
...***...
Martin bangkit dengan tertatih. Pria itu bersusah payah untuk bangun saking lemasnya karena dilemparkan berulang kali oleh Rei dengan kekuatannya. Setelah berhasil bangun, pria itu menatap Rei dan Lucy yang masih sibuk berbicara.
Ini kesempatanku, pikirnya. Martin beralih fokus pada tabung yang berisi tubuh Lusia. Ia berhenti dengan mata terbelalak saat melihat apa yang terjadi di dalam sana. Cairan pengaktifan di dalamnya semakin mendidih, dan cahaya perlahan muncul dari dalam sana. Martin bisa langsung merasakan adanya pertanda buruk. Lelaki itu mencoba mencari cara untuk bisa menyelamatkan diri. Semakin lama cahaya yang dilihatnya semakin besar, dan saking paniknya. Martin langsung melompat ke arah jendela dan menghancurkan benda itu dengan tubuhnya.
Rei dan Lucy menoleh ke arah datangnya suara, dan Martin sudah lenyap dari tempatnya. Di tengah apa yang terjadi itu, perhatian mereka disita oleh cahaya terang yang mendadak muncul dari arah tabung. Keduanya menoleh, dan terdiam berusaha mencerna apa yang sedang terjadi tanpa pernah sadar bahwa tabung itu akan meledak. Sampai akhirnya Louis mendadak muncul dan membawa mereka pindah dari sana ke tempat lain.
DUAARRR!!
Tabung itu benar-benar meledak hingga menciptakan suara ledakan yang begitu nyaring. Sebagian besar laboratorium hancur, begitu juga dengan atapnya yang langsung bolong dengan kepulan asap yang langsung membumbung tinggi hingga semua orang bisa melihatnya dari tempat sejauh apapun.
Di tengah kepulan asap itu, sosok siluet perempuan yang melayang perlahan turun dan mendarat dengan kedua kakinya.
Lusia membuka kedua matanya, dan begitu kedua matanya terbuka, irisnya telah berubah menjadi warna biru pucat yang nyaris seperti warna putih matanya. Bahkan penampilan gadis itu mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Kulitnya memucat dengan rambut yang juga berubah warna menjadi perak. Membuatnya terlihat seperti seorang albino.
...*...
Cato terdiam dengan raut wajah kaget. Dia baru saja mendorong tubuh Dorothy hingga wanita itu jatuh. Tepat ketika dirinya sedang diam memandangi tubuh Dorothy yang tergelincir, sebuah ledakan dahsyat membuat tubuhnya itu terpental keluar bersamaan dengan seluruh ruangan yang hancur. Alhasil hal itu membuat Cato dan Dorothy jatuh hampir bersamaan.
...*...
Brukk!
Joe tersungkur bersama dengan teman-temannya yang lain. Para penjaga terlalu kuat, membuatnya dan yang lain kewalahan menghadapi mereka. Terlebih para penjaga bisa dengan mudahnya membuat Joe dan yang lainnya terpojokkan. Bahkan kini lokasi pertarungan yang awalnya di depan laboratorium sampai beralih ke pantai saking Joe dan yang lainnya terpojokkan.
Elvina berusaha mengatur napasnya. Tubuhnya terluka, begitu juga dengan yang lainnya. Sebagian besar dari mereka juga sama-sama terluka, bahkan tak sedikit yang sampai mengeluarkan darah.
"Sudah aku bilang kalian tidak akan pernah bisa menang, bahkan sekalipun kalian bersatu untuk melawan kami!" ujar salah satu penjaga.
Elvina perlahan berjalan mundur. Bersama dengan yang lainnya. Di tengah apa yang sedang terjadi, sebuah ledakan mengejutkan mereka.
...***...