Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 609 - Aku sudah dengar



...***...


"Luna!" Elvina memanggil wanita yang tengah berada di sana dengan beberapa temannya yang lain itu. Mendengar panggilannya, Luna lalu beralih fokus ke arah datangnya suara dan segera menghampiri mereka yang ada di sana.


"Hai, Elvina. Ada apa?"


"Apa yang sedang kalian lakukan? Apakah kalian sedang menyiapkan meja makan untuk makan siang?"


"Iya."


"Bagus, kalau begitu biar aku bantu!"


"Kau ingin membantu?"


"Ya. Boleh kan?"


"Tentu boleh. Kalau begitu ayo!"


Elvina beranjak bangun dari tempat duduknya. "Aku akan membantu mereka dulu. Will, kau bisa jaga Rei sebentar kan?"


"Tentang saja. Aku akan menjaganya."


"Biar aku bantu juga kalian," ujar Rei.


"Tidak, kau masih lemah. Lebih baik kau beristirahat," larang Elvina dan William.


"Baiklah…"


"Liana, ayo!" Elvina beralih fokus pada wanita itu.


"Aku?"


"Iya. Kita membantu mereka. Kita bantu Amanda juga."


"Okay."


Lucy beranjak bangun dari tempatnya. Berusaha memenuhi permintaan Elvina.


"Kalau begitu biar aku bantu juga. Siapa tau kalian butuh tenaga tambahan." Aland beranjak bangun. Lalu mereka melangkah bersama meninggalkan Rei dan William yang sekarang sedang asyik duduk di halaman kamar tempat Rei tadi terbaring.



William dan Rei terdiam memperhatikan orang-orang yang kini sedang sibuk di tengah lapangan sana. Mereka sibuk menyiapkan meja besar untuk mereka makan siang.


William tersenyum, entah kenapa rasanya seperti Dejavu melihat orang-orang bekerja di sana.


"Rasanya seperti kembali ke tahun lalu," gumamnya pelan.


"Tahun lalu?" ulang Rei tanpa menoleh.


"Iya. Saat aku dan El melarikan diri dari laboratorium. Kami bersembunyi di desa yang sama, namun di pulau yang dulu."


"Jadi, kalian bertemu mereka di pulau seberang?"


"Iya. Saat itu aku dan El benar-benar mencemaskan keadaanmu, dan berharap bisa bertemu denganmu secepatnya. Kami bahkan sampai tidak bisa tenang." William teringat akan kejadian satu tahun yang lalu.


"Maaf karena sudah membuat kalian jadi seperti ini…"


"Tidak perlu meminta maaf, karena itu bukan salahmu. Meskipun kejadian kau melarikan diri dari rumah tidak pernah terjadi, pada akhirnya aku dan El akan tetap menjadi evolver. Seperti yang El bilang, kami memang sudah diincar sejak awal."


"Ya…, aku sudah dengar."


"Lalu, bagaimana dengan ingatanmu?" William mengalihkan perhatiannya pada Rei. Ia sungguh penasaran bagaimana dengan ingatan lelaki itu. "Kau sudah bisa mengingat semuanya?"


"Tidak." Rei menggelengkan kepalanya pelan. "Hanya beberapa kejadian, dan setiap aku ingat…, rasanya begitu sakit. Maaf karena aku belum bisa menceritakan semuanya padamu dan El…"


"Tidak apa-apa. Kau harus benar-benar siap sebelum menceritakan semuanya padaku dan Elvina."


"Iya. Terima kasih karena kalian selalu mengerti aku."


"Sudah seharusnya. Kita kan sepupu." William tersenyum ke arahnya.


Rei hanya membalasnya dengan seulas senyum.


Sejurus kemudian, fokus Rei dan William kembali beralih pada Elvina dan yang lainnya yang sedang sibuk di sana.


Rei dan William melihat Elvina serta Lucy yang sedang menyiapkan meja makan. Merapikan setiap alat makan yang ada di sana hingga benar-benar tersusun rapi.


"Selesai!" Elvina tersenyum simpul menatap meja yang pada akhirnya selesai mereka siapkan. Sekarang meja yang terlihat rapi itu sudah benar-benar siap untuk mereka tempati untuk makan siang.


...***...