
Sebelum pergi, mama Adrian juga sempat berpesan kepada Adrian untuk mengantarkan Kinan pulang. Bahkan, mama Adrian ingin putranya tersebut berfoto selfie di depan rumah Kinan agar beliau yakin jika Adrian benar-benar mengantarkan Kinan pulang.
Tentu saja, mau tidak mau Adrian mengiyakan permintaan sang mama. Jika dia sampai menolak, Adrian yakin permintaan mamanya tersebut akan semakin aneh.
Setelah mama Adrian pergi, kini hanya tinggal Kinan dan Adrian yang berada di dalam apartemen tersebut. Rasa lapar yang dirasakan oleh Kinan sejak tadi, mendadak lenyap tak terasa lagi.
Kini, Kinan langsung menoleh ke arah Adrian. Dia melayangkan tatapan penuh tanya kepada Adrian.
"Apa maksud semua ini, Om? Bisa Om jelaskan dengan benar?" Kinan benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa penasaran lagi.
Adrian menghela napas dalam-dalam sambil meraup wajahnya dengan kasar.
"Kita bicarakan nanti setelah makan malam," ucap Adrian sambil berjalan menuju ruang makan. Dia sempat melihat tadi jika Kinan sudah menyiapkan makan malam yang dipesannya.
Namun, Kinan masih diam tidak bergerak. Dia tidak mau makan sebelum mendapat penjelasan. Lagi pula, nafsu makannya sudah hilang. Adrian yang menyadari jika Kinan tidak beranjak, langsung berjalan mendekati dan menarik tangannya.
"Makan dulu. Setelah itu, aku janji akan menjelaskan semuanya kepadamu," ucap Adrian sambil berjalan.
Mau tidak mau, Kinan hanya menuruti ucapan Adrian. Dia juga terpaksa menyantap makan malam tersebut meski hanya beberapa suap. Kinan benar-benar kehilangan nafsu makannya.
Kinan dan Adrian makan malam dalam keheningan. Masing-masing sudah larut dalam pikirannya sendiri-sendiri. Hingga beberapa saat kemudian, Adrian dan Kinan sudah menyelesaikan makan malamnya.
Adrian membawa sisa makanan tersebut ke dapur untuk dibersihkan. Sementara Kinan, hanya bisa menatap punggung laki-laki tersebut saat berjalan menuju dapur. Hingga beberapa menit kemudian, Adrian sudah selesai dan kembali ke meja makan untuk menemui Kinan.
Tatapan mata keduanya saling bertemu. Kinan benar-benar ingin mendengar penjelasan dari Adrian.
Setelah menghirup udara banyak-banyak, Adrian mencoba menjelaskan semuanya kepada Kinan.
"Sebelumnya, aku minta maaf hingga membuat kamu ikut terbawa ke dalam situasi seperti ini. Kalau boleh jujur, aku juga tidak menyangka jika Mama sampai datang malam ini. Tidak biasanya dia akan mampir ke sini seperti ini."
"Aku juga minta maaf jika aku sempat mengakui kamu sebagai pacarku. Aku benar-benar tidak punya alasan lain. Jika aku mengatakan yang sebenarnya, sudah bisa dipastikan mamaku tidak akan tinggal diam. Mama pasti akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya. Mama pasti curiga mengapa aku membawa perempuan lain ke apartemen. Bahkan, mantan istriku saja belum pernah menginjakkan kaki disini."
"Dan, untuk tindakanku tadi, aku juga minta maaf. Aku terpaksa melakukan itu untuk meyakinkan mama jika kita memang benar-benar pacaran. Mama bisa semakin curiga jika kita lempeng-lempeng saja," ucap Adrian menyelesaikan penjelasannya.
Kinan masih sulit mempercayai penjelasan Adrian. Baginya, apa yang baru saja terjadi benar-benar tidak masuk akal. Adrian seenaknya saja mengatakan kepada mamanya jika dia adalah pacarnya.
"Mengapa kamu bisa seenaknya mengatakan jika aku adalah pacar kamu, Om? Apa kamu tidak khawatir bagaimana jika aku sudah bersuami?" tanya Kinan.
Adrian menaikkan alisnya sambil masih menatap wajah Kinan.
"Tentu saja aku sudah memastikan hal itu. Kamu belum menikah. Jika sudah menikah, kamu pasti akan memakai cincin pernikahan, kan?"
Kinan hanya bisa melongo setelah mendengar jawaban Adrian.
\=\=\=
Hiks hiks 'mendadak istri 2' masih belum lolos review ya, padahal sudah up dari jam satu malam. Othor mengsyedih.