
"Kamu?!"
Kenzo terkejut saat melihat Reyhan berdiri di belakangnya sambil nyengir kuda. Dia terlihat seperti wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Reyhan hanya memakai celana pendek dan kemeja pantai dengan sandal jepit merk snely. Oh iya, tak lupa juga dengan kacamata hitam yang diselipkan pada saku kemejanya.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Kenzo.
"Eh, itu tuan. Nyonya besar meminta saya untuk mengawasi tuan dan nona." Jawab Reyhan kikuk.
"Apa?!" Teriak Kenzo. Kenzo sudah tidak peduli dengan dua orang yang berada di dekatnya saat itu. Yang dirasakannya hanya ada rasa kesal karena ulah sang mama. Kenzo kesal karena dia merasa seperti anak kecil yang harus diawasi.
Sementara Reyhan begitu khawatir saat melihat bosnya kali ini. Dia hanya diam menunggu bosnya menenangkan emosinya. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Kenzo sudah berhasil mengendalikan rasa kesalnya.
"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Kenzo setelah berhasil mengendalikan emosinya.
"Eh, eehhmm sejak tuan dan nona berangkat ke Bali." Jawab Reyhan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenzo hanya bisa mendengus kesal saat mendengar jawaban Reyhan.
"Ehhmm, tuan sedang cari apa?" Tanya Reyhan. "Mungkin saya bisa membantu." Lanjutnya.
Kenzo melirik Reyhan sebentar sebelum mengangguk mengiyakan.
"Bantu aku mencari barang pesanan Vanya. Seperti ini." Kata Kenzo memperlihatkan daftar pesanan Vanya yang ada dalam ruang chatnya.
Reyhan menggaruk pelipisnya sambil nyengir. Dia benar-benar tidak mengerti tentang hal itu.
"Jadi yang mana ini. Yang ini atau yang ini?" Tanya Kenzo kepada Reyhan sambil membawa dua bungkus pembalut dengan merk yang berbeda.
"Entahlah tuan. Saya bingung tidak mengerti." Jawab Reyhan dengan suara penuh penyesalan.
"Ccckkk. Kamu bukannya membantu malah semakin membuatku bingung." Gerutu Kenzo.
"Maaf tuan. Saya kan tidak pernah membeli barang beginian, jadi saya tidak tahu." Kata Reyhan.
Kenzo kembali mengamati merk pembalut itu sambil membandingkan satu merk dengan merk yang lainnya. Reyhan yang tengah berdiri di samping Kenzo pun juga melakukan hal yang sama. Ketika mereka sedang sibuk memilih, terdengar suara seseorang tak jauh dari mereka. Meskipun suara itu lirih, namun Kenzo dan Reyhan masih dapat mendengarnya dengan jelas.
"Lihat deh Pa, mereka masih sama-sama muda dan lumayan tampan. Tapi sayang, mereka belok. Sudah tahu benda yang dipegang itu untuk perempuan, mereka masih mencoba memaksa untuk memakainya." Kata si wanita.
"Sudah lah Ma, itu urusan mereka. Di doakan saja semoga mereka bisa segera lurus kembali." Jawab si pria.
Wanita itu mengambil dua pack tissue yang berada di dekat Kenzo sambil masih mengamati Kenzo dan Reyhan. Setelahnya, mereka segera berlalu meninggalkan Kenzo dan Reyhan. Kenzo dan Reyhan yang menyadari perkataan wanita itu langsung saling menjauhi. Masing-masing dari mereka terlihat geli.
"Ini semua gara-gara kamu Rey, sampai-sampai wanita itu menganggap kita belok." Kata Kenzo.
Belum sempat Kenzo menjawab, terdengar suara dering ponselnya. Segera diambilnya ponsel di dalam saku celana pendeknya dan melihat id penelepon. Kenzo segera menggeser ikon berwarna hijau tersebut setelah mengetahui id penelepon.
"Hallo." Sapa Kenzo saat panggilan sudah terhubung.
"Mas, kok lama sekali sih. Buruan gih, nggak nyaman banget ini akunya." Kata Vanya di seberang telepon.
"Iya sebentar lagi. Aku tutup dulu." Kata Kenzo sambil buru-buru menutup ponselnya. Selanjutnya, dia segera menyambar pembalut yang dianggapnya sesuai dengan pesanan Vanya. Kenzo segera berlalu menuju kasir tanpa mempedulikan Reyhan.
Setelah selesai membayar, Kenzo segera pergi menuju gerai pakaian wanita yang berada sekitar lima puluh meter dari minimarket tersebut. Reyhan yang sudah selesai membayar minuman yang dibelinya segera menyusul Kenzo.
"Mau kemana lagi tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reyhan sambil berjalan sedikit di belakang Kenzo.
Kenzo melirik Reyhan sebentar sebelum menyahuti pertanyaannya.
"Tidak usah. Kamu tunggu di luar saja. Aku ingin membeli pesanan Vanya yang lain." Jawab Kenzo.
"Kalau begitu saya bantu mencarinya tuan, siapa tahu saya bisa membantu memilihkannya." Kata Reyhan penuh semangat.
Seketika Kenzo berhenti dan menatap wajah Reyhan dengan tatapan tajamnya.
"Kamu mau membantu memilihkan b"a untuk Vanya?!"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Astaga, bisa-bisa disangka zigzag ndak cuma belok lagi ini mah 🤦🤦
Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote
Thank you 🤗