Walaupun semuanya terlambat, tapi setidaknya aku harus memberikannya keadilan agar dia tenang di atas sana! Rei mengepalkan tangannya semakin erat. Dia bangkit berusaha untuk bangun, namun dia terjatuh lagi. Rei berusaha bangkit lagi hingga beberapa kali terjatuh karena energinya banyak terkuras akibat pertarungan ini.
Pyassss!!!
Tiba-tiba saja sebuah cahaya yang begitu terang muncul dari arah belakang mereka. Cahayanya begitu terang sampai-sampai membuat Lusia dan Martin terganggu fokusnya.
...***...