Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 624 - Roh penjaga



...***...


"Apakah kau tahu alasanku di tugaskan untuk menjaga dan menemaninya?"


"Kenapa?" tanya Louis yang sudah mulai bisa sedikit tenang dan bisa menguasai dirinya. Ia menatap lelaki tua itu dengan raut wajah penasaran.



"Aku di tugaskan menjaga tubuhnya, karena sejak lahir, dia berbeda. Dia adalah anak yang rapuh, hatinya mudah terluka, dan fisiknya lemah. Kalau aku tidak ada, maka dia akan bisa bertahan hingga sekarang. Walaupun seperti itu, dia memiliki banyak hal yang tidak dimiliki oleh orang lain. Terutama di keluarganya. Mungkin, nasibnya dari awal selalu kurang beruntung dibandingkan dengan anak lain seusianya. Tapi dia tidak pernah tahu, bahwa semua yang dia alami itu karena dia istimewa…"


"…Dia punya hal yang membuatnya berbeda. Karena dia istimewa, tapi begitu rapuh. Makanya aku menemaninya. Seharusnya, aku menemani dia hingga aku menemukan sosok baru untuk aku jaga. Tapi tidak aku sangka, ternyata tugasku akan selesai lebih awal seperti ini. Padahal, aku berharap bisa menjaganya lebih lama. Setidaknya sampai dia mencapai semua yang dia impikan."


"Maksudmu, kalau tuan meninggalkan…, maka kau tidak bisa membantunya?"


"Aku tidak bisa menghidupkan yang sudah meninggal. Karena tugasku hanya menjaga dan melindungi dari segala marabahaya. Jika tugasku sudah selesai, maka aku akan kembali ke tempat seharusnya."


"Tidak!" Louis mendekat ke arah si kakek tua dan memegangi pundaknya. "Kau tidak bisa diam saja. Kau harus lakukan sesuatu. Jangan biarkan dia meninggal."


"Sudah aku bilang, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Itu semua bukan bagian bagian dari kemampuan dan tugasku."


"Huft~ sudah aku bilang aku tidak bisa." Lelaki itu menghela napas. Rasanya lelah mengatakan kalimat yang sama berulang kali. Terlebih Louis terus saja memasang wajah memelas sambil memohon untuk memintanya menghidupkan kembali Rei. Padahal dia saja bahkan tidak punya kekuatan untuk menghidupkan yang sudah meninggal.


"Aku tidak ingin menghabiskan waktuku sendirian. Tanpa tuan, tidak ada orang yang bisa aku ajak bicara, tidak ada orang yang bisa aku jaga, dan tidak ada yang bisa aku lindungi. Aku bukan apa-apa, tanpa dia…"


"Aku mengerti. Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. Tapi sudah aku bilang. Aku tidak bisa berbuat banyak. Tugasku hanya menjaga, apakah kau paham?"


Louis menatap kedua iris lelaki itu. "Bukankah kau bilang kau di tugaskan untuk menjaga hingga ke generasi selanjutnya?"


"Iya. Tapi itu sudah tidak berlaku lagi karena dia sudah meninggal. Karena Rei sudah meninggal, aku tidak bisa menyelesaikan tugasku. Semuanya berakhir di sini, dan sosok yang kelak harusnya aku jaga pun, sudah tidak ada. Karena semuanya terputus."


"Apa maksudmu? Maksudmu, ada sosok yang harus kau jaga juga di masa depan?"


"Seharusnya aku menjaga anaknya. Tapi semuanya berubah."


...***...