The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Kenyataan



Setelah dibujuk, akhirnya Fida mau mengalah. Dia harus menahan keinginannya itu jika dia tidak ingin menyesal karena melewatkan hal yang penting dalam hidupnya, yaitu prosesi lamaran. Mama Tari bahkan harus ikut membujuk Fida agar mengurungkan niatnya menemui sang papa saat itu. Mama Tari menjelaskan jika Reyhan sudah dianggap sebagai putranya sendiri. Jadi, mama Tari dan papa Mike akan bertindak sebagai orangtua Reyhan untuk melamar dirinya.


Berhubung nanti malam mama Tari dan papa Mike masih ada kepentingan, acara lamaran pun akan dilaksanakan besok malam. Fida hanya bisa pasrah menuruti keinginan mertua Vanya tersebut.


Beberapa saat kemudian, acara launching produk terbaru dari perusahaan papa Mike sudah dimulai. Rangkaian acara pun mulai bergulir. Saat Celina hilir mudik di atas panggung, Vanya, Kenzo dan Reyhan pun saling pandang. Tanpa menyuarakan isi pikiran mereka, semua memiliki pemikiran yang sama. 


Kurang lebih dua jam kemudian, acara sudah benar-benar berakhir. Banyak tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada papa Mike atas peluncuran produk terbaru perusahaan mereka. Setelah acara benar-benar berakhir, papa Mike meminta seluruh crew dan para pengisi acara untuk bergabung bersama pada sebuah ruangan lain di samping aula tersebut. Papa Mike ingin mengucapkan terima kasih atas kelancaran acara yang baru saja selesai tersebut. 


Tak terkecuali Celina beserta dua orang model lainnya juga ikut bergabung. Saat itu, dia benar-benar merasa sangat bahagia bisa ikut berpartisipasi dalam acara perusahaan sebesar Abram Corp. Saat di panggung tadi, Celina sempat melihat Kenzo dan juga Vanya berada di sana. Namun, tak lama kemudian mereka sudah tidak terlihat lagi karena Vanya merasa kelelahan. Kenzo memesankan kamar di hotel tersebut dan mengajak Vanya untuk beristirahat.


Papa Mike mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengisi acara yang sudah bekerja keras hari itu. Beliau sangat bahagia acara dapat berjalan lancar. Papa Mike juga memberikan banyak bonus untuk mereka. Para pengisi acara sangat senang sekali menerimanya.


Pada saat acara sambutan tadi, papa Mike juga menjelaskan jika produk terbaru perusahaannya tersebut, nantinya akan bekerja sama dengan Zoe Corp (Perusahaan Kenzo). Namun, saat itu Kenzo tidak bisa naik ke atas panggung karena menemani Vanya di dalam kamar hotel.


Kenzo dan Vanya yang sudah cukup beristirahat langsung ikut bergabung dengan para penanggung jawab acara. Dan, disini lah mereka berada. Kenzo dan Vanya berjalan memasuki ruangan tersebut bersama-sama. Celina yang melihat kedatangan Kenzo dan Vanya pun cukup terkejut. Dia mulai berpikir mengapa Kenzo dan Vanya ada di sana.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Kenzo dan Vanya. Tatapan mata mereka saling bertemu. Celina mengerutkan keningnya saat melihat Kenzo menggandeng Vanya berjalan menuju arah papa Mike dan mama Tari.


Papa Mike dan mama Tari langsung tersenyum menyambut kedatangan anak dan menantunya tersebut.


"Baiklah, seperti yang sudah saya janjikan saat acara briefing tadi pagi, saya akan memberikan bonus untuk kalian pada akhir acara. Bonus ini sebagai bentuk terima kasih saya atas bantuan kalian semua dan juga sebagai ungkapan rasa syukur terhadap kehamilan menantu saya. Saya minta doanya agar kehamilan menantu saya ini sehat-sehat sampai proses kelahirannya juga berjalan lancar."


Semua crew acara yang berada di sana bersorak gembira. Mereka sangat bahagia mendapatkan bonus dari papa Mike. Tak lupa juga mereka mendoakan kehamilan Vanya agar selalu sehat dan lancar sampai proses kelahiran.


