The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 110



Kinan langsung melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Adrian saat suaminya tersebut tiba-tiba menggendongnya di depan seperti koala.


Tanpa ragu-ragu, Kinan langsung melingkarkan kedua tangannya pada leher Adrian dan menyambar bibir suaminya yang ada di depan wajahnya tersebut.


Eemmppphhh. Eemmmhhhmmmmhh.


Pertemuan dua benda kenyal tersebut tidak berhenti meskipun si pemilik sedang berjalan meninggalkan ruang tengah menuju kamar Kinan. Entah insting dari mana, Adrian merasa jika kamar istrinya adalah tempat yang tepat untuk dituju saat itu.


Ceklek. Dug.


Adrian membuka pintu kamar Kinan dan menendang sedikit pintunya dengan ujung kaki agar memudahkan baginya memasuki kamar tersebut.


Hingga setelah keduanya memasuki kamar, Kinan melepaskan pagutan bibirnya dan sedikit menjauhkan wajah dari sang suami. Kedua pasang mata tersebut saling mengunci. Bisa dilihat jika tatapan keduanya sudah sangat satu