The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 90



Keesokan harinya, seperti yang sudah direncanakan kemarin, Cello sudah berada di kampus sejak pagi. Meskipun perkuliahan sudah selesai, namun masih terlihat mahasiswa yang berada di kampus.


Seperti dugaan, rupanya video tersebut sudah beredar di kampus. Hal itu terlihat dari hampir semua mahasiswa yang berpapasan dengan Cello, menatapnya dengan tatapan penuh tanya. Bahkan, ada yang secara terang-terangan menatapnya dengan sinis.


Cello tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa tersebut. Biarlah mereka akan mengetahui kejadian yang sebenarnya. Cello melangkahkan kakinya menuju gedung dekanat yang berada di sebelah timur. Dia yakin, dengan kedatangannya ke sana, Cello bisa bertemu dengan Danisha.


Namun, belum sempat Cello mencapai gedung tersebut, sebuah suara memanggil namanya dengan lumayan keras dari arah selatan. Cello menghentikan langkah kakinya dan menoleh menatap ke arah panggilan suara. Dan, benar dugaannya. Dia melihat Danisha yang berjalan dengan cepat ke arahnya. Wajah wanita itu tampak sedikit kusut dengan baju yang terlihat sudah tidk begitu rapi lagi.


Cello menunggu Danisha hingga mendekat ke arahnya. Dia akan melihat apa yang akan dilakukannya.


"Ada apa?" tanya Cello dengan wajah datarnya. Dia masih menatap wajah Danisha dengan tatapan datarnya.


"Apa maksud lo melakukan ini semua kepadaku?" tanya Danisha.


Kening Cello berkerut saat melihat apa maksud perkataan Danisha.


"Melakukan apa maksudmu?" 


"Jangan pura-pura b*go tidak mengetahui apa yang terjadi. Apa yang kamu katakan kepada pak Danu, hah?!"


"Pak Danu? Maksudmu suamimu?" Tanya Cello pura-pura tidak tahu.


Ya, sebenarnya Cello memang bukannya tidak mengetahui apa yang dimaksud Danisha. Cello mengetahui jika Danuarta, suami Danisha sekaligus dosen Cello itu, mendapatkan banyak sekali kiriman video syur Danisha dengan banyak laki-laki. Siapa pengirimnya? Tentu saja Dave. Dan, dari mana dia mendapatkan video tersebut? Kebanyakan memang dari Mr. Bernard.


"Jangan asal tuduh sembarangan! Aku sama sekali tidak mengetahui video apa yang kamu maksud."


"Bohong!"


"Terserah. Mau kamu percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Satu hal yang perlu kamu ketahui, aku akan mencari bukti tentang video yang beredar dan melibatkanku di sana. Siapapun itu, pastinya aku dan keluargaku tidak akan tinggal diam!" Kata Cello dengan tatapan tajamnya.


Setelah mengatakan hal itu, Cello segera beranjak meninggalkan Danisha yang masih berteriak-teriak memanggil namanya. Beberapa mahasiswa pun yang melihat hal itu hanya bisa diam dengan berbagai macam spekulasinya masing-masing.


Hari itu, Cello menunggu berita dari Dave. Dave akan memberikan bukti video asli yang melibatkan dan membawa-bawa nama Cello. Dave juga akan menyebarnya pada beberapa orang yang berpengaruh untuk menyebarkan informasi pada mahasiswa-mahasiswa di kampus Cello.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara sebuah notifikasi pesan dari ponsel Cello. Dia segera membukanya dan melihat video asli yang akan digunakan untuk mematahkan asumsi orang-orang yang sudah terlanjur melihat video Cello dan juga Danisha beberapa waktu yang lalu.


Cello menyunggingkan senyumannya dan segera mengetikkan sebuah pesan balasan kepada Dave.


Terima kasih, Om. Sepertinya, umpan kita sudah mulai bekerja. Tinggal kita lihat bagaimana hasilnya, ~ tulis Cello.


Tak berapa lama kemudian, sebuah akun gosip kampus memposting video tersebut. Cello yang juga ikut bergabung di beberapa grup kampus juga bisa melihat jika video tersebut beredar di sana. Seketika banyak sekali respon yang diberikan terkait dengan tersebarnya video tersebut.


"It's time to start the game," gumam Cello sambil tersenyum.


Jangan lupa kasih dukungan buat cerita ini ya. Mohon maaf kuatnya masih ngetik segini. 🙏