The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 15



Shanum dan juga Cello yang menyadari tingkahnya langsung membuang muka. Mereka sama-sama merasa malu. Namun, Cello masih tidak melepaskan pelukannya pada pinggang Shanum. Hal yang sama juga dilakukan oleh Shanum. Dia masih melingkarkan tangannya pada pinggang Cello.


Mommy Fara yang melihat tingkah keduanya yang malu-malu ingin pun menjadi semakin gemas. Rasa-rasanya dia ingin menarik mereka berdua dan menguncinya ke dalam kamar. Eh, mau apa, Mom? Biar mereka main dakon.


"Eheemmm. Sampai kapan itu nempel dan pelukannya?" Goda mommy Fara.


Menyadari hal itu, buru-buru Shanum dan juga Cello langsung melepaskan pelukan mereka. Wajah keduanya sama-sama memerah hingga menjalar ke daun telinganya.


"Ciiieee, yang sudah nggak sabar pengen nikah, cieeeee," lagi-lagi mommy Fara menggoda mereka berdua.


"Cckkk, apaan sih, Mom. Aku mau ganti baju dulu. Gerah." Kata Zee sambil beranjak pergi.


"Eh, tunggu-tunggu! Nggak ada yang sesak, kan?" Tanya mommy.


Cello hanya mendengus kesal mendengar pertanyaan sang mommy.


"Apaan sih, Mom. Jangan mulai aneh-aneh, deh. Mana ada yang sesak. Lagian, kita juga nggak ngapa-ngapain, jadi kenapa harus ada yang sesak." Gerutu Cello.


"Ccckkk, kamu itu pikirannya kemana sih, Cell? Maksud kamu apanya yang sesak? Orang mommy bertanya bajunya apa ada bagian yang sesak, eh malah pikiran kamu sudah travelling kesana saja." 


Sontak wajah Cello semakin merah karena malu. Ditambah lagi disana ada Shanum yang juga ikut mendengarkan. Cello buru-buru beranjak pergi ke dalam ruang ganti. Dia benar-benar merasa malu dengan godaan sang mommy.


Melihat tingkah putranya yang malu-malu seperti itu, mommy Fara hanya bisa terkekeh geli sambil berjalan mendekati Shanum.


"Maaf, Sayang. Cello memang seperti itu. Nanti jika kalian sudah menikah, usahakan untuk terus menjalin komunikasi dengannya ya. Bicarakan semua yang kalian rasakan dan inginkan. Jangan ada yang ditutup-tutupi." Kata mommy Fara.


"Eh, i-iya Mom. Aku akan berusaha sebaik mungkin." Jawab Shanum.


Setelah Cello selesai berganti baju, kini giliran Shanum untuk mengganti bajunya. Tak berapa lama kemudian, mereka segera pergi ke tempat mua pengantin.


Hari demi hari pun cepat berlalu. Kini, persiapan pernikahan sudah mulai dilakukan menjelang pernikahan Cello dan Shanum dua hari lagi. Keluarga besar Cello dan Shanum memutuskan melaksanakan acara pernikahan di rumah kakek Shanum. Selain karena memiliki halaman samping yang lumayan luas, disana juga mudah dijangkau dan tidak terlalu lama terjebak macet.


Shanum sudah sejak tiga hari yang lalu tidak diperbolehkan keluar rumah. Dia hanya melakukan aktivitas apapun di dalam rumah. Seperti sore itu, Shanum tengah membereskan kamarnya. Mama Revina meminta Shanum untuk mengosongkan lemari bajunya. Apalagi jika bukan untuk tempat baju-baju Cello. Entah apa maksud mama Revina melakukan hal itu. Padahal nanti jika mereka sudah menikah, Shanum dan Cello akan tinggal di rumah mommy Fara.


Saat sedang membereakan baju-bajunya, tiba-tiba Rean, adik Shanum, nyelonong masuk ke dalam kamar.


Shanum menolehkan kepalanya menatap sang adik yang sedang mengulurkan ponselnya.


"Kenapa telpon ke ponsel kamu?" Tanyaa Shanum.


"Ponsel kakak nggak bisa di hubungi."


Shanum langsung menepuk keningnya. Dia lupa jika ponselnya mati karena kehabisan daya dan saat ini masih di charge. Sahnum buru-buru mengambil ponsel tersebut dari Rean.


"Hallo, Cell."


"Cckk, masih saja panggil Call Cell, ganti dong panggilannya." Gerutu Cello di seberang sana.


Kening Shanum berkerut setelah mendengar perkataan Cello.


"Eh, maksudnya apa? Jadi kamu meneleponku hanya untuk meminta ganti nama panggilan?"


Cello berdecak cukup keras hingga mampu di dengar oleh Shanum.


"Mommy memintaku untuk menanyakan ukuran baju kamu,"


"Hhhaaahh, buat apa?"


"Mana aku tahu. Sudah bilang saja ukuran kamu berapa."


"Ehm, aku kirim pesan langsung ke mommy Fara, deh." Jawab Shanum. Pasalnya, dia masih merasa malu untuk mengatakan hal itu kepada Cello meskipun mereka akan segera menikah.


"Terserah. Dan itu, untuk nama panggilan tolong di ganti. Aku nggak mau panggilan hanya sekedar nama."


"Lalu, kamu mau dipanggil apa?"


Hayo, kasih rekomendasi dong panggilan buat Cello 🤭


Jangan lupa kasih vote buat othor ya, mumpung hari senin.