
...***...
Dengan teleportasinya, Louis memindahkan mereka ke tepi pantai yang letaknya cukup jauh dari desa.
Rei masih terduduk di atas pasir sambil berusaha mengatur napasnya. Kepalanya yang terasa sakit perlahan mulai membaik, dan Rei mulai sadar dengan apa yang dilihatnya.
Louis masih terdiam sambil memperhatikannya. Ia sama sekali tak berniat untuk menjelaskan apapun sebelum Rei merasa lebih baik.
"A-aku bukan Rei…" gumamnya dengan suara lirih.
Rei mengepalkan kedua tangannya erat. Air mata yang membasahi pipinya tanpa sadar tampak berkilau saat terkena cahaya matahari yang terus bergerak semakin sore.
Louis menundukkan kepalanya.
"Aku bukan Rei. Rei yang asli sudah meninggal, benar kan?" Rei mendongak. Beradu tatap dengan Louis yang kini masih diam membatu di tempatnya. Ia diam untuk sesaat, sebelum akhirnya menghela napas dan menjawab kalimatnya.
"Ya, kau memang bukan Rei," jawab Louis dengan nada pelan.
Rei spontan bangun dan menghampiri Louis. Mencengkram kerah baju lelaki itu.
"Lalu aku ini siapa? Kenapa selama ini aku hidup sebagai Rei? Kenapa…?"
"…Siapa aku sebenarnya? Jelaskan padaku!"
Rei menangis. Entah kenapa dadanya sangat sakit saat mengetahui segala kenyataan ini. Ia menatap Louis yang kini balas menatapnya dengan wajah serius.
Louis berusaha keras untuk menyembunyikan perasaan sedihnya. Ia juga sebisa mungkin terlihat tenang, agar semua penjelasannya dapat di mengerti oleh Rei.
"Kau memang bukan Rei. Tapi kau adalah reinkarnasi kedua darinya."
"A-apa?" Rei terdiam tanpa kata begitu mendengar kalimat yang terlontar dari mulutnya barusan. Ia membatu di tempatnya, seolah tak percaya dengan ucapan Louis.
Reinkarnasi? Rasanya sulit untuk ia percaya.
"Namamu yang sebenarnya adalah Lee Yeon-woo."
Brukk!
Rei jatuh terduduk di bawah kaki Louis. Ia kehabisan kata-kata mendengar ucapan Louis barusan.
"Reinkarnasi kedua dari Rei. Lee Yeon-woo. Anak laki-laki yang lahir dari campuran Korea-Kanada, dan hidup di tahun 2535."
"Semua itu karena aku…"
"Kau…?"
Louis menundukkan kepalanya. Ia mengambil napas dalam-dalam sebelum menceritakan segalanya pada Rei.
...*...
Hutan, satu tahun yang lalu.
2019
Louis mengalihkan perhatiannya saat ia tidak sengaja melihat sebuah cahaya yang keluar dari antara tanaman yang muncul setelah tubuh Rei berubah menjadi tanaman rambat.
Ia mendongak, dan melihat seorang lelaki tua berdiri di sana dengan mengenakan pakaian serba putih.
"Huft~ ternyata, dia sudah pergi…" gumamnya sambil melihat ke arah dimana tubuh Rei semula berada.
"K-kau siapa?" Louis beranjak bangun sambil menatap lelaki tua itu. Ia tidak mengerti kenapa dari tubuh Rei bisa keluar lelaki tua yang bahkan tidak pernah dilihatnya.
"Huh?" Lelaki itu beralih fokus pada Louis. "Kau Louis kan?"
"Bagaimana kau bisa tahu namaku?"
"Aku tahu segalanya. Bahkan alasan kenapa kau muncul pun aku tahu."
"Siapa kau? Kenapa kau keluar dari tubuh tuan?"
"Aku adalah roh yang selama ini ditugaskan untuk menjaganya. Aku di tugaskan secara turun temurun dari nenek moyangnya."
"Apa? Tapi bagaimana mungkin?"
"Kau pasti tidak menyangka kan?"
Louis hanya diam. Ia menatap tanaman dimana Rei tadi menghilang. Rei tidak pernah menceritakan mengenai kakek tua ini sebelumnya.
"Aku, sudah menemani anak ini sejak dia lahir," gumam si kakek.
...***...