Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 240 - Dia belum sadar



...***...


"Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah tubuhmu masih terasa sakit?"


"Ya beberapa bagian tubuhku memang terasa sakit. Tapi aku baik-baik saja."


"Sungguh?"


"Iya. Dan sepertinya aku harus pergi sekarang sebelum ada yang sadar lalu mencariku. Aku harus pergi ke UKS untuk memulihkan energiku." William berusaha untuk bangkit.


Rei membantunya segera. "Kau yakin akan pergi?"


"Yakin. Dan lebih baik kau pergi, aku tidak ingin kau mendapatkan masalah lain."


"Baiklah. Tapi kau bisa pergi ke ruang UKS sendiri, kan?"


"Tidak perlu cemaskan aku."


"Oke, aku pergi."


Rei dan William berpisah di luar gedung olahraga. Mereka lantas pergi ke tempat masing-masing.


Rei akan kembali ke sekolahnya, sementara William akan pergi ke ruang UKS.


Namun tanpa di sadari oleh keduanya, sejak tadi ada dua orang yang bersembunyi di balik salah satu dinding.


Mereka sejak tadi menyaksikan apa yang terjadi selama Rei dan William menghadapi evolver penjaga yang berusaha menangkapnya.


"K… kau lihat itu?"


"T… tadi itu luar biasa."


"Tidak aku sangka ada orang seperti mereka di dunia ini."


"Itu nyata, kan?"


"Aku sebagai saksinya, dan itu benar-benar nyata."


"Cubit aku. Aww…" ujar salah satunya yang kemudian di cubit keras oleh temannya.


"Lihat? Ini bukan mimpi," kata yang satunya.



...*...


Rei kembali ke tempat dimana ia berpisah dengan kloningnya, lantas menyatukan diri. Setelahnya, ia segera pergi menuju sekolah untuk mengecek keadaan Lusia dan memastikan apakah dia sudah sadar atau tidak.


Rei membuka pintu ruang UKS begitu ia berhasil masuk tanpa di sadari oleh siapapun.


Rei melangkah masuk mengendap-endap seraya memastikan memang tidak ada orang lain di sana selain Lusia yang terbaring tak sadarkan diri, dan Louis yang ia minta untuk menjaganya.


"Dia masih belum sadar?" tanya Rei pada si albino yang sejak tadi duduk di tepi ranjangnya Lusia itu.


"Ya, tuan. Dia belum sadar."


"Syukurlah, aku lega."


"Bagaimana dengan Elvina dan William?"


"Aku sudah menanganinya, tapi ada hal tak terduga yang terjadi," tutur Rei. Ia kemudian menjelaskan apa yang terjadi padanya saat hendak membantu Elvina dan William secara detail pada Louis.


...*...


"Sepertinya lebih baik kalau hari ini, kau pulang saja. Biar aku antarkan kau pulang, dengan begitu kau bisa beristirahat." Leon menoleh pada Elvina. Wanita yang duduk di samping kemudinya itu terduduk dengan keadaan beberapa bagian tubuhnya yang terbalut perban.


"Saya baik-baik saja, pak. Saya masih kuat untuk bekerja."


"Shh… kau selalu seperti ini! Pokoknya kau tidak boleh bekerja, kau harus beristirahat agar bisa cepat sembuh!"


"Tapi, pak…"


"Aku tidak menerima penolakan! Pokoknya kita pulang. Aku akan mengantarmu." Leon menancap gas mobilnya, memacunya lebih cepat.


Elvina terdiam memandangi pria yang menjadi atasannya itu.


Dia benar-benar keras kepala, padahal aku tidak apa-apa. Aku hanya terluka kecil, tapi dia begitu memaksaku untuk pergi ke rumah sakit untuk di obati. Padahal besok pagi juga semua luka di tubuhku akan sembuh. Selain itu, dia benar-benar bersikeras memintaku untuk pulang dan beristirahat. Elvina menghela napas panjang, ia menundukkan kepalanya.


Sepertinya memang lebih baik aku mengikuti keinginannya saja agar dia tidak terus cerewet, pikirnya.


...***...