The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.78



Setelah saling mengejek, akhirnya Zee dan El beranjak ke ruang rapat. Fajar juga langsung mengikuti kedua sahabat tersebut menuju lantai delapan gedung GC.


"Pasti Fara yang meminta Lo pakai pakaian formal seperti ini?" Kata Zee sambil menahan senyumannya.


"Ccckkk, memangnya siapa lagi yang melakukannya jika bukan dia." Jawab El sambil mendengus kesal.


Zee masih berusaha menahan tawanya sambil keluar dari lift.


"Akhirnya bucin juga lo. Sekarang, lo bisa ngerasain sendiri bagaimana rasanya. Belum lagi jika nanti lo sudah punya anak. Pasti bakalan nambah tuh bucin. Hahahaha." 


El benar-benar tak berkutik mendengar ejekan sang sahabat. Memang benar jika dirinya sekarang merasakan hal seperti itu. Bawaannya menuruti keinginan sang istri dan ingin selalu membuatnya bahagia. Entah apa ini efek aktivitas malam mereka atau karena memang murni karena rasa yang sudah mulai ada. El benar-benar tidak bisa menjelaskannya.


Hari itu, El dan Zee benar-benar membahas pekerjaan dengan serius. Daddy Ken sempat menemui mereka sebentar sebelum meninggalkan kedua sahabat tersebut sambil menggendong baby G. Ya, hari itu baby G memang ikut ke kantor bersama dengan Zee. Namun, baby G memilih bermain dengan papanya (baca kakek, ya).


Menjelang makan siang, El dan Zee sudah sepakat dengan rencana kerja sama mereka. Mereka merencanakan untuk makan siang bersama. Fajar yang saat itu ikut bersama mereka pun terpaksa ikut makan siang.


"Pak, eh Mas El, saya buka meja sendiri saja ya. Saya tidak enak makan gabung seperti ini." Kata Fajar sambil masih berdiri di samping El.


"Tidak enak kenapa? Sudah, tidak usah macam-macam. Gabung saja disini." Kata El.


Mau tidak mau, Fajar menuruti permintaan atasannya tersebut. Dia mengambil posisi duduk disebelah El yang duduk berhadap-hadapan dengan Zee. Setelahnya, mereka langsung memesan makan siang.


"Kamu sudah menikah, Jar?" Tanya Zee.


"Ehm, sudah Mas." Jawab Fajar sambil mengangguk dan tersenyum.


"Eh, serius sudah menikah? Kok aku nggak tahu?" Kata El kaget. Pasalnya, setahu dia Fajar memang belum menikah.


"Eh, itu, anu sa-saya, menikah sebelum puasa kemarin, Mas." Jawab Fajar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Waahh, sama dong. Aku juga menikah sebelum puasa kemarin. Kenapa nggak kasih kabar?" Tanya El penasaran.


"Ehm i-itu anu, Pak. Sa-saya menikah dadakan." Jawab Fajar sambil nyengir kuda.


"Menikah dadakan? Kamu sudah kasih dp ke anak perempuan orang, Jar?!" Kali ini Zee yang bersuara.


"Lhah, kok bisa?" Tanya Zed dan El bersamaan.


Fajar menghembuskan napas beratnya sebelum menceritakan kejadian yang dialaminya hingga menyebabkan dia menikah dengan wanita yang ditolongnya. (Othor tidak akan menceritakan di sini cerita Fajar ya, nanti akan ada cerita sendiri tentang Fajar 🤗)


El dan Zee mengangguk-anggukkan kepala setelah mendengar perkataan Fajar. Mereka bisa mengerti apa yang dia alami oleh Fajar.


"Jadi, setelah menikah kamu masih harus puasa, Jar?" Tanya Zee.


"Eh, i-iya Mas. Saya kan memang menikah sebelum puasa, Mas." Jawab Fajar yang masih belum mengerti maksud perkataan Zee.


Mendengar jawaban Fajar, Zee langsung mendengus kesal. Sementara El, hanya bisa terkekeh mendengarnya.


"Bukan itu maksudku, Jar. Tapi itu, belah duren." Kata Zee.


"Eh, kan memang sudah terbelah kan, Mas?!"


"Halah embuh, Jar. Sak karepmu."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Thor, siapa sih Fajar ini? Jangan nambah-nambahi tokoh baru dong. Selesaikan dulu cerita El dan Bian.


Iya, sebentar lagi juga end. Tokoh-tokoh baru ini nanti masih ada hubungannya dengan cerita ini. Jadi, agar tidak terlalu banyak penjelasan nanti, othor selipkan disini. Tenang, hanya sedikit kok.