Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 508 - Melacak jejak



...***...


"Aku sendiri yang akan melakukannya!" Joe beranjak meninggalkan William.


William tidak tinggal diam dan bergegas mengejar pria itu guna mencegahnya untuk datang ke ruangan Elvina.


Sial. Dia benar-benar keras kepala, pikir William yang terus berusaha menahannya.


"Joe, sebentar!" William menarik tangan Joe dengan sekuat tenaga. Hal itu membuat tubuh Joe berbalik arah padanya dengan cukup keras.


William bisa mendengar suara dentingan dari kunci yang ada pada saku celananya.


Ketemu, pikirnya.



"Biar aku saja yang melakukannya. Berikan saja kuncinya," kata William sambil menyodorkan tangan ke arahnya.


Joe menyipitkan kedua matanya. Menatap penuh selidik pada William yang entah kenapa bersikap aneh.


"Apa yang sebenarnya kau rencanakan?"


"Huh?" William menampakkan raut wajah bingung.


"Maksudmu?"


"Kenapa kau bersikap begitu aneh? Apakah ada yang coba kalian rencanakan untuk melarikan diri dari sini?"


Argh, benar-benar sial. Kenapa dia begitu mudah untuk menyadarinya?! William berusaha mencari ide untuk mengelak.


"Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu dengan kakakku lagi. Ada hal lain yang ingin aku bicarakan dengannya, jadi biarkan aku yang mengeceknya. Okay? Lagipula apakah kau tidak memiliki pekerjaan lain?"


Joe terdiam sesaat mendengar celotehan William yang cukup memaksanya untuk percaya sepenuhnya pada lelaki itu.


Setelah terdiam beberapa saat, Joe akhirnya menyetujui ucapannya.


"Baiklah akan aku berikan kau waktu selama sepuluh menit. Jangan lebih dari itu. Okay?" Joe merogoh kantongnya lalu memberikan kuncinya pada William.


William tersenyum. Ternyata sama seperti dugaannya. Kunci yang diberikan Joe berada pada satu gantungan yang sama dengan kunci kamarnya.


"Kalau begitu aku akan pergi ke toilet dulu." Joe berlalu meninggalkan William seorang diri.


William segera melangkah menuju arah lantai dua. Dimana kakaknya berada.


Tiba di sana, ia segera memberikan kuncinya pada Elvina.


"Tunggu sebentar!" Elvina segera masuk dan mencari telecosys milik Joe.


Begitu menemukan benda itu, Elvina segera meraih benda itu dan mengotak-atiknya sebentar.


"Bagaimana?" tanya William yang sejak tadi berdiri di ambang pintu guna memastikan keadaan aman.


"Aku sudah berhasil," sahut Elvina.


Ia sudah tahu tombol mana saja yang bisa mengaktifkan sinyal lokasi yang dimaksud oleh Louis. Pria itu menjelaskan semuanya di Dreaworld semalam.


Elvina menaruh kembali telecosys itu dan segera melangkah keluar.


"Kau harus secepatnya ke dalam ruanganmu agar Joe tidak curiga," bisik William.


"Iya. Aku tahu, kau lebih baik berhati-hati."


"Iya."


Elvina berjalan menuju ruangannya dan mengunci kembali pintunya setelah William mengambil semua piring-piringnya.


Elvina terdiam di dalam ruangannya yang gelap.


Rei, aku berhasil menyalakannya. Selanjutnya kuserahkan padamu.


...*...


"Mereka sudah berhasil," kata Rei pada Lucy dan Aland.


Lucy dan Aland tercengang. Mereka sampai mengedipkan kedua matanya berkali-kali saat Rei dengan begitu mudahnya berkomunikasi dengan Elvina dan William tanpa perlu bantuan alat apapun.


"Baiklah, kami akan secepatnya melacak keberadaan mereka," sahut Lucy yang kemudian segera menghubungi Ethan di London.


"Eth, bisakah kau melacak sinyal lokasi dari alat yang sama yang di gunakan target kita?"


"Akan kucoba," sahut Ethan di seberang sana. Pria itu terdengar mengotak-atik komputernya.


"Ketemu!" ujar Ethan di seberang sana dengan kegirangan.


"Aku berhasil menangkap sinyalnya, Lou. Benda itu berasal dari bagian lain kota Jakarta," katanya.


...***...