Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 445 - Wuush…



...***...


"Apa yang ingin kau bicarakan? Kenapa kita harus bicara di sini? Apakah tidak bisa kita bicara di tempat yang lebih ramai?" Lusia menghentikan langkahnya tepat di bagian taman yang dulu sempat membuatnya ketakutan karena melihat pintu kayu tua.


Andrich menghentikan langkahnya beberapa meter dari arahnya berdiri. Pria itu berdiri dengan posisi memunggunginya.


"Andrich…" Lusia terdiam memperhatikan punggungnya setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari sang empu yang sejak tadi diajaknya bicara.


"Kenapa kau diam saja?" Lusia mulai merasa ada yang tidak beres.


Tubuhnya mendadak gemetar dengan jantungnya yang menderu hebat melihat gelagat aneh dari Andrich.


Pria itu terdiam, masih dengan posisi yang sama. Tidak lama, sebuah kepulan asap hitam menyelimuti dirinya.


Lusia membelalakkan mata melihat apa yang terjadi pada lelaki itu.


"Aku…" Andrich mulai angkat bicara. Suaranya terdengar berbeda dari sebelumnya.


Lusia melangkah mundur secara perlahan-lahan. Ia berusaha mengatur napasnya yang mendadak terasa sesak.


Glup!


Lusia menelan saliva-nya susah payah. Andrich menoleh secara perlahan. Dari posisinya saat ini, Lusia melihat iris mata pria itu berubah seiring dengan banyaknya asap hitam yang menyelimutinya.


A… ada yang tidak beres, batin Lusia.


Wuush…


Sosok Andrich hilang dari hadapannya begitu angin berhembus.


Brukk!


Lusia tersungkur di tanah. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


Lusia semakin gemetar ketakutan. Ia ingin berlari sekuat tenaganya, tapi tubuhnya mendadak terasa berat dan sulit untuk ia gerakkan.


"…Ingin kau ikut denganku," bisik Andrich tepat di dekat telinganya.


Lusia terpaku. Ia melirik lewat ujung matanya, dan mendapati Andrich yang sudah berada tepat di belakangnya.



...*...


Louis hentikan! Bantu aku melepaskan ikatan ini. Aku harus segera pergi membantu Lusia! kata Rei dalam hati sambil terus memberontak. Ia baru saja melihat sebuah kilasan dimana kekasihnya berada dalam bahaya. Andrich telah menangkapnya.


Apa? Louis menoleh ke arah tuannya dan spontan melepaskan cengkramannya dari leher Melinda.


Brukk!


Tubuh wanita itu jatuh menyentuh tanah dengan kasar.


"Uhuk… uhuk…" Melinda terbatuk hebat. Ia berusaha mengatur napasnya yang tersengal.


"Apa yang sebenarnya baru saja terjadi?" Melinda masih bingung dengan yang baru saja ia alami.


Louis berjalan menghampiri tuannya dan segera melepaskan ikatan pada tubuhnya. Melihat benda-benda itu bergerak sendiri, Melinda bergidik ketakutan.


Ia spontan menggunakan kekuatannya, menghilangkan tubuhnya agar Rei tak melihat bahwa dirinyalah yang telah mengikatnya.


"Ada apa, tuan?"


"Lusia dalam bahaya. Dia di tangkap oleh Andrich!" katanya panik.


"Apa?!" Louis tersentak.


Jadi… selama ini, pria dengan kemampuan asap itu adalah Andrich? pikir Rei yang baru saja sadar bahwa pria yang selama ini dilihatnya adalah orang yang dulu sempat berusaha menculik kekasihnya.


"Kalau begitu, kita harus membantunya, tuan!" Louis ikut panik jadinya.


"Kau benar." Rei segera bangun dan membenahi pakaiannya sebelum kemudian berlari keluar bersama dengan Louis.


Sementara itu, Melinda yang sejak tadi berhasil membebaskan diri, sudah lebih dulu keluar dan berlari mencari Andrich begitu mendengar perkataan Rei barusan.


Aku harus memberitahunya kalau Rei sudah tau dia berhasil menangkap Lusia! pikir Melinda yang kemudian berlari sekuat tenaga guna mencari keberadaan Andrich yang menangkapnya.


...***...