
Beberapa hari yang lalu, Revina sudah menghubungi Fara dan keluarganya untuk mengadakan pertemuan. Mereka harus membicarakan rencana pernikahan putra dan putri mereka.
Dan, disinilah keluarga Cello dan Shanum berada, di sebuah restoran milik oma Vanya yang saat ini dipegang oleh Fara. Ada Cello, El, Fara, Bian, Revina dan juga Shanum. Para kakek dan nenek mereka tidak ikut bergabung karena tidak kuat dengan udara malam yang kebetulan saat itu sudah memasuki musim penghujan.
Mereka memesan makan malam terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan tentang pernikahan Cello dan Shanum.
"Jadi, kalian sudah benar-benar yakin untuk tidak mengadakan resepsi pernikahan saat ini?" tanya mommy Fara kepada Cello dan Shanum.
"Iya, Mom. Kami sudah membicarakannya sebelum ini," jawab Cello.
Ya, dia memang sempat bertemu dengan Shanum beberapa hari yang lalu untuk membicarakan masalah itu. Cello juga setuju jika mereka tidak mengadakan resepsi pernikahan saat ini. Mengingat mereka masih sangat muda. Apalagi, Shanum juga baru lulus SMA dan akan memasuki dunia perkuliahan. Mereka tidak ingin ada suara yang tidak mengenakkan nanti jika ada yang mengetahui Cello dan Shanum sudah menikah.
"Lalu, apa kalian nanti akan menyembunyikan pernikahan kalian?" Kali ini daddy El yang bertanya.
Seketika Cello dan Shanum saling pandang. Dari tatapan mata mereka, sepertinya hal itu juga sudah dibicarakan.
"Ehm, tidak, Om. Kami sudah sepakat untuk tidak menyembunyikan pernikahan kami. Tapi, kami juga sepakat untuk tidak mempublikasikan. Jika ada yang bertanya, kami pun akan menjawab jujur. Hanya saja, kami tidak akan mengumumkannya," jawab Shanum.
Keempat orang tua yang berada di sana hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka bisa menerima pendapat Cello dan Shanum. Setelahnya, pembicaraan tentang rencana pernikahan Cello dan Shanum dimulai. Mereka berencana untuk melangsungkan acara tersebut sepuluh hari lagi, bertepatan dengan ulang tahun Shanum yang ke delapan belas.
Pertemuan kedua keluarga tersebut diakhiri dengan kesepakatan jika semua keperluan dan perlengkapan acara pernikahan Cello dan Shanum akan diserahkan kepada wedding organizer, tepatnya wedding organizer milik Kiara, istrinya Zee, sahabat daddy El.
Keesokan harinya, Shanum beserta sang mama pergi mencari souvenir pernikahan. Pilihan jatuh pada gerai souvenir milik Keyya, istri atasan Bian, Kaero Alasta. Sebelumnya, Shanum dan sang mama sudah menghubungi Keyya terlebih dahulu.
Siang itu, mereka sudah sampai di gerai souvenir milik Keyya. Revina segera mengajak sang putri untuk menemui pemilik gerai souvenir tersebut. Siapa lagi jika bukan Keyya.
"Selamat siang, Bu," sapa Revina saat sudah berada di ruangan Keyya.
"Eh, selamat siang. Mari, silahkan masuk," kata Keyya sambil mempersilahkan Revina dan juga Shanum.
Kini, mereka bertiga sudah duduk di sofa yang berada di ruangan Keyya.
"Waahh, benar-benar tidak menyangka jika Shanum sudah mau menikah," kata Keyya.
Revina hanya bisa terkekeh setelah mendengar perkataan Keyya.
"Semakin cepat semakin baik kan, Bu. Biar saat dapat cucu, kita masih muda. Seperti Bu Keyya ini," jawab Revina.
Seketika Keyya langsung terkekeh sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Benar juga, apalagi jika cucunya seperti putranya Sean. Aktifnya benar-benar membuat mami dan papinya ikut-ikutan riweuh," jawab Keyya sambil terkekeh.
"Lho, putranya mas Sean ikut Anda dan pak Kaero, Bu?" Tanya Revina.
"Iya. Sean dan Istrinya kan sedang melanjutkan S2 di Jepang. Daripada ikut orang tuanya, lebih baik di sini dengan kami,"
Revina yang baru mengetahui hal itu hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelahnya, mereka langsung membahas souvenir yang akan diberikan kepada para tamu undangan pada pernikahan Shanum dan Cello.
Shanum dan juga sang mama terlihat beberapa kali diskusi hingga terakhir pilihan mereka jatuh pada set mug couple yang unik.
\=\=\=\=
Mohon dukung karya ini dengan klik like, komen dan juga vote. Agar othor e semangat up. Scroll 👇