Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 689 - Artikel penculikan



...***...


"Kau tidak memiliki alasan untuk marah, atau menceraikanku lagi, kan? Kau juga tidak bisa memisahkan aku dari anak-anak kita. Aku bukan pembunuh." Cato tersenyum penuh kemenangan. Lelaki itu memandangi istrinya lekat. Tangannya bergerak membelai pipinya yang lembut. Sementara itu, Dorothy hanya diam dengan otak yang masih berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Dia yakin, demi apapun Dorothy yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan semua ini.


"Aku rasa ada yang tidak beres," gumam Dorothy pelan. Hal itu sontak membuat raut wajah Cato berubah seratus delapan puluh derajat.


"Apa?"


"Aku yakin ada yang tidak beres di sini. Kau tidak mungkin bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Kau bukan tuhan! Aku yakin ada sesuatu yang kau sembunyikan kan?" Dorothy mendongakkan kepalanya, beradu tatap dengan Cato yang kini tampak terkejut dengan kalimatnya.


"Bisa-bisa kau mencurigai suamimu seperti itu."


"Karena aku sudah tidak bisa lagi percaya padamu!" Dorothy menekan kalimatnya. Menggambarkan seberapa besarnya rasa kecewa yang dia miliki akibat ulah suaminya itu. Akibat semua yang dia lakukan, Dorothy sampai harus mengalami hubungan yang berantakan. Bukan hanya itu, bahkan Cato berulang kali menyeretnya lebih dalam ke dalam masalah yang dia buat.


"Tidak ada yang aku sembunyikan! Dia memang hidup. Apakah kau tidak bisa melihatnya?"


"Dia bukan Lusia. Aku yakin itu! Karena aku jelas-jelas melihat Lusia yang asli sudah meninggal! Dan aku temukan bukti bahwa perkataanku benar!" Dorothy berbalik, membuka kunci pintu kamarnya lalu melangkah meninggalkan Cato yang kini diam dengan wajah kesal. Kedua tangan lelaki itu terkepal erat. Dorothy ternyata lebih sulit dibodohi dari perkiraannya.



Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit tempatnya bekerja, Dorothy berusaha menghubungi Tiana. Dia menelepon wanita itu guna membicarakan sesuatu.


"Halo, Dorothy."


"Tiana, hari ini—"


"Tunggu, ada yang ingin aku tanyakan padamu sebelum kita bertemu. Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Yang terjadi, apa maksudmu?"


"Kau bilang kau tahu mengenai kejadian penculikan itu kan? Tapi hari ini semua anak-anak yang hilang dan dinyatakan diculik itu telah kembali ke keluarganya masing-masing."


Dorothy menginjak pedal rem secara sekaligus, saking terkejutnya dengan apa yang baru saja Tiana katakan. Kepalanya bahkan nyaris berbenturan dengan stir. "Kau bilang apa barusan?"


"Kau belum melihat beritanya? Artikel sudah bermunculan membahas mengenai anak-anak yang hilang, begitu juga dengan siaran berita. Oh, astaga. Aku harus pergi karena sebentar lagi aku harus melakukan siaran langsung. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi aku harap kau tahu dan bisa menjelaskan semua ini padaku, dan media yang lain. Kau adalah harapanku, Dorothy." Tiana memutuskan sambungan telepon mereka secara sepihak. Dorothy terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit tempat dia bekerja.


...***...