Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 509 - Rumah persembunyian



...***...


Rei, Lucy, dan Aland segera bersiap untuk pergi ke lokasi tempat dimana Elvina dan William berada.


Setelah mendapatkan informasi lokasi dari Ethan yang berhasil melacak keberadaannya, mereka harus segera bergerak untuk menyelamatkan Elvina dan William.


Mereka melajukan mesin mobilnya mengisi arahan yang diberikan Ethan di seberang sana.



"Terus awasi lokasinya, dan pastikan dia tidak pagi," tutur Lucy pada Ethan.


"Aku akan terus memantaunya."


"Bagus. Kami akan segera tiba di sana."


Aland menancap gas hingga mereka akhirnya tiba di jalan yang benar menuju rumah persembunyian Joe.


Mereka melaju menuju jalanan sepi yang menembus hutan. Sampai kemudian mereka berhenti di jalan buntu yang tepat berada di tengah hutan.


"Eth, kau masih terhubung dengan kami?" Lucy memastikan.


"Aku masih bisa mendengar kalian."


"Bagus, sekarang kemana kita harus pergi?"


"Dari titik lokasi yang aku lacak, kalian hanya perlu berjalan menuju arah selatan. Lalu kalian akan melihat tempat yang di maksud."


"Baiklah."


Rei, Lucy, dan Aland melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki.


Sejak keluar dari dalam mobil, Rei bisa merasakan kalau Elvina dan William berada di sekitar tempatnya berada dari aura tubuh mereka.


Elvina… panggil Rei dengan telepatinya.


Rei?


Aku, Liana dan Aland sudah sampai di tempat kalian berada. Sebentar lagi, kami akan segera sampai ke tempatmu.


Kami akan segera menjalankan rencana selanjutnya.


Okay.


Rei dan yang lainnya terus melangkah hingga mereka akhirnya menemukan sebuah bangunan rumah yang cukup besar dan terletak tepat di tengah hutan.


"Tempat ini benar-benar ada di tengah hutan," bisik Lucy.


"Kau benar," sahut Aland. Mereka bersembunyi di balik sebuah semak-semak. Menatap ke arah bangunan tua yang mereka lihat.


"Jadi, Elvina dan William ada di dalam sana?"


"Ya." Rei mengangguk saat Lucy menoleh padanya.


"Kalau begitu, kita harus menjalankan rencana selanjutnya. Sepertinya yang sudah kita rencanakan sebelumnya, biarkan aku dan Al yang menyelinap masuk ke dalam rumah untuk membebaskan Elvina dan William."


"Okay. Aku akan menunggu kalian di pintu belakang," kata Rei.


"Iya. Kalau begitu, ayo bergerak."


Lucy, dan Aland beranjak menuju arah bangunan yang dilihatnya. Sementara Rei pergi menuju arah yang berlawanan arah dengan Lucy dan Aland.


Lucy dan Aland menghampiri bagian sisi rumah. Mereka mengecek keadaan terlebih dahulu sebelum memanjat naik ke lantai dua supaya bisa menyelinap masuk.


Di sisi lain, Rei menunggu mereka di pintu belakang. Ia terus memperhatikan Lucy dan Aland yang kini naik dan tiba di lantai dua.


Tiba di lantai dua, Lucy dan Aland segera menghampiri jendela kamar Joe. Ia merogoh sesuatu dari balik kostum hitam ketat yang terpasang di tubuhnya. Mengeluarkan sebuah alat yang kemudian ditempelkan di kaca.


Lucy menekan tombol pada alat yang baru saja ia keluarkan. Alat itu memungkinkan mereka untuk melepas kacanya.


Dalam satu kali dorongan, Lucy dan Aland sudah berada di dalam. Mereka bergegas menghampiri pintu keluar kamar dan mengecek keadaan.


"Ini alat yang di maksud," ujar Aland yang kemudian mengambil telecosys milik Joe yang tergeletak di atas meja nakes yang ada di dekat ranjang tidurnya.


"Bawa alat itu. Mungkin saja kita bisa menemukan petunjuk mengenai Am," ucap Lucy yang diangguki Aland. Pria itu segera memasukkannya.


...***...