
...***...
Joe menghentikan langkahnya bersama dengan anak buahnya yang sudah mulai kelelahan.
"Me… mereka benar-benar cepat," gumam salah satu pria dengan napas terengah-engah.
"Argh! Kita gagal lagi menangkapnya!" Joe mengacak-acak rambutnya frustasi. Untuk entah yang ke berapa kalinya, mereka gagal untuk menangkap Elvina.
"Kenapa dia tidak terpengaruh dengan kekuatanmu? Apakah dia juga adalah evolver?" Salah satu anak buahnya bertanya.
Joe menatap ke arah pria yang tampak heran itu. "Aku juga tidak tahu, yang pasti ini bukan yang pertama kalinya. Aku sempat bertemu dengannya kemarin, dan dia sama-sama tidak terpengaruh dengan kekuatanku," jelas Joe.
"Sepertinya dia memang evolver sama seperti kita." Yang lain ikut bersuara.
"Tapi yang membuatnya terasa aneh adalah kenapa motornya tidak ikut terpengaruh dengan kekuatan Joe? Bukankah seharusnya motornya berhenti dan tidak bisa bergerak ketika Joe menggunakan kekuatannya?"
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan laki-laki tadi."
"Kita cari tahu mengenai dia. Bisa saja dia adalah evolver yang melarikan diri sama seperti target kita, kalau memang itu benar. Kita harus bergerak cepat untuk menangkapnya."
Joe terdiam mendengar pembicaraan anak buahnya.
Kalau di pikir-pikir, ini memang aneh. Kenapa motor miliknya sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatanku? Apakah dia memiliki kekuatan untuk membuat benda yang di sentuhnya tidak terpengaruh dengan kekuatan menghentikan waktuku? pikir Joe.
Kalau soal dia membantunya… mungkin saja dia sama seperti Derek yang memiliki tingkat pengendalian tubuh yang kuat sampai membuatnya bisa bergerak melawan setiap perintah yang profesor dan tuan berikan. Tapi, bisa jadi juga dia melarikan diri seperti wanita itu, batin Joe. Dirinya mulai diliputi dengan berbagai pertanyaan yang bermunculan mengenai Rei dan keanehan yang terjadi padanya.
"Begini, kalian lebih baik kembali ke markas dan cari tahu mengenai laki-laki tadi. Aku akan tetap di sini dan mencari mereka. Kalau kalian mendapatkan informasi mengenai anak laki-laki tadi, segera hubungi aku. Kita harus bertindak secepat mungkin agar profesor tetap mempercayakan tugas ini pada kita." Joe mengintruksi anak buahnya.
"Aku akan hubungi kalian jika butuh bantuan," ujar Joe. Anak buahnya mengangguk serentak. Detik berikutnya beberapa pria merapatkan tubuhnya ke tubuh rekannya yang lain yang memiliki kemampuan pergerakan cepat. Dalam satu kali kedipan mata, mereka semua lenyap dari pandangan Joe.
Joe menghentakkan tangannya di udara. Dalam satu kali gerakan, keadaan yang semula membeku, kembali seperti semula.
"Lebih baik aku memikirkan cara untuk menangkap mereka. Aku akan menyusun rencana agar kegagalan ini tidak terus berulang." Joe mengepalkan kedua tangannya erat. Detik berikutnya, Joe melangkah pergi meninggalkan tempatnya berada.
...*...
Rei menghentikan motornya begitu merasa kalau mereka sudah cukup jauh dari kejaran Joe dan anak buahnya. Ia berhenti di tepi jalan.
"Sepertinya keadaan sudah mulai aman," gumam Rei. Elvina menoleh ke arah belakang guna memastikan.
"Mereka sudah tidak mengejar kita lagi," ujarnya.
"Syukurlah." Rei menghela napas lega. Elvina bergerak, beranjak turun dari motornya.
"Aku ingin beristirahat sejenak," tuturnya yang kemudian menghampiri salah satu bangku berbahan besi yang berada di tepi jalan dekat taman tempatnya berhenti.
Rei melepaskan helmnya, ia turun dari motornya dan menghampiri Elvina yang sudah lebih dulu terduduk di sana.
...***...