The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.4



Menjelang tengah malam, Fara terbangun dari tidurnya. Dia merasa ingin buang air kecil. Fara menoleh menatap jam dinding. Lima belas menit lagi menjelang tengah malam. Fara mengedarkan pandangannya ke arah sofa bed, namun dia tidak menemukan siapapun di sana. 


Kemana perginya kak El? Batin Fara. Dia mengedikkan bahunya tidak peduli. Fara segera memencet tombol yang ada di samping tempat tidurnya. Dia ingin meminta bantuan perawat untuk menuntunnya ke kamar kecil, karena tidak mungkin dia berjalan sendiri ke sana. Lututnya masih belum memungkinkan untuk berjalan.


Tak berapa lama kemudian, datanglah seorang perawat laki-laki. Fara mengerutkan keningnya saat melihat perawat tersebut berjalan mendekatinya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya perawat tersebut.


"Ehm, bisa minta tolong perawat perempuan untuk datang kemari? Saya ingin buang air kecil." Jawab Fara sambil menahan malu.


"Oh, bisa. Mohon tunggu sebentar. Saya akan meminta perawat perempuan untuk datang ke sini." Jawab perawat laki-laki tersebut sambil permisi keluar ruang rawat inap Fara.


Tak berapa lama kemudian, datanglah seorang perawat perempuan sambil mendorong sebuah kursi roda. Fara mengernyitkan keningnya saat melihat perawat tersebut datang sambil mendorong kursi roda.


"Harus pakai kursi roda, Sus?" Tanya Fara.


"Sebaiknya begitu, Mbak. Kakinya belum boleh banyak bergerak. Apalagi untuk menyangga tubuh." Jawab perawat tersebut. Fara menganggukkan kepalanya mengerti. Dia menuruti semua instruksi dari perawat tersebut.


Perawat tersebut segera membantu Fara untuk turun dari tempat tidur dan duduk di atas kursi roda pelan-pelan. Setelahnya, perawat tersebut langsung mendorong kursi roda Fara menuju kamar mandi. Mereka sedikit kesulitan saat Fara hendak melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi. Lutut Fara terasa sangat sakit saat berdiri tegak. Alhasil, dia sedikit menekuk kakinya agar tidak terlalu sakit.


Dengan susah payah, Fara berhasil masuk ke dalam kamar mandi. Sementara perawat wanita tersebut menunggu Fara di luar pintu kamar mandi. Saat sedang menunggu Fara menyelesaikan hajatnya, tiba-tiba pintu kamar rawat inap tersebut terbuka. Seketika perawat tersebut menoleh menatap orang yang baru saja datang. 


Ya, El adalah orang yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat inap tersebut. Dia baru saja dari kantin rumah sakit untuk membeli kopi 


"Siapa kamu?" Tanya El sambil mengernyitkan keningnya.


"Eh, maaf Tuan. Saya sedang membantu pasien untuk pergi ke kamar mandi. Pasien hendak buang air kecil. Karena kaki pasien masih tidak boleh banyak bergerak dan menopang tubuh, maka harus didampingi jika hendak ke kamar mandi." Jelas perawat tersebut.


El mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia juga sudah diberitahu oleh dokter tentang hal itu.


"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang. Biar aku yang menunggunya." Kata El.


Perawat tersebut segera mengangguk mengiyakan. Dia segera pamit untuk kembali ke ruang jaga.


"Terima kasih." Kata El saat perawat tersebut melewatinya. 


Setelahnya, El menunggu Fara di depan pintu kamar mandi. Dia bisa mendengar bunyi air dari kloset yang menandakan Fara sudah menyelesaikan hajatnya. El masih menunggu sampai Fara meminta bantuannya.


"Sus, ini sudah selesai. Bisa tolong bantu kembali ke atas tempat tidur? Kakiku sakit untuk berjalan." Teriak Fara dari dalam kamar mandi.


El yang mendengarkan dari luar kamar mandi pun menimbang-nimbang untuk masuk. Dia meyakinkan diri jika Fara sudah selesai dan sudah berpakaian lengkap.


Ceklek.


"Lho, kak El? Kemana perawat tadi?" Tanya Fara sambil berusaha melongokkan kepalanya keluar kamar mandi.


"Aku sudah menyuruhnya kembali. Ayo, aku bantu kembali." Kata El.


Fara terlihat panik. Bagaimana mungkin El akan membantunya. Dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki kanannya. Lutut kanannya itu akan sangat sakit sekali jika digunakan untuk berjalan. Fara mengerutkan keningnya sambil menggigiti bibir bawahnya.


El yang melihat tingkah Fara pun mengerutkan keningnya.


"Ada apa?" Tanya El.


"Ehm, a-aku tidak bisa menggerakkan lutut kananku, Kak." Jawab Fara sambil menundukkan kepalanya.


El mengamati kaki kanan Fara. Terlihat jika Fara tengah mengangkat kaki kanannya dengan sedikit ditekuk. Mungkin masih sakit. Batin El.


El segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi tersebut. Tanpa berkata apa-apa, dia langsung membopong tubuh Fara dan membawanya ke atas tempat tidur.


"Kyyaaaaa, Kak. Kenapa begini. Jangan menunduk! Jangan melihat ke bawah." Teriak Fida sambil tangan kirinya mengangkat botol infus tinggi-tinggi, sedangkan tangan kanannya melingkar pada leher El.


Seperti orang kebanyakan saat mendengar larangan, bukannya menuruti perkataan Fara, El malah melakukan hal yang dilarang olehnya. Seketika kepalanya menunduk. Betapa terkejutnya dia saat melihat sesuatu yang tidak seharusnya.


"Astagaa, kenapa tidak pakai kacamata!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mohon dukungan dengan klik like, komen dan vote ya.


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda


Terima kasih.