Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 341 - Aku benci padamu!



...***...


"Dimana Lusia?" tanya Rei yang baru saja tiba di sana. Gloria dan Heru mendongak ke arah datangnya suara.


"Dia masih mencari buku di rak di sana." Gloria menjawab sambil menunjuk ke salah satu rak buku tinggi yang letaknya cukup jauh dari tempat mereka duduk.


"Baiklah, terima kasih." Rei menghampiri rak yang ditunjuk Gloria.


"Mereka benar-benar tidak bisa di pisahkan sebentar saja," gumam Heru yang kini menatap ke arah Rei yang terus berjalan hingga sosoknya lenyap diantara deretan rak yang berjejer di sana.


"Ya, begitulah." Gloria menanggapi.


Di sisi lain, Lusia sibuk mengambil dan mengecek setiap buku yang ada di rak dihadapannya.


Ia meraih satu buku dan membukanya.


"Sepertinya ini tidak cocok, mungkin aku harus mencari yang lain." Lusia beranjak menuju rak buku lain yang letaknya tak jauh dari rak buku yang semula ia kunjungi.


Lusia menghentikan langkahnya dan mengambil beberapa buku lalu diceknya.


Sementara Lusia sibuk mencari buku, ia tidak sadar kalau sejak tadi Andrich yang baru saja tiba, terus memperhatikannya dari sisi lain rak buku.


Ia diam dan memperhatikan Lusia yang sedang memegang beberapa buku di tangannya.


Andrich tersenyum simpul menatap Lusia yang masih belum menyadari kedatangannya.


Dia sebenarnya cukup cantik, pikirnya.


Andrich berdiri di dekat sebuah rak, bersandar pada rak yang ada di belakangnya dengan posisi kedua tangan yang terlipat rapi di depan dadanya.


Aku tidak tahu, kenapa aku harus menangkapmu. Padahal kau adalah manusia biasa. Apakah jangan-jangan kau juga akan di ubah menjadi evolver sepertiku? pikir Andrich.



"Aku yakin mereka semua pasti ada di perpustakaan," gumam Melinda pelan. Ia kini berjalan menyusuri koridor, melangkah menuju perpustakaan untuk menemui Rei dan teman-teman yang lainnya.


Tiba di perpustakaan, ia segera mencari keberadaan Rei dan temannya yang lain.


Melinda mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Aku yakin, dia juga ada di sini. Tapi dimana? Melinda melangkah menyusuri rak-rak buku yang ada di sana hingga akhirnya ia menemukan keberadaan Rei yang tengah berjalan mencari Lusia.


Sudah aku bilang dia di sini. Melinda mengulum senyum mendapati Rei yang akhirnya ia temukan.


Melinda melihat Rei yang menghentikan langkahnya. Lelaki itu tersenyum ke arah dimana ia melihat Lusia berdiri di depan sebuah rak buku yang ada di sana.


Melinda mengepalkan tangannya, melihat Rei tersenyum seperti itu pada Lusia membuatnya cemburu.


"Sedang seperti ini saja, dia terlihat sangat cantik," bisik Rei yang dapat di dengar dengan sangat jelas oleh Melinda.


Melinda mengepalkan tangannya erat. Ia menatap tajam ke arah Lusia di sana.


Aku tidak suka kalian bersama. Melinda bergerak menggunakan kemampuan berkamuflasenya hingga membuat sosoknya lenyap menyatu dengan udara.


Melinda berjalan menghampiri tempat dimana Lusia berada. Menghampiri gadis itu lalu berdiri tepat dibelakangnya. Tidak ada yang menyadarinya, termasuk Lusia yang berdiri dihadapannya.


Aku benci padamu! batin Melinda yang kemudian mengulurkan tangannya dan mendorong beberapa buku di rak bagian atas sampai membuat buku-buku di sana berjatuhan.


Lusia yang tak menyadari adanya bahaya, nyaris saja tertimpa buku-buku di sana. Beruntung Andrich bergerak cepat dan menarik tubuhnya hingga membuat Lusia berhasil menghindar dari buku-buku yang berjatuhan.


Brukk!


Semua buku itu berserakan di lantai.


...***...