
Setelah pertemuan absurd di bandara tadi, disinilah seluruh keluarga Cello beserta Shanum dan kakek neneknya berada. Mereka semua langsung menuju rumah El untuk makan malam. Revina dan juga Bian akan kembali ke Jakarta minggu depan saat acara wisuda Shanum.
"Jadi, kalian sudah siap untuk menikah?" Tanya nenek Shanum, Fida.
Shanum menoleh menatap wajah sang nenek kemudian beralih menatap wajah Cello. Setelahnya, dia menghembuskan napas beratnya sebelum menjawab pertanyaan sang nenek.
"Hhhh, apa kami punya pilihan lain?" Tanya Shanum.
"Tidak ada." Jawab semua orang tua yang berada di ruang makan tersebut.
Shanum dan Cello sama-sama menghembuskan napas beratnya setelah mendengar jawaban kompak para orang tua tersebut.
"Kalau tidak ada pilihan lain, kenapa masih ditanyakan." Gumam Shanum namun masih bisa didengar oleh sang nenek.
"Huusshh, apa sih susahnya menikah dengan Cello. Kamu lihat dia tidak ada kurangnya. Cakep, tinggi, kulitnya putih, bule lagi. Kurang apa coba?" Kata Fida.
"Kurang waras." Lirih Shanum.
Sang nenek hanya bisa mencebikkan bibirnya saat mendengar perkataan sang cucu.
"Lihat saja nanti jika sudah merasakan kapsul ajaib. Dijamin kamu tidak akan bisa berkata-kata lagi." Bisik nenek Shanum.
Seketika Shanum hanya bisa mendengus kesal mendengarnya. Malam itu, sudah dibahas tentang pernikahan Cello dan Shanum. Kedua orang tua mereka, El dan Fara beserta Bian dan juga Revina bahkan sudah bertemu dan membahas perihal pernikahan tersebut sejak sekitar satu bulan yang lalu. Mereka sudah sepakat untuk melangsungkan pernikahan putra dan putri mereka setelah acara wisuda Shanum.
Menjelang pukul sembilan, Shanum beserta kakek dan neneknya pamit pulang. Mereka sepakat akan membahas acara pernikahan beberapa hari lagi setelah Bian dan juga Revina kembali ke Jakarta.
Cello melangkahkan kakinya menuju kamar. Dia merasa sangat lelah sekali hari itu. Cello hanya bisa pasrah dengan rencana kedua orang tua beserta opa dan juga omanya.
Fara yang melihat sang putra tengah berjalan menuju kamarnya pun segera mengikuti. Dia segera mengetuk pintu kamar Cello yang sudah tertutup tersebut.
Tok tok tok.
"Sayang, boleh mommy masuk?" Tanya Fara.
Cello yang saat itu hendak melepaskan kaosnya untuk membersihkan diri segera mengurungkannya. Dia berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu mommy Fara.
"Mommy nggak diizinin masuk, nih?" Kata mommy Fara.
"Eh, masuk Mom." Kata Cello sambil membuka lebar-lebar pintu kamarnya.
Setelah mendapatkan izin, mommy Fara segera masuk ke dalam kamar Cello. Mommy langsung mendudukkan diri di teli tempat tidur sang putra. Cello segera menyusul sang mommy dan mendudukkan diri di sampingnya.
"Sayang, apa kami terlalu memaksakan kehendak kepadamu?" Tanya mommy Fara sambil mengusap lengan Cello.
Seketika Cello menoleh menatap wajah sang mommy. Ada gurat khawatir pada wajah mommynya tersebut. Dan, hal itu membuat Cello benar-benar tidak suka. Dia tidak suka jika mommynya merasa khawatir dan tidak bahagia. Bagi Cello, dia akan melakukan apapun sebisanya untuk membahagiakan sang mommy. Cello tidak ingin sang mommy mengalami trauma seperti dulu.
Cello menggelengkan kepalanya sambil menatap wajah sang mommy. Dia berusaha mengulas senyumannya saat menjawab pertanyaan mommy Fara.
"Tidak, Mom. Jangan berpikiran seperti itu. Aku bisa mengerti dan memahami hal itu." Jawab Cello.
Lagi-lagi mommy Fara masih mengerutkan keningnya. Dia bisa merasakan jika sang putra belum sepenuhnya menerima rencana perjodohan ini.
"Sayang, apa kamu mau mendengarkan cerita perjalanan hidup Mommy?" Tanya Fara.
Seketika Cello mengernyitkan keningnya. Dia tidak mengerti apa maksud perkataan sang mommy.
"Maksud mommy, perjalanan hidup mommy saat pacaran dan menikah dengan daddy?" Tanya Cello penasaran. Ya, Cello memang belum mengetahui sejarah perjalanan hidup kedua orang tuanya. Cello hanya berpikir jika kedua orang tuanya menjalin hubungan diawali dengan pacaran kemudian menikah seperti pasangan pada umumnya.
"Iya. Tapi, kamu salah jika mommy dan daddy menikah karena kami saling mencintai dan pacaran sebelumnya."
"Hhhaaahh? Lalu, bagaimana kalian bisa menikah, Mom?"
"Tidak sengaja."
\=\=\=\=\=
Jangan lupa klik like, komen dan vote ya. Agar othor semangat crazy up nya. Scroll 👇