Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 230 - Tidak sadarkan diri



...***...


Tuan, kau dimana?


Suara itu menginterupsi telinga Rei yang kini berhenti dan mencari keberadaan Lusia.


Louis, panggil Rei yang dalam sekejap membuat lelaki albino itu muncul dihadapannya.


"Kau sudah berhasil mengalahkannya?"


"Ya tuan, aku sudah berhasil mengalahkannya."


"Siapa sebenarnya dia, dan kenapa dia mengincarku dan Lusia?"


"Akan aku jelaskan nanti. Sekarang bukankah yang terpenting adalah mencari Lusia?"


"Kau benar! Ayo cari dia lagi. Kau bantu aku, sudah kucari di seluruh tempat di sini. Tapi aku tidak dapat menemukannya sama sekali, di tambah mereka semua terus mengikutiku." Rei menoleh ke arah semua makhluk menyeramkan yang jumlahnya ratusan atau bahkan mungkin ribuan. Berjalan di sekelilingnya dan berusaha untuk menyentuhnya.


Namun berkata obor dalam genggamannya, mereka sama sekali tak berani untuk menyentuhnya.


"Aku akan membantu tuan untuk mencarinya." Louis memejamkan kedua matanya dan mulai mencari keberadaan Lusia lewat penerawangannya.



Tak lama ia membuka kedua matanya begitu ia menemukan keberadaan Lusia.


"Bagaimana?"


"Aku tahu dia dimana, akan kubawa tuan menuju tempatnya berada." Louis menyodorkan tangannya.


Rei yang mengerti apa maksudnya lantas menggenggam tangan Louis, kemudian dalam satu kali kedipan mata, mereka sudah berpindah tempat ke dalam sebuah ruangan tua yang tampak begitu gelap nan usang.


Ruangan itu begitu besar dan ada beberapa barang seperti benda-benda mewah yang di simpan guna menghiasi tempat itu, namun semuanya telah berkarat dan usang termakan waktu.


"Lusia!" Rei bergegas lari menghampiri gadis yang terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri di atas salah satu meja di sana. "Lusia?" Rei berulang kali menepuk-nepuk pelan wajah gadis itu, berusaha membuatnya tersadar.


"Sepertinya seluruh energinya di serap oleh kekuatan semua makhluk yang ada di sini," kara Louis.


"Sekarang kita harus bagaimana?"


"Lebih baik kita bawa dia keluar dulu, tuan. Agar energinya tidak terus di serap, keberadaan tuan di sini juga mengundang mereka semua karena energi dalam tubuh tuan yang begitu kuat. Kalau terlalu banyak berada di sini, tuan bisa kehilangan banyak energi dan tak sadarkan diri."


"Kalau begitu bantu aku pindahkan dia keluar dari sini." Rei segera mengangkat tubuh Lusia, membopongnya dan membawanya pergi dari sana.


Dengan kekuatan yang di miliki Louis, mereka segera di pindahkan ke luar dari gedung tersebut.


Louis memindahkan mereka ke lorong dekat taman yang cukup sepi.


"Aku akan membawanya menuju UKS agar dia bisa beristirahat dan memulihkan seluruh energinya," ujar Rei begitu mereka tiba di sana.


"Baik tuan."


"Kau pergilah."


Louis dalam sekejap menghilang dari pandangannya. Rei segera membawa tubuh Lusia menuju ruang UKS yang terletak di dekat ruang perpustakaan. Tempatnya cukup berdekatan satu sama lain, jadi menghemat waktu Rei agar bisa tiba di sana.


Rei melangkah masuk ke dalam ruang UKS, di sana sudah ada dokter jaga yang sedang duduk. Perhatian dokter itu seketika beralih fokus saat Rei tiba dengan menggendong Lusia yang tak sadarkan diri.


"Ada apa ini? Dia kenapa?" tanya dokter itu panik.


"Dia tiba-tiba pingsan, Bu," ujar Rei beralasan. Beruntung otaknya cepat berpikir.


"Astaga, cepat baringkan di sini." Dokter itu segera menyibak tirai yang ada di dekatnya.


...***...