
Siang itu, mommy Vanya, daddy Kenzo dan Fara menjemput El di bandara. Awalnya, Fara menolak untuk ikut ke bandara, namun mommy Vanya tetap memaksanya untuk ikut ke bandara. Mau tidak mau, Fara terpaksa mengikuti keinginan mommy Vanya.
"Sayaaaaanggg!"
Teriak mommy Vanya saat melihat kedatangan El. Dia langsung berjalan terburu-buru sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang putra. El, jangan ditanya betapa malunya dia. Saat itu, mereka tengah menjadi perhatian banyak orang. Bisa dibayangkan adegan seperti di film-film itu.
"Mommy kangen bangeettt." Kata mommy Vanya sambil memeluk El dengan erat. Mau tidak mau, El juga membalas pelukan sang mommy.
"Sudah ih, Mom. Malu dilihat banyak orang." Bisik El.
Mommy Vanya langsung cemberut dan melepaskan pelukannya.
"Ini nih turunan daddy kamu. Sama sekali nggak peka." Kata mommy Vanya.
"Lhah, kenapa aku yang dibawa-bawa?" Daddy Kenzo protes tidak terima.
"Kamu kan mewariskan banyak gek ke anak kamu, Mas. Lihat saja, mulai dari wajah sama sifatnya sama plek dengan kamu. Aku hanya kasihan dengan istrinya nanti. Pasti dia akan ngenes seperti aku."
"Eh, memangnya kenapa? Mana ada ngenes begitu." Daddy Kenzo tidak terima. "Sudah, sudah. Ayo kita pulang." Lanjutnya. Daddy Kenzo benar-benar harus menyudahi perdebatan dengan mommy Vanya. Jika dilanjutkan, bisa-bisa sampai sore juga tidak bakal selesai.
Siang itu, mereka tidak langsung pulang. Mereka mampir makan siang di restoran terlebih dahulu. Fara sejak tadi hanya menjadi pendengar percakapan dan perdebatan orang tua dan anak yang ada di depannya itu. Dia hanya sesekali ikut nimbrung di dalamnya.
"Masa kuliah dua tahun di luar negeri nggak kecantol perempuan juga sih, El. Kamu ini masih normal kan?" Tanya mommy Vanya saat berada di dalam kendaraan.
"Enak saja. Aku normal kali, Mom." Jawab El sambil mendengus kesal.
"Jika normal, masa iya belum punya gandengan. Pacar atau teman dekat gitu."
"Memangnya mommy kira cari pacar itu mudah apa? Aku juga nggak mau sembarangan menjalin hubungan dengan perempuan, Mom."
"Ya, setidaknya coba kamu mulai mendekati teman-teman kamu yang perempuan itu. Siapa tahu ada yang cocok. Apa kamu nggak mau seperti Zee yang sudah punya jagoan. Gemoy banget lagi. Mommy kan juga pengen punya cucu seperti itu."
"Kenapa mommy nggak minta sama daddy saja." Ketus El.
"Sembarangan!" Daddy Kenzo mendengus kesal. "Benar kata mommy kamu. Sudah seharusnya kamu yang memberikan kita cucu, bukan malah minta adik." Lanjut daddy Kenzo.
"Nggak…." Belum selesai El melanjutkan perkataannya, mommy Vanya sudah memotongnya.
"Sudah, sudah. Kalian ini masih saja suka berdebat. Awas saja jika kalian masih berdebat, mommy akan suruh tidur di pos ronda bareng pak Mawar." Kata mommy Vanya.
"Tidak mau!" Sontak daddy Kenzo dan El menjawab bersamaan.
Sementara Fara yang melihat tingkah El dan daddynya hanya bisa menahan tawa. Dia juga sudah mengetahui hal itu sejak awal mula tinggal bersama mereka.
Tak berapa lama kemudian, mereka sudah tiba di rumah. Oma Tari yang sedang berada di rumah Kezia tidak bisa menyambut kedatangan sang cucu. Fara juga sudah sekitar tiga hari ini tinggal di rumah mommy Vanya.
Kini, sudah seminggu El berada di rumah. Sebenarnya, dia sudah beberapa kali diminta sang daddy untuk ikut ke perusahaan. Namun, El selalu menolak. Dia beralasan untuk beristirahat dulu beberapa bulan sebelum membantu sang daddy. Mau tidak mau, daddy Kenzo menurutinya.
Hari itu bertepatan dengan hari Minggu. El berniat untuk berkunjung ke rumah Zee. Sudah satu tahun lebih mereka tidak bertemu. Apalagi, El juga sudah mengetahui jika Zee sudah memiliki seorang putra berusia sekitar satu tahun. El ingin bertemu dengannya.
"Mau kemana, El?" Tanya mommy Vanya saat melihat El menuruni tangga.
"Ke rumah Zee."
"Kebetulan sekali. Mommy minta tolong sekalian antar Fara. Dia akan belanja untuk acara besok." Kata mommy.
El mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan sang mommy. Dia masih tidak mengetahui akan ada acara apa besok.
"Memangnya besok akan ada acara apa, Mom?"
"Besok, mommy akan mengundang tante Fida dan keluarganya. Juga tante Nabila dan keluarganya. Mumpung tante Nabila masih ada di Jakarta, belum kembali ke Banjarmasin."
El hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Jika ada tante Fida dan keluarganya, bisa dipastikan Revina juga akan ikut serta. Apa kabar hatinya yang sudah mulai gripik-gripik move on?
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Waaahh akan ada kejutan apa lagi ini nanti?
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru othor, silahkan mampir di ig othor @keenandra_winda. Terima kasih.