
...***...
"Tapi tampaknya tidak. Apakah ada masalah?" Cato menyadari istrinya itu tidak baik-baik saja. Wanita itu tampak begitu lemas dan tidak bersemangat.
"Memangnya kau pikir aku akan baik-baik saja setelah mengetahui semuanya? Setiap hari aku dihantui oleh rasa takut dan rasa bersalah setelah tahu semua yang kau lakukan!" ujar Dorothy dengan suara pelan namun penuh dengan penekanan di setiap kalimatnya. Cato dengan santainya menyeruput kopinya lalu menaruh benda itu ke atas meja. "Sudah aku bilang, jangan terlalu dipikirkan. Biarkan aku yang mengurus semuanya."
"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan semua itu kalau hal itu saja bahkan melibatkan kita!"
"Sudah, hentikan. Aku datang kemari bukan untuk mengajakmu berdebat." Cato mengalihkan topik pembicaraan. Dia tidak ingin perdebatan mereka pada akhirnya terdengar sampai ke telinga orang lain di kafe itu.
"Lalu untuk apa kau memintaku untuk datang? Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Ayo!" Cato beranjak bangun. Dorothy hanya mengikuti instruksinya dengan raut wajah bingung. Lelaki itu sempat membayar minumannya sebelum akhirnya pergi meninggalkan kafe dengan Dorothy bersamanya. Mereka masuk ke dalam mobil, dan Cato lantas mengajak Dorothy untuk pergi. Kali ini Cato yang mengendarai mobilnya sementara Dorothy duduk di samping kemudi.
"Kemana kau akan membawaku?" tanya Dorothy sembari menatapnya dengan raut wajah bingung.
"Kau akan tahu setelah kita sampai." Cato hanya tersenyum penuh arti dan terus fokus mengendarai mobilnya. Sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah bangunan yang di kenal persis oleh Dorothy. Laboratorium sekaligus markas tempat Martin dan Miles bekerja. Dorothy yang menyadari hal itu lantas menoleh ke arahnya, meminta penjelasan. "Apa tujuanmu membawaku ke sini?"
Tiba di dalam, Dorothy semakin kebingungan. Tidak ada siapapun di sana selain ruangan kosong yang tampak seolah ditinggalkan oleh pemiliknya.
"Kenapa di sini kosong? Kemana Miles Martin pergi?" Dorothy mengedarkan pandangannya, setelah diperhatikan lagi memang mereka tidak ada di manapun.
"Kau akan segera bertemu dengan mereka. Karena yang aku ingin tunjukan adalah kondisi anak-anak yang bersama mereka."
"Apa?" Dorothy menatap Cato dengan raut wajah tidak percaya. Lelaki itu hendak mengajaknya menemui anak-anak yang mereka culik. Cato dan Dorothy terus melangkah sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah kapsul besar. Cato menghentikan langkahnya bersama dengan Dorothy. Dorothy memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Cato, lelaki itu ternyata kini sedang sibuk memasukkan kode aksesnya yang kemudian membuat pintu itu terbuka. Cato dan Dorothy kini bisa melihat bagian dalam kapsul tersebut.
Cato melangkah masuk, lalu menoleh sambil memandangi Dorothy yang hanya diam sambil memperhatikan. Jelas-jelas Dorothy melihat itu seperti sebuah ruang kendali mini, bagaimana mungkin dia bisa bertemu dengan anak-anak itu di sana. "Apa yang sedang kau lakukan? Ayo masuk."
"Tapi kenapa kita masuk ke sini?"
"Kau akan segera mengetahuinya ketika kau melihat sendiri."
Dengan ragu akhirnya Dorothy melangkah masuk ke dalam kapsul itu dan duduk bersama dengan Cato yang kini mulai mengendalikan benda tersebut.
...***...