
...***...
"Telekinesis? Apakah hal semacam itu benar-benar ada?"
"Yup, memangnya kenapa kau tidak percaya? Bukankah kau sudah melihatnya sendiri? Tadi malam, bahkan barusan juga kau melihatnya."
"Tidak, aku yakin ini pasti bukan telekinesis. Kau pasti memiliki kekuatan super, kan?"
"Astaga nona, apakah kau hidup dalam dunia komik? Atau kau berhalusinasi? Aku bukan manusia super. Memangnya kau pikir aku memilih pakaian menggelikan dengan ****** ***** yang aku kenakan di luar? Memangnya aku berpenampilan seperti itu?" Derek berusaha membuatnya yakin kalau itu bukanlah kekuatan super.
"Aku yakin kau adalah manusia super!" keukeuhnya.
Derek menghiraukan ucapannya. Ia menghampiri sofa tempat dimana kemarin ia menaruh jas lab nya. Ia mengenakan kembali benda itu, tanpa lupa mengenakan sarung tangan karet guna melindungi kulitnya dari cairan yang hendak ia racik kembali. Masih ada beberapa hal yang harus ia pastikan untuk membuat penemuannya benar-benar sempurna.
"Kau pasti manusia super, kan?" Pricilla kembali meyakinkan diri. Ia menghampiri Derek dan mengikuti setiap pergerakan lelaki itu, berjalan di belakangnya sambil terus mendesaknya untuk menjawab 'ya.'
"Biar aku tegaskan padamu sekali lagi. Aku bukanlah manusia super, dan kalau kau kemari hanya untuk menggangguku, lebih baik kau pergi. Aku memiliki banyak pekerjaan sekarang ini!" Derek mengusirnya.
"Aku tidak akan pergi! Aku yakin kau adalah manusia super!"
Derek mengusap wajahnya kasar. Ia kemudian menatap kesal ke arah wanita yang begitu ngotot itu
"Pertama, beberapa waktu lalu aku bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak sengaja aku tabrak hingga dia terluka sangat parah. Bahkan tubuhnya terpental jauh, tapi dia masih bisa bangun dan mengendarai motornya. Lalu kedua, kemarin bahkan tadi aku melihatmu menggunakan kemampuanmu! Aku semakin yakin kalau manusia super sepertimu itu ada!" Pricilla menjelaskan.
Apakah jangan-jangan lelaki yang dia tabrak adalah seorang evolver? Makanya dia ngotot seperti ini? Kalau dia memang seorang evolver maka tidak heran kalau dia sampai mengira pria itu adalah manusia super, pikir Derek yang mendadak melamun.
"Halo? Kau masih di sana? Kenapa kau malah melamun?!" Pricilla menyadarkan Derek dari lamunannya.
"Huh? Oh, kau benar-benar keras kepala. Aku bukan manusia super, sudah aku bilang kalau aku hanya memiliki kemampuan telekinesis!"
"Jika kau memang seorang manusia dengan kemampuan telekinesis, maka kau tidak akan bisa menggerakkan benda seperti tadi dengan begitu mudahnya! Lagipula seseorang dengan kemampuan telekinesis hanya bisa menggerakkan benda secara perlahan, tidak semulus yang kau lakukan. Jadi berhenti mengelak dan katakan saja yang sejujurnya!" Pricilla menunjuk-nunjuk Derek.
"Dengar nona! Aku sudah menguasai kemampuanku, maka dari itu aku jadi bisa dengan mulus menggerakkan semua benda itu!"
"Aku yakin tidak! Jelaskan padaku, kau adalah manusia super 'kan? Lalu orang-orang yang semalam mengejarmu itu apa? Mereka pasti berusaha menangkapmu karena kau adalah manusia super, kan?" Pricilla keras kepala.
Derek menghela napas berat. Ia benar-benar kesulitan mengatasi Pricilla dengan kekeras kepalaannya.
"Ayolah katakan padaku! Aku hanya ingin memastikan bahwa itu benar. Kau adalah manusia super, kan?" Pricillia meraih tangan Derek.
...***...