Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 566 - Titik lokasi lenyap!



...***...


Lucy mulai mengotak-atik thorny bites miliknya. Tapi tidak lama, wanita itu mulai menyadari adanya hal yang tidak beres.


Lucy mulai tampak panik. Wanita itu berusaha untuk berkomunikasi dengan Ethan. Tapi sambungan mereka sama sekali terputus.


"Ethan? Eth! Masuk!" Lucy terus memanggilnya.


"Apa yang terjadi, Lou? Kau tampak panik." Aland berucap, membuat fokus Lucy beralih padanya.


"Eth! Aku tidak bisa menghubunginya."


"Apa?"


"Coba kau hubungi dia juga!" Lucy sibuk berusaha menghubungi Ethan. Begitu juga dengan Aland yang kini mulai berusaha menghubunginya.


"Apa yang mereka katakan? Kenapa mereka tampak cemas?" tanya William.


"Mereka berusaha menghubungi rekan mereka. Tapi sepertinya sambungan mereka terputus," balas Rei.


"Huh? Lalu bagaimana?" Elvina ikut cemas jadinya, begitu juga dengan William.


"Kalian berhasil menghubunginya?" tanya Rei. Lucy dan Aland menggelengkan kepala mereka serentak.


"Kami tidak bisa menghubunginya sama sekali."


"Selain itu, titik lokasi kita sekarang mendadak tidak bisa aku lacak." Lucy menatap layar hologram yang tampak pada thorny bites nya. Benda itu benar-benar tidak bisa menampilkan titik mereka lokasi kapal mereka berada. Lokasinya seolah lenyap begitu saja dan tidak bisa mereka pastikan.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?" William tampak ikut cemas.


"Kalau sampai Ethan tidak bisa menghubungi kita, itu artinya kita tidak akan bisa memastikan lokasi keberadaan kita dan kita tidak akan bisa mendapatkan bala bantuan kalau-kalau sesuatu terjadi pada kita," gumam Aland.


"Aku benar-benar tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. Padahal tadi jelas-jelas kita masih terhubung." Lucy terus berusaha mengecek thorny bites nya.


"Mungkin semuanya terjadi karena guncangan yang kita alami tadi," ujar Elvina.


"Sial. Ini buruk!"



Ethan membelalakkan matanya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang sekarang dilihatnya.


"Lou! Masuk, Lou!"


"Al? Aland!"


Ethan sejak tadi terus memanggil kedua rekannya yang entah kenapa sejak tadi sulit untuk dihubungi.


"Apa ini? Kenapa mereka tidak bisa aku hubungi?"


"Dan kenapa kapal yang mereka tumpangi bisa bergerak begitu cepat di perairan? Ini benar-benar aneh. Bukankah jenis kapal yang mereka tumpangi adalah kapal besar? Tidak mungkin kapal sebesar itu bisa bergerak dengan sangat cepat!"


"Ada yang tidak beres. Aku harus mengeceknya kembali."


Ethan mulai sibuk berkutat dengan papan keyboard komputernya. Ia berusaha mengecek kembali kapal yang ditumpangi oleh Aland dan Lucy. Tapi belum sempat Ethan menemukan keistimewaan kapal itu, perhatiannya lebih dulu tersita oleh titik merah yang menjadi penanda lokasi Lucy dan Aland. Titik itu tiba-tiba saja lenyap setelah lokasinya bergerak jauh dari titik semula mereka.


Ethan membelalakkan mata. Ia spontan bangun saking kagetnya.


"Tidak! Tidak! Apa ini?" Ethan berusaha memastikan komputernya baik-baik saja. Ia terus mengecek lokasi mereka dan berusaha melacaknya lagi. Tapi lokasi yang sejak tadi dipantaunya benar-benar menghilang begitu saja.


"Huh? Sial! Apa yang terjadi?"


"Lucy! Aland! Masuk! Masuk!"


"Sial. Aku benar-benar tidak bisa menghubungi mereka. Apa yang sebenarnya terjadi?"


Ethan berusaha untuk tetap tenang. Ia berusaha untuk melacaknya sekali lagi. Tangannya bahkan sampai gemetar, dan jantungnya benar-benar berdebar hebat. Ethan takut apa yang sempat terjadi pada Am, kembali terjadi pada Lucy dan Aland.


Berulang kali mencoba, Ethan sama sekali gagal.


...***...