
El melihat sekeliling dan mendapati mereka menjadi pusat perhatian semua orang. El tidak bisa membiarkan hal itu. Entah dapat ide dari mana dia langsung menjawab pertanyaan Revina.
"Iya. Aku memang menyukaimu dan aku ingin menikah denganmu, Diandra Farasha." Kata El sambil menarik tangan Fara yang saat itu tengah berdiri di dekat meja makan tak jauh dari posisinya.
El langsung melingkarkan tangannya pada pinggang Fara dan mendekapnya dengan erat seolah menjaganya agar tidak berontak.
Deg.
Seketika semua orang terkejut mendengar perkataan El. Tak terkecuali Fara. Fara bahkan langsung membulatkan mata dan mulutnya saat mendengar perkataan El. Dia masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi.
Keheningan terjadi selama beberapa saat kemudian. Namun, seketika terdengar suara heboh dan ramai. Terdengar juga teriakan yang berasal tak jauh dari tempat El berdiri. Siapa lagi jika bukan mommy Vanya yang berteriak.
"Sayang, apakah benar apa yang kamu katakan?" Tanya mommy Vanya begitu sudah berada di dekat El. Wajahnya tampak sumringah. El merasa tidak tega mematahkan kebahagiaan sang mommy.
El pun mengangguk mengiyakan. Dia berusaha mengulas senyumannya agar tidak membuat semua orang curiga.
Setelah melihat pengakuan El, sontak mommy Vanya langsung berteriak histeris. Dia langsung memeluk Fara dengan mata berkaca-kaca. El yang melihat hal itu merasa semakin bersalah. Kini, dia bingung harus melakukan apa.
Sementara Revina, dia tersenyum bahagia. Dia percaya jika El memang berniat menikahi Fara. Revina sempat khawatir jika benar El menyukainya, padahal dia sama sekali tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Revina hanya menganggap El sebagai kakak, tidak lebih.
"Maafkan aku telah lancang menanyakan hal seperti itu tadi, Kak." Kata Revina beberapa saat setelah kehebohan yang baru saja terjadi.
El yang sedang berdiri di teras depan pun menoleh untuk menatap Revina yang sudah berdiri di belakangnya. Dia berusaha mengulas senyumnya sealami mungkin.
"Kamu ini ngomong apa sih. Dari mana datangnya pikiran seperti itu, hhhmmm?" Tanya El. Dia berpura-pura tidak mengetahui alasan mengapa Revina bisa sampai menanyakan hal seperti itu terhadapnya.
"Ehm, tadi aku bertemu dengan Ferdi, anggota BEM angkatan kak Zee. Dia mengatakan jika kak El menyukaiku. Dia bilang, itu alasan mengapa kak El tidak pernah pacaran atau dekat dengan perempuan manapun."
"Aku sudah mengatakan jika itu tidak mungkin. Tapi, dia tetap kekeh mengatakan jika anggapanku itu salah. Aku juga sudah menjelaskan jika kita memang sudah dekat sejak kecil, karena orang tua kita sahabatan. Dan, aku juga sudah menganggap kak El seperti kakakku sendiri. Namun, dia tetap saja tidak percaya." Kata Revina.
El mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia sebenarnya sudah mengetahui hal itu sejak tadi siang. Tapi, El tidak mungkin mengatakannya.
"Sudah, biarkan saja. Lain kali, jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang lain tanpa adanya bukti atau klarifikasi dari orang yang bersangkutan." Kata El.
Revina mengangguk mengiyakan. Hatinya sudah benar-benar lega saat mengetahui anggapannya itu tidaklah benar.
Setelah semua tamu pulang, daddy Kenzo dan mommy Vanya memanggil El dan Fara ke ruang tengah. El sudah bisa menebak apa yang akan mereka tanyakan nanti. El sudah tidak bisa mundur lagi. Mau tidak mau, dia harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah diucapkannya.
"Jadi, bisa kamu jelaskan apa maksud perkataanmu tadi, El? Apa semua itu hanya main-main?" Kali ini daddy Kenzo yang bersuara.
El menatap wajah kedua orang tuanya bergantian sebelum menjawab pertanyaan sang daddy.
"Aku serius, Dad. Aku benar-benar ingin menikahi Fara. Bagiku, pernikahan itu tidak hanya untukku sendiri. Siapapun calon istriku nanti, dia juga harus bisa menjadi menantu yang baik di keluarga ini. Dia harus bisa menyayangi dan menghormati orang tua dan keluargaku seperti layaknya orang tua dan keluarganya sendiri."
"Dan untuk itu semua, aku menemukannya pada diri Fara. Aku bisa melihat dia sangat menyayangi Mommy dan juga Oma. Untuk sifat dan tingkahnya, Mommy pasti sudah mengetahuinya jauh lebih banyak dariku." Kata El.
Mommy Vanya dan daddy Kenzo saling pandang setelah mendengar perkataan sang putra. Kedua mata mommy Vanya bahkan sudah mulai menganak sungai. Dia langsung beranjak berdiri dan menghambur pada pelukan sang putra.
"Sayang, Mommy tidak menyangka jika kamu memiliki pemikiran seperti itu. Mommy benar-benar terharu kamu memikirkan kami. Hu hu hu hu." Kata mommy Vanya dengan tangis tergugu dalam pelukan El.
"Sssttt, Mom. Sudah jangan menangis lagi. Bagiku, kebahagiaan Mommy dan Daddy adalah segalanya." Jawab El sambil mengusap lembut punggung sang mommy.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Eh, itu si Fara emang nggak ditanya mau apa enggak ya bang El?
Nabung vote dulu ya, nanti jika sudah keluar, minta bantuan votenya. Terima kasih 🤗