
...***...
Salah satu penjaga bergegas bangun dan berusaha memanggil penjaga yang lainnya, meminta mereka membantu mengejar Dorothy.
Di saat yang bersamaan, Dorothy terus berlari mengikuti Tiana bersama yang lain. Mereka melangkah menuju ruangan dimana mesin waktu itu berada. Sayangnya belum sempat mereka tiba di ruangan itu, para penjaga mulai berdatangan dan mengejar mereka.
Beberapa penjaga tanpa sengaja menggiring keduanya ke arah yang berbeda, membuat Joe dan Derek berlari terpisah dengan Tiana dan Rivanno.
Tiana dan Rivanno baru sadar saat mereka benar-benar terpisah jauh. Para penjaga terus mengejar mereka, tapi beruntung mereka berhasil tiba di ruangan yang mereka tuju. Di tempat dimana mesin waktu itu berada. Begitu mereka tiba di dalam sana, Tiana sungguh panik bukan main. Terlebih saat sadar Dorothy dan anak-anaknya terpisah dari mereka.
"Kita harus kembali, kita harus membantu Dorothy dan anak-anaknya."
"Tapi kalau kita keluar dari sini, tidak akan ada waktu. Bisa saja malah kita yang tertangkap!"
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Tidak mungkin kita diam saja di sini, kan?"
Perhatian mereka mendadak beralih pada pintu masuk. Dimana para penjaga mulai berdatangan dan mengepung mereka dari segala arah. Tiana dan Rivanno mulai terpojokkan, mereka sungguh tidak bisa lari lagi. Terlebih sudah benar-benar tidak ada pilihan.
"Kalian terkepung. Kalian tidak akan bisa melarikan diri lagi!" Salah satu penjaga berucap.
Tiana dan Rivanno melangkah mundur secara perlahan. "Apa yang harus kita lakukan?" gumam Tiana cemas.
"Mereka benar-benar mengepung tempat ini..." Rivanno mengedarkan pandangannya dengan otak yang berusaha keras mencari jalan keluar. Para penjaga itu terus mendekat, membuat Tiana dan Rivanno semakin terpojokkan. Kini mereka berdua hanya bisa berjalan mundur secara perlahan.
"Kalian tidak akan bisa lari lagi." Para penjaga itu tersenyum. Mereka sungguh tidak akan bisa melarikan diri lagi dari tangan para penjaga.
"Sekarang kita aman," gumamnya lega.
"Belum. Bagaimana dengan Dorothy dan anak-anaknya? Kita harus keluar bagaimanapun caranya dan membantu mereka pergi dari sini."
"Tapi kita tidak akan bisa bergerak kalau mereka terus berada di dalam."
"Lalu apa? Kita akan terjebak di sini selamanya? Aku tidak ingin itu terjadi." Tiana kian resah. Sementara Rivanno berusaha mencari ide agar mereka bisa benar-benar meloloskan diri.
"Kita kembali!"
"Apa?"
"Hanya itu satu-satunya cara agar kita bisa selamat. Dengar, kita kembali ke tahun dimana kita tinggal, setelah itu kita minta bantuan polisi untuk membantu Dorothy dan yang lainnya. Itu akan lebih baik daripada kita terjebak di sini selamanya!"
"Tapi…"
"Tidak ada pilihan lain, Tiana…" Rivanno berusaha untuk meyakinkan wanita itu. Setelah terdiam beberapa saat memikirkan apa yang harus mereka lakukan, Tiana akhirnya mau tidak mau harus setuju dengan usulannya.
"Baiklah. Kita pergi! Tapi kita harus kembali secepatnya."
"Aku janji."
...***...