Sementara Celina yang masih diam mematung berusaha untuk mencerna penjelasan tadi. Dia sedikit bergeser pada seorang crew senior wanita yang berdiri di sampingnya. 


"Apa maksud perkataan tuan Mike tadi? Menantu? Siapa menantunya tuan Mike?" Tanya Celina sambil berbisik.


Crew senior tersebut menoleh menatap Celina sekilas sebelum menjawab pertanyaannya.


"Itu, yang berdiri di dekat nyonya Tari adalah menantu tuan Mike, nona Vanya. Dia adalah istri dari tuan Kenzo." Jawab wanita tersebut.


Seketika Celina membulatkan mata dan mulutnya terkejut. Dia masih menatap wajah wanita yang ada di sampingnya tersebut, seolah-olah dirinya telah mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal.


"A-apa maksud kamu? Ke-Kenzo siapanya tuan Mike?" Tanya Celina.


Wanita tersebut kembali menoleh menatap wajah Celina dengan tatapan tidak suka. 


"Jaga bicaramu! Yang sopan jika memanggil atasan. Tuan Kenzo memang putra pertama tuan Mike. Dia memang tidak bekerja di kantor papanya. Tuan Kenzo mendirikan perusahaan sendiri yang cukup besar tanpa campur tangan orang tuanya." Kata wanita tersebut.


Celina yang mendengar penjelasan wanita tersebut menjadi sesak napas. Dia benar-benar tidak menyangka jika Kenzo adalah putra seorang Michael Abram, pengusaha yang sangat diperhitungkan saat ini. Celina merasa sangat bodoh karena telah melewatkan ladang emas yang siap di dulang sejak SMA dulu.


Beberapa saat kemudian, acara tersebut benar-benar berakhir. Seluruh crew dan pengisi acara segera membubarkan diri. Tak terkecuali Celina. Namun, dia masih mencari-cari keberadaan Kenzo. Entah apa niat nya mencari Kenzo saat itu.


"Ehem, Zo?" Sapa Celina.


Kenzo yang semula tengah memainkan ponselnya pun mendongak dan menatap wajah Celina yang berada di depannya.


"Ada apa?" Tanya Kenzo datar.


"Ehm, a-aku . . . ." Belum sempat Celina menyelesaikan perkataannya, Kenzo sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Aku tahu kamu mau ngomong apa. Aku juga tahu kamu sudah mengetahui siapa aku sebenarnya. Kamu mau bilang menyesal dulu pernah menolakku dan sekarang mau masuk ke dalam hidupku lagi karena aku anak papa Mike? Ccckkk, otak dangkal yang sangat mudah ditebak." Cibir Kenzo.


Celina merasa terkejut saat mengetahui Kenzo bisa menebak isi pikirannya.


"Zo, a-aku. . . ." 


Nggak usah banyak ngomong lagi, Cel. Aku sudah tidak mau ada urusan lagi denganmu. Aku bersyukur saat itu ternyata rasa yang aku miliki hanya sebatas kekaguman. Kamu telah berhasil mengubah rasa itu menjadi seperti sekarang ini. Jauh-jauh dari hidupku dan keluargaku, Cel! Aku pastikan kamu akan menyesal jika sampai berani mengusik keluargaku, terutama istriku. Jika aku tahu kamu berusaha untuk melakukan hal-hal picik terhadap keluargaku, aku pastikan kamu akan menyesalinya." Kata Kenzo.


Belum sempat Celina menjawab perkataan Kenzo, tiba-tiba Vanya sudah berada di samping sang suami.


"Maasss, ada apa?" Tanya Vanya sambil melingkarkan tangannya pada lengan Kenzo. Vanya menoleh menatap Celina yang berada tak jauh dari suaminya.


"Eh, ada tante. Sudah selesai acaranya tadi?" Kali ini Vanya masih menatap wajah Celina.


Celina yang mendengar perkataan Vanya menjadi sangat geram. Dia menatap wajah Vanya dengan tatapan nanarnya.


"Jaga mulutmu. Jangan memanggilku tante!" Bentak Celina. "Kamu hanya orang baru yang masuk di kehidupan Kenzo. Asal kamu tahu, sejak dulu Kenzo sudah menyukaiku." Lanjut Celina sambil tersenyum sinis.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=


Maaf ternyata jadi dua part lagi


Scroll kebawah ya