Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 371 - Kemunculan tiba-tiba



...***...


"Dia pindah karena Leon yang meminta pak Harrison untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dan membebaskan gadis itu dari utang keluarganya," jelas Elvina.


"Benarkah? Maksudmu, Claretta sudah tidak lagi berurusan dengan Anton?" William tampak terkejut.


"Begitulah yang aku dengar dari Leon."


"Oh… pantas saja aku tidak pernah melihatnya lagi."


"Tapi bukankah itu bagus? Dengan begitu, kau tidak perlu berurusan dengannya lagi, ditambah kau sudah membantu gadis itu untuk terlepas dari perjanjian yang ayahnya buat," komentar Rei.


"Ya," sahut William pelan.


"Omong-omong setelah ini, apa rencana kita selanjutnya?" Rei mengalihkan topik pembicaraan. Ia melihat kedua tangannya di atas meja, beradu tatap dengan kedua sepupunya.


"Ayo ke perpustakaan. Aku sudah sangat lama tidak membaca buku di sana," ujar Elvina.


"Boleh." William menimpali.


"Aku juga setuju," kata Rei.


"Okay, kalau begitu ayo cepat habiskan minuman kalian, baru setelah itu kita pergi," ucap Elvina penuh semangat.



...*...


"Kau sudah menemukan buku yang kau cari?" tanya Gloria pada Lusia saat gadis itu tiba dihadapannya dengan buku di tangannya.


"Ya, akhirnya setelah mencari cukup lama, aku menemukan buku ini." Gadis itu mengambil duduk dihadapannya.


Lusia dan Gloria baru pulang dari mall, mereka baru selesai membeli beberapa barang yang mereka butuhkan, lalu menyempatkan diri untuk membaca di sana.


Gloria kembali beralih fokus pada bukunya, pun Lusia yang kini mulai sibuk membaca buku yang ia cari selama hampir setengah jam itu.


Di sisi lain, tanpa mereka sadari sejak beberapa jam yang lalu Melinda mengikuti mereka sejak dari mall sampai saat ini.


"Sejak tadi aku tidak melihat keberadaan Rei. Apakah mereka memang tidak berencana untuk bertemu? Argh, kalau begini bagaimana caranya aku bisa menangkap Rei kalau dia saja tidak bertemu dengannya? Di tambah, aku tidak bisa menghubungi Joe akhir-akhir ini. Ada apa sebenarnya dengan lelaki itu." Melinda menggerutu pelan.


Ia bersembunyi di balik salah satu rak buku. Beralih fokus pada telecosys di pergelangan tangannya dan berusaha menghubungi Joe lagi, tapi setiap panggilannya sama sekali tak dijawabnya.


Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dua tidak melakukan tugasnya dengan benar? Apakah dia sedang sibuk menangkap Elvina dan William? batinnya.


Tunggu. Melinda menghentikan kegiatannya saat ingatannya mengenai sesuatu, menyita seluruh perhatiannya.


Benar. Kenapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya? Rei itu memiliki insting yang tajam, dan dia akan tahu kalau salah satu orang yang disayanginya sedang berada dalam bahaya. Kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya? Bukankah akan lebih mudah untukku menemukan keberadaan Rei dengan aku melukai Lusia? Melinda menatap Lusia yang duduk bersama Gloria.


Benar, hanya itu caranya agar Rei bisa muncul. Gadis itu merekahkan senyum.


Melinda baru saja melangkah hendak menghampiri Lusia di sana, tapi lebih dulu seseorang mencekal langkahnya.


Melinda beralih pandang pada sang empu yang baru saja mencekal langkahnya. Begitu menoleh, ia mendapati Andrich yang berdiri tepat di belakang dirinya.


Melinda tersentak saat melihat pria itu di sana.


"Andrich," ujarnya tercekat melihat kemunculan tiba-tiba dari Andrich.


"Ikut aku," tukasnya sambil menarik tangan Melinda, menjauh.


...***...