
...***...
Elvina bersembunyi di balik salah satu pohon kelapa yang ada tak jauh dari salah satu rumah penduduk desa. Elvina memperhatikan Amanda yang berdiri di tepi pantai sambil terus mengotak-atik laptopnya.
Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan? Kenapa setiap malam dia selalu keluar dan pergi menuju pantai? Sikapnya benar-benar aneh, apa yang sebenarnya di sembunyikan Amanda dari semua orang? pikir Elvina sembari terus menatap Amanda lekat dari arahnya. Wanita itu tampak sibuk dengan layar laptopnya, mengutak-atiknya berulang kali seraya sesekali mengangkatnya ke udara seperti tengah mencari sinyal.
Ada yang tidak beres dengan wanita Inggris itu, batinnya. Fokus Elvina sekilas beralih pada suara yang di dengarnya.
Elvina menoleh ke arah suara yang di dengarnya. Di desa, Elvina melihat beberapa orang wanita berlari kencang menuju arah hutan.
Elvina mengerutkan kening, "Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka berlari dengan tergesa-gesa seperti itu menuju hutan?" gumamnya pelan.
"Tidak. Untuk sekarang aku lebih baik fokus memperhatikan Amanda, dia benar-benar bersikap aneh semenjak pertemuan kita kemarin." Elvina kembali mengalihkan fokusnya ke arah Amanda dan terus memperhatikannya.
Tak selang beberapa menit, Elvina kembali mendengar suara keributan. Kali ini berasal dari desa. Beberapa orang wanita berteriak menyerukan nama Dorothy dan memintanya untuk keluar. Elvina kemudian melihat mereka semua berlari kembali menuju hutan dengan di temani oleh Dorothy.
Elvina sempat bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya tengah mereka lakukan, dan ia hendak mengeceknya. Tapi lebih dulu langkahnya terhenti begitu Amanda mulai beranjak dari tempatnya.
Amanda melangkah menuju desa. Elvina kembali mengikutinya secara diam-diam dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menciptakan suara sedikitpun yang mampu menyita perhatian Amanda.
Pintu kamarnya sedikit terbuka, menyisakan celah yang membuat siapapun dapat mengintip ke dalam kamar.
Amanda terlihat mendekat ke arah pintu dan mulai mengintip sejenak sebelum kemudian mendorong pintu itu dan melangkah masuk.
Elvina membelalakkan mata begitu ia melihat apa yang baru saja terjadi. Ia tidak menyangka kalau Amanda bisa seenaknya masuk ke dalam kamar orang lain, terlebih lagi orang itu adalah orang yang lebih tua darinya.
"Apa yang dia lakukan." Elvina mempercepat langkahnya menuju kamar yang dimasuki Amanda. Tiba di sana, ia mengintip sejenak guna mengetahui apa yang tengah dilakukan wanita itu.
Amanda di dalam sana berdiri. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kemudian berjalan menghampiri lemari dan menggeledah isinya. Elvina semakin terkejut dengan yang terjadi, ia spontan mendorong pintu itu hingga dirinya dapat melihat dengan jelas isinya.
"What are you doing here!" tutur Elvina tak bersahabat. Amanda menoleh ke arah Elvina yang berdiri di sambang pintu. Raut wajahnya datar, ia tampak sama sekali tidak terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba.
"Nothing," sahutnya santai. "Aku hanya mencari Dorothy, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan," tuturnya dalam bahasa Inggris.
Amanda menghampiri satu meja. Ada beberapa bingkai foto di sana yang kemudian salah satunya di ambil Amanda dan di pandangnya lekat.
Elvina mendekat ke arahnya dan mencengkeram pergelangan tangan Amanda erat. "Kau tidak sopan!" tukas Elvina seraya menatapnya tajam.
...***...