The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 10



Keesokan harinya, giliran Shanum akan pergi dengan mommynya Cello untuk fitting baju pernikahan. Meskipun acara pernikahan hanya sederhana, mommy Fara tetap ingin pernikahan putra semata wayangnya tersebut sangat berkesan dan spesial. Mommy Fara tetap meminta ada pelaminan untuk acara tersebut. Mau tidak mau, Cello dan Shanum hanya bisa menuruti permintaan mommy Fara.


"Cell, nanti langsung ke butik setelah menjemput Shanum. Ingat, jangan mampir kemana-mana dulu. Waktu kalian sangat mepet, tidak ada acara santai saat ini. Nanti, Mommy akan langsung menyusul kalian setelah dari restoran," kata mommy Fara sambil memasangkan dasi kepada daddy El.


Cello hanya mendengus kesal setelah mendengar perkataan sang mommy. Memangnya aku mau pergi kemana dengan perempuan bar-bar seperti itu, batin Cello. Namun, dia tetap menuruti perkataan sang mommy.


"Iya, Mom," jawab Cello.


Sementara daddy El yang mengamati ekspresi Cello pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. 


"Jangan cemberut begitu, Cell. Kelihatan seperti menderita sekali. Apa sih yang kurang dari Shanum? Dia itu anak yang baik, sopan, pinter masak, tinggi, dan yang pasti, cantik. Daddy jamin kamu tidak akan menyesal menikah dengannya nanti," kata daddy El.


"Ccckkk, jika dia sebaik itu, mengapa tidak Daddy saja yang menikah dengannya," gerutu Cello.


"Apaa?! Apa tadi kamu bilang, Cell?" kali ini mommy Fara yang menjawab perkataan Cello dengan mata mendelik ke arahnya.


Seketika Cello langsung nyengir dan beranjak dari posisi duduknya di ruang makan tersebut. Buru-buru dia mendekati sang mommy dan memberikan sebuah kecupan pada pipi mommynya tersebut.


Cup.


"Bercanda aku tuh, Mom. Daddy mana mungkin berpaling dari Mommy. Berangkat dulu." Kata Cello sambil buru-buru beranjak pergi. Dia tidak ingin mendengarkan ceramah pagi dari sang mommy.


Sementara daddy El, dia hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah sang putra semata wayangnya. Namun, hal itu di salah artikan oleh mommy Fara yang tengah memperhatikannya. Daddy El yang tersadar dengan tatapan mommy Fara pun langsung menghentikan kekehannya. Dia menarik pinggang mommy Fara hingga kini menempel pada tubuhnya.


"Sayang, jangan cemberut gitu ih. Nanti membuat banyak kerutan di wajah lho," kata daddy El.


"Biarin, aku kan memang sudah tua. Mas El mau cari daun muda begitu?" tanya mommy Fara sambil mengernyitkan keningnya sambil menatap tajam ke arahnya.


Daddy El langsung gelagapan. Bisa-bisa dia harus berpuasa jika membuat sang istri marah. Dia juga tidak ingin ditinggalkan oleh mommy Fara.


"Kamu itu ngomong apa sih, Sayang? Mana ada aku mau cari daun muda. Nggak enak itu, nggak ada pengalaman dan harus ngajarin dari awal. Mending sama daun tua ini, sudah pro di semua hal," kata daddy El bermaksud menenangkan hati mommy Fara. Namun, hal itu justru menjadi bumerang baginya.


"Apa?! Jadi menurut kamu aku sudah tua, Mas?!" 


"Eh, maksudku bukan begitu, Yang," kata daddy El gelagapan. Dia semakin erat memeluk mommy Fara. Bahkan, daddy El sudah mengunci tubuh mommy Fara dengan kedua tangannya hingga tidak bisa bergerak.


Mommy Fara masih merajuk dalam pelukan daddy El. Namun, seketika langsung luluh saat menerima kecupan bertubi-tubi dari sang suami.


"Aiisshhh, apa-apaan sih, Mas. Jangan gini, ih. Sana berangkat ke kantor. Kasihan Fajar jika harus mengerjakan pekerjaan kamu lagi!" Kata mommy Fara sambil mendorong wajah daddy El saat mulai menjalar ke lehernya.


"Biarin. Itu gunanya dia di gaji mahal-mahal. Aku sudah gerah ini, Yang. Sarapan pagi, yuk!" Ajak daddy El.


Mommy Fara yang mengerti maksud sang suami pun langsung menghentikan tangannya yang sudah mulai bergerilya ke sana kemari.


"Jangan suka aneh-aneh deh, Mas. Cepat ke kantor gih." Kata mommy Fara.


Namun bukannya berhenti, daddy El langsung membopong mommy Fara menuju kamar tamu yang berada di dekat ruang makan. Mommy Fara yang terkejut pun langsung berteriak kecil.


"Mas, mau ngapain ke sini?!" Teriak mommy Fara.


"Sarapan sebentar,"


"Nggak mau, ih."


Daddy El masih berjalan sambil membuka pintu kamar tamu tersebut.


"Yakin nggak mau?" Tanya daddy El sambil menaik turunkan alisnya.


"Ehm, nanti nggak bisa banyak gerak. Disini tempat tidurnya kecil." Jawab mommy Fara sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher daddy El.


"Hhaah?"


\=\=\=\=\=


Mohon dukung cerita ini dengan klik like, komen dan vote ya, terima kasih.