Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 327 - Notifikasi



...***...


Louis, panggil Rei. Pria albino itu seketika muncul di belakangnya. Rei dapat melihat sosoknya lewat pantulan cermin yang ada dihadapannya.


Rei berada di dalam toilet, ia baru saja selesai buang air kecil dan kini sedang mencuci tangannya sekaligus menenangkan dirinya.


Tuan, kenapa tuan tampak resah? Louis menatap Rei dari cermin.


Aku hanya sedang memikirkan tentang keputusan nantinya.


Tuan tenanglah, semuanya akan baik-baik saja.


Mereka akan mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan 'kan?


Ya, pasti tuan.


"Aku jadi lega mendengarnya," gumam Rei sembari menghela napas panjang. "Sekarang, sepertinya lebih baik aku kembali. Kau boleh pergi, terima kasih sudah membuatku lebih tenang."


"Ya, baiklah." Louis hilang dari hadapannya. Rei beranjak keluar dari dalam toilet.


Ia melangkah hendak kembali ke ruang BK untuk mengecek hasilnya, saat sedang berjalan. Secara tidak sengaja seorang gadis menabraknya hingga membuat langkah Rei terhenti.


Gadis itu mendongak, beralih pandang dari layar ponselnya. Ia beradu tatap dengan Rei.


Rei mengerutkan kening, entah mengapa wajah gadis itu mendadak terlihat sumringah ketika Rei beradu dengannya.


"Hai." Alih-alih meminta maaf, gadis itu malah menyapanya dengan senyuman yang terbit di wajah cantiknya. "Oh, ma… maksudku, maaf. Aku tidak melihatmu berjalan dari arah sana."


"Tidak apa-apa, aku juga yang tidak terlalu memperhatikan jalan," sahut Rei.


Fokusnya beralih pada Fadly yang melangkah keluar dari dalam ruang guru bersama dengan seorang siswa laki-laki lain di sampingnya.


"Rei? Apa yang kau lakukan di luar, kau tidak belajar?" Fadly menatap salah satu anak muridnya itu.


"Saya sedang di minta untuk datang ke ruang BK oleh pak Riki," jawab Rei tenang.


"Hanya sedikit masalah kecil, pak."


"Begitu rupanya, baiklah kalau begitu kembali ke kelas secepatnya setelah semua urusanmu dengan pak Riki selesai."


"Baik, pak."


"Dan untuk kalian, ayo pergi." Fadly menatap kedua siswa baru di sisi kiri dan kanannya lalu menggiring mereka pergi dari sana.


Rei terdiam, gadis itu terus saja menatapnya sambil tersenyum. Ia melangkah bersama Fadly dan remaja laki-laki lain yang kemudian berlalu menuju ruang kelasnya.


"Siapa mereka? Apakah mereka siswa baru?" gumam Rei pelan. Ia mengedikkan bahunya acuh. Detik berikutnya, ia melenggang menuju ruang BK untuk mengecek keadaan di sana.



...*...


Tring!


Suara notifikasi seketika bermunculan. Suaranya saling bersahut-sahutan antara ponsel yang satu dengan yang lain, mengisi seluruh isi kelas dengan suaranya.


Perhatian seluruh siswa mendadak beralih pada ponselnya masing-masing. Menunduk bersamaan guna mengecek notifikasi apa yang mereka dapat.


"I… ini." Lusia melongok dengan apa yang baru saja di bukanya. Sebuah notifikasi pesan yang dikirim secara broadcast dari nomor yang sama. Nomor itu mengirimkan sebuah link tautan menuju forum sekolah.


Sebuah berita yang tertulis di forum sekolah. Memberitahukan kalau sekelompok lelaki kelas XI di drop out dari sekolah atas tindakan yang telah mereka lakukan.


"Huh, apa ini?" Lusia bergumam pelan.


"Luar biasa! Benarkah ini?" Gloria menatap tak percaya berita yang dilihatnya. Ia menunjukkan bagian yang dibacanya pada Lusia. "Lihat ini!" Gadis itu menunjuk tulisan yang tertera di sana.


Lusia membulatkan kedua matanya. Mulutnya menganga terbuka sempurna, ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dibacanya.


...***...