Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 344 - London



...***...


Ternyata mereka benar-benar saling mencintai satu sama lain. Ini akan semakin menguntungkan bagiku. Andrich tersenyum simpul melihat Rei dan Lusia yang ada di sana.


Lelaki itu kini berdiri di salah satu koridor. Bersandar pada salah satu pilar yang ada sembari menatap lekat ke arah Rei dan Lusia.


Aku akan menggunakan kesempatan ini. Pertama-tama aku akan mencari momen yang tepat agar aku bisa menangkap salah satunya, lalu setelah itu. Yang lainnya akan ikut dalam jebakanku. Ternyata ini lebih mudah dari yang aku pikirkan. Andrich beranjak. Ia berbalik hendak pergi dari sana, namun pemandangan tak bisa yang tak sengaja di tangkap kedua matanya membuat langkah Andrich terhenti.



Kedua mata indah Andrich tertuju pada seorang gadis yang berdiri di sisi lain.


Dari raut wajah gadis itu, ia dapat melihat gurat tak senang melihat Rei bersama Lusia bermesraan di sana.


Andrich menghentikan langkahnya. Memperhatikan gadis itu dengan seksama, ia menyipitkan matanya. Memperjelas penglihatannya dan memastikan bahwa gadis yang dilihatnya adalah benar-benar dia.


Kenapa dia terlihat tidak senang dengan Rei dan Lusia? Apakah ada sesuatu? Dari ekspresinya… sepertinya aku harus sedikit berhati-hati dengannya, bisa saja dia menjadi penghalang bagiku untuk menyelesaikan tugas yang diberikan tuan, ucap Andrich dalam hati.


...*...


London, Inggris.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam dari Oslo-Norwegia. Akhirnya mereka tiba di London-Inggris.


Derek, sebenarnya enggan melangkahkan kakinya ke negara sebesar Inggris. Terlebih dirinya dalam kondisi menjadi buronan.


Inggris sama seperti negara-negara lain yang memiliki intensitas bahaya yang lebih besar baginya. Ada banyak evolver penjaga dan evolver sepertinya yang mendiami Inggris. Terlebih guna membantu tuan dan profesor untuk menangkapnya dan Pricilla.


Pricilla dan Derek, kini berada dalam taksi yang selanjutnya akan mengantarkan mereka menuju tempat dimana Jessy menghadiri seminarnya.


Tiba di tempat yang mereka tuju, mereka segera turun dan membayar ongkos taksi dengan beberapa uang dolar yang mereka dapat dari money changer saat tiba beberapa saat lalu.


"Benarkah ini tempatnya?" Pricilla mendongak menatap gedung salah satu universitas ternama di London. Kedua matanya mengedar ke sekeliling, mengagumi gaya arsitektur yang khas dari bangunan-bangunan Eropa.


"Ya, di sini tempatnya," sahut Derek.


"Ayo masuk." Pricilla dan Derek beranjak masuk ke dalam sana dan segera mencari keberadaan Jessy.


Tiba di dalam, mereka harus di buat kecewa karena wanita yang mereka cari lagi-lagi raib dari pengawasan.


Seminarnya berpindah lokasi karena beberapa alasan. Hal itu membuat derek tidak dapat menemui Jessy secara langsung.


Keduanya lantas beranjak dan hendak melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana seminar itu di pindahkan.


Pricilla dan Derek keluar dari gedung universitas. Mereka duduk sebentar di dekat taman yang tersedia di sana.


Lelah? Tentu saja. Semenjak perjalanan mereka dari Oslo ke London, mereka belum sempat beristirahat sama sekali. Bahkan mereka belum menemukan tempat untuk bermalam, beruntung hari masih cerah, dan masih banyak waktu untuk mencari penginapan atau hotel.


"Apakah tidak lebih baik kalau kita cari Jessy dengan menelpon nomornya?" Pricilla mengusulkan padanya.


...***...