Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 692 - Sungguh mustahil!



...***...


Setelah memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, Dorothy bergegas mengirimkan wanita itu pesan. Memberitahukan kalau situasi dan kondisinya sekarang ini sedang tidak bagus untuk bicara. Dorothy juga meminta Tiana untuk bicara nanti begitu dirinya sudah selesai dengan urusannya.


Perjalanan dilanjutkan dengan Dorothy yang sepanjang jalan hanya diam tanpa bersuara, sementara Cato sesekali mengobrol dengan Meredith, dan kedua anaknya yang duduk di jok belakang.


Mereka mengantarkan Meredith dan keluarganya hingga ke bandara. Memastikan pesawat yang mereka tumpangi benar-benar terbang. Setelah semua itu, Dorothy dan Cato memutuskan untuk langsung pulang. Hari ini Dorothy memang sengaja mengambil cuti karena dia berniat untuk mulai menyelidiki apa yang terjadi. Selain itu, dia juga ingin menanyakan pada Cato sekali lagi.



Tiba di rumah, Dorothy meminta Joe dan Derek bermain di kamar mereka. Sementara itu, dia langsung masuk ke kamar dengan diikuti Cato di belakangnya. Tiba di dalam sana, dia segera menutup pintu rapat-rapat agar kedua putranya tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


"Ya… akhirnya rumah ini kembali seperti semula. Rasanya sepi karena penghuninya berkurang," gumam Cato yang kini berjalan menghampiri lemarinya. Lelaki itu berniat untuk mengganti pakaiannya sebelum berangkat ke markas Miles dan Martin.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ujar Dorothy.


"Katakan saja, apa yang kau bicarakan? Apakah kau ingin bilang kalau kau minta maaf? Aku sudah memaafkanmu, dan lagipula aku juga tidak akan mungkin menceraikanmu."


Cato menghela napas panjang begitu mendengar ucapan wanita itu. Rasa kesal langsung menghampirinya begitu kalimat itu terlontar dari bibir Dorothy. "Aku tidak ingin membahasnya. Terakhir kita membicarakan soal anak itu, kita bertengkar, dan aku tidak ingin hubungan kita semakin renggang hanya karena dia. Aku ingin hubungan kita seperti semula."


"Tapi itu tidak mungkin! Bagaimana mungkin hubungan kita bisa seperti semula sementara kau sendiri yang sudah menghancurkannya."


"Aku tidak pernah berusaha menghancurkan hubungan kita. Selama ini aku berusaha mempertahankannya, dan justru kau yang selalu berusaha untuk menghancurkannya dengan terus mengungkit-ungkit masalah ini."


"Kau yang memulai masalahnya. Aku hanya tidak ingin terlibat dengan semua itu, dan aku tidak ingin terseret bersama dengan anak-anakku. Jadi aku harus memastikan semuanya baik-baik saja. Aku juga harus memastikan Joe dan Derek aman. Maka dari itu, aku ingin bertanya padamu. Siapa yang bersama Meredith dan suaminya? Anak siapa yang kau berikan pada mereka? Dan kenapa dia bisa memiliki wajah yang begitu mirip dengan Lusia!"


"Sudah aku bilang dia adalah Lusia! Harus berapa kali aku bicarakan hal ini padamu? Harus berapa kali aku jelaskan padamu bahwa aku sudah berhasil menghidupkannya kembali?"


"Tapi itu sungguh mustahil! Kau bukan tuhan, bagaimana mungkin kau bisa menghidupkannya kembali? Ini sungguh tidak masuk akal bagiku. Terlebih aku melihat sendiri bahwa anak itu sudah benar-benar tidak bernyawa ketika aku datang dan menghampirinya di depan pintu itu! Aku tahu, ada hal lain yang sebenarnya coba kau sembunyikan dariku kan? Apa itu? Katakan padaku!"


"Kau bilang tidak ingin terlibat lebih jauh dalam masalahku, tapi kenapa kau justru malah terus mempertanyakan masalah ini?" Cato berbalik. Beradu tatap dengan Dorothy yang kini berdiri di dekat pintu kamar mereka.


...***...