The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 93



Cello dan juga Aldi masih melongo setelah melihat kepergian Zee dan sang istri. Aldi bahkan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya untuk memastikan penglihatannya.


"I-itu mereka mau ngapain, Cell?" Tanya Aldi sambil masih mengamati langkah kaki Zee dan juga Kiara memasuki restoran tersebut. Ya, restoran tersebut adalah restoran milik keluarga Geraldy yang dikelola oleh Kiara, istrinya Zee.


"Sudah, nggak usah mikirin apa yang mau mereka lakukan. Cepat masuk.""


Aldi yang masih penasaran dengan apa yang sedang terjadi hanya bisa menatap sekeliling restoran tersebut. Dia benar-benar masih penasaran dengan Zee dan juga Kiara. Maklum, Aldi memang belum mengenal siapa mereka.


"Kemana perginya mereka, Cell? Lo kenal mereka dimana?" Tanya Aldi sambil menarik sebuah kursi yang berada di bagian meja dekat taman.


Mereka langsung menempati meja yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Zee.


"Mereka teman daddy. Dan ini, adalah restoran milik mereka."


Seketika Aldi semakin membulatkan kedua bola matanya. Aldi benar-benar tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan salah satu anggota keluarga Geraldy.


"Lo yakin, Cell?! Restoran ini kan milik GC?"


Cello hanya bisa mengangguk mengiyakan. Anggukan Cello benar-benar membuat Aldi semakin kaget. Meskipun begitu, dia merasa cukup beruntung bisa berada di sana dan bertemu salah satu anggota keluarga Geraldy.


Tak berapa lama kemudian, Terlihat daddy El yang sudah memasuki restoran tersebut. Dia juga langsung bergabung dengan Cello dan juga Aldi. Cello segera menceritakan kejadian di kampusnya tadi kepada daddy El. Cello juga menunjukkan beberapa postingan akun 'lambe njleber' kepada sang daddy.


"Mana om Bernard, Dad?" Tanya Cello setelah selesai menjelaskan kepada daddy El.


 "Katanya dia akan datang saat makan siang. Om Bernard juga tadi sudah menghubungi Danisha dan memintanya untuk datang kesini.


"Memangnya dia mau datang kesini, Dad? Melihat wajahnya yang berantakan seperti itu, aku tidak yakin jika Danisha akan datang."


"Kita lihat saja nanti. Daddy yakin dia pasti akan datang. Danisha sudah kehilangan satu mangsanya. Dia pasti tidak akan melepaskan mangsanya kali ini. Biar bagaimanapun juga, Danisha harus datang untuk menemui om Bernard."


Cello hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Sementara Aldi, dia yang masih belum mengetahui apa-apa hanya bisa diam mendengarkan. Mau bertanya pun, Aldi merasa sungkan dengan daddy El. Jadi, jalan satu-satunya adalah dengan diam dan menunggu apa yang akan terjadi setelahnya.


"Sudah. Tadi datang sama tante Kia."


Mendengar jawaban sang putra, daddy El hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Dia bisa menebak apa yang terjadi dengan kedua orang Geraldy's tersebut. Daddy El yakin jika mereka sedang memeras keringat bersama. 


Biasanya, Zee maupun Kiara akan berada di dekat meja depan untuk menyapa beberapa orang yang ada di sana. Bahkan, mereka tidak segan-segan turut ikut membantu para karyawannya. Namun jika mereka tidak terlihat, bisa dipastikan mereka sedang bekerja sendiri di ruang kerjanya.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, terlihat Mr. Bernard memasuki restoran tersebut. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan segera mengangguk saat melihat keberadaan daddy El dan juga Cello. Mr. Bernard tidak menemui mereka. Dia segera membuka meja sendiri dan memesan minum. Mr. Bernard menunggu kedatangan Danisha.


Cukup lama mereka menunggu kedatangan Danisha. Hingga beberapa saat kemudian terlihat seorang wanita dengan memakai kacamata hitam dan rambut dikuncir kuda memasuki restoran tersebut.


Dia melangkahkan kaki menuju Mr. Bernard yang sudah menunggunya.


"Honey, i'm sorry, i'm late. Maaf ya," kata Danisha sambil berusaha untuk memeluk tubuh Mr. Bernard.


Namun, yang terjadi justru Mr. Bernard menahan tubuh Danisha dan menatapnya dengan tatapan tajamnya. Kening Danisha langsung berkerut saat mendapat penolakan dari Mr. Bernard. Tidak biasanya laki-laki tersebut menolaknya seperti itu. Biasanya, dia akan langsung nyosor kepada Danisha. Emang bebek apa Thor, nyosor.


"Kenapa?" tanya Danisha bingung.


"Duduk! Aku ingin menegaskan sesuatu."


Raut wajah Danisha mendadak pucat saat mendengar perkataan Mr. Bernard. Dia segera duduk di depan Mr. Bernard dan harap-harap cemas menunggu apa yang akan dikatakan oleh laki-laki yang ada di depannya tersebut.


"Honey, ada apa?" tanya Danisha dengan suara sedikit bergetar.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mr. Bernard mengeluarkan beberapa foto dan melemparkannya di depan Danisha.


"Selama ini ternyata aku salah menjadikanmu wanitaku. Kamu tidak hanya suka ditusuk dari belakang, tapi ternyata kamu juga suka menusuk dari belakang."


Eh, eh. Sebentar-sebantar. Bagaimana maksudnya itu Mr. Bernard? 🙄