
...***...
Elvina menahan serangan Joe. Lelaki itu, kini menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyerang Elvina sampai-sampai membuat Elvina cukup kewalahan menghadapinya.
William menghajar para robot android tadi. Dengan kemampuan pergerakan yang cepat, William menyerang mereka secara bersamaan. Beberapa robot android tumbang, jatuh terkapar di lantai dengan keadaan rusak.
Di sisi lain, perempuan berjilbab tadi berusaha menghadapi beberapa evolver penjaga yang berusaha menangkap mereka. Ia terlihat menyerangnya dengan sekuat tenaga menggunakan kemampuan bela dirinya. Namun, sial. Ia harus kalah dan terseret jatuh di dekat Elvina dan William. Ia sampai terluka parah akibat menyerang para evolver dengan kekuatan super yang tak sebanding dengannya.
"Menyerahlah. Karena kau tidak akan menang melawan kami," teriak salah satu evolver penjaga padanya dalam bahasa Inggris. Wanita tadi hanya bisa diam menahan sakitnya, ia memegangi dadanya dengan beberapa luka di wajahnya akibat serangan dari para evolver tadi.
Evolver itu mulai bergerak menghampiri wanita tadi untuk menangkapnya. Elvina yang menyadari wanita itu kalah dan merasa iba, lantas berusaha menolongnya.
Elvina menggunakan sebelah tangan untuk melindungi dirinya dan William dari serangan Joe, sementara sebelah tangan lainnya menciptakan medan gaya untuk melindungi si wanita tadi dari serangan evolver penjaga.
Wanita yang tersungkur jatuh di dekat Elvina itu, mendongak menatapnya. Ia melihat Elvina dengan raut wajah terkejut.
Joe semakin gencar menyerang Elvina, di samping itu. Ia di serang juga dari arah yang berbeda. Elvina terseret ke belakang akibat serangan dari dua arah itu.
Sementara itu, William yang berhasil mengalahkan robot-robot tadi dibuat cemas melihat keadaan kakaknya.
"Will, bantu dia!" ucap Elvina pada William. Ia yang mendengar itu, bergegas membantu wanita tadi untuk bangun walau harus menariknya. Kini keduanya berada di belakang Elvina, dalam perlindungan yang terus berjuang melindungi mereka.
"El…" William semakin cemas. Elvina terlihat mulai melemah dengan tenaganya yang terlihat mulai habis secara perlahan.
"A… aku tidak tahan lagi," gumam Elvina pelan dengan sedikit tertahan.
William bingung sendiri jadinya. Ia tidak tahu harus bagaimana sementara kemampuan pertahanan diri yang dimilikinya hanya berupa pergerakan kilat.
Wanita yang bersama dengan William tampak berusaha memikirkan cara guna membantu Elvina.
Wanita itu, bergerak perlahan. Merogoh sesuatu dari dalam tas kecil yang terikat dipinggangnya dan menempel di belakang punggungnya.
Tangannya menggenggam sesuatu. Dari yang William lihat, bendanya berbentuk bulat sebesar kelereng dengan jumlah dua buah.
"I will help you, on the count of 3, let's run towards the exit," ujar wanita itu pada Elvina. William sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan, sementara Elvina, walaupun tidak terlalu pandai dalam bahasa Inggris, setidaknya dia mengerti apa maksudnya.
(Aku akan membantumu, dalam hitungan ke-3, ayo lari menuju pintu keluar)
"Apa katanya?" tanya William.
"Dia meminta kita berlari menuju pintu keluar dalam hitungan ketiga. Kau bisa membantu, 'kan?" kata Elvina pada William.
"Ya, aku akan berusaha membawa kalian keluar."
Wanita tadi menatap Elvina dan William yang tengah berdiskusi. Elvina lalu menatap wanita tersebut dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Wanita itu bergerak mengambil ancang-ancang.
...***...