Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 526 - Tidak akan beranjak



...***...


"Dia menghilang!" teriak pria itu pada teman-temannya yang lain.


"Apa? Sial!"


"Kemana dia pergi?"


"Bagaimana mungkin dia menghilang begitu cepat?"


"Ini mustahil. Ayo cari sekali lagi di sekitar pulau ini! Aku yakin, mereka masih ada di sini. Karena tidak mungkin mereka hilang begitu saja. Kondisi Derek masih belum stabil, dan lagi Joe tidak akan bertahan selama itu!"


"Baiklah, ayo kita cari!"


Para penjaga itu kembali berlarian, mencari Joe yang hilang entah kemana bersama Derek yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Walaupun tidak ada, tapi mereka yakin kalau kedua orang itu masih berada di sekitar pulau.


"Kita tidak akan beranjak dari sini sebelum kita menemukan mereka!"



...*...


Brukk!


Fero menjatuhkan tubuh Derek di atas ranjang tidur kosong yang tersedia di sana.


"Who is he?" tanya Amanda yang menyadari Fero membawa seseorang bersamanya.


Amanda menghampiri pria itu dan mengecek keadaannya.


"Dia adalah orang yang kami temukan. Dia membutuhkan penanganan cepat," tutur Fero.


Amanda segera mengecek keadaannya. Mengeluarkan stetoskop miliknya dan mulai memeriksa.


Fokusnya tersita saat Joe datang bersama yang lainnya.


"Duduklah di sini!" tutur salah seorang wanita.


Amanda menoleh ke arah Joe.


"Lagi?" tanyanya dengan raut wajah heran. Wanita berjilbab hitam itu menoleh pada Fero.


"Kami menemukan dua orang." Fero mengedikkan bahu.


"Huft~" Amanda menghela napas pelan. Ia beranjak menghampiri Joe.


"Aku akan memeriksamu lebih dulu," tuturnya sambil mendekatkan diri pada Joe.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Amanda yang kemudian menarik diri ke arah Derek dengan Joe yang ikut bersamanya.


"Aku membawanya melarikan diri dari laboratorium, dan kami sempat terjatuh dari tebing. Setelah itu, aku memaksakan diri membawanya berenang hingga kemari," jelas Joe.


"Sebelumnya, apakah dia dalam kondisi tidak sadarkan diri seperti ini?" Amanda memastikan.


"Ya. Dia sempat menelan cukup banyak air. Tapi aku sudah mengeluarkan semuanya, lalu detak jantungnya melemah."


"Akan kuperiksa dia. Kau tidak perlu terlalu cemas, dia akan baik-baik saja," kata Amanda berusaha meyakinkan Joe.


"Aku mohon, selamatkan dia."


"Aku berjanji." Amanda tersenyum simpul padanya.


Amanda beralih fokus pada semua teman-temannya yang sejak tadi berdiri di sana.


"Bisakah kalian tunggu diluar? Aku harus berkonsentrasi," ujarnya.


"Tapi bagaimana jika dia melukaimu?"


"Aku tidak akan melakukan itu!" pungkas Joe dengan wajah kesal. Ia muak terus dicurigai oleh Fero dan teman-temannya.


"Kalian tenang saja. Tidak perlu cemaskan aku. Semuanya akan baik-baik saja," tutur Amanda berusaha meminta mereka agar tidak terlalu cemas.


"Kau yakin?" Fero memastikan.


"Ya. Sungguh."


"Baiklah, kami akan keluar. Tapi jika terjadi apa-apa, teriak saja. Kami akan ada di luar."


"Okay."


Fero dan yang lainnya beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.


Kini hanya tersisa Amanda, Joe dan Derek yang tidak sadarkan diri.


Amanda mulai fokus mengecek kondisi Derek dan memastikan dia baik-baik saja.


Setelah pemeriksaan dan pengecekan pada tubuh Derek, Amanda akhirnya bisa menarik kesimpulan kondisi Derek sudah berada dalam keadaan baik-baik saja.


"Bagaimana?" tanya Joe yang sejak tadi hanya diam memperhatikan.


"Dia baik-baik saja. Aku sudah mengecek kondisi keseluruhan tubuhnya."


...***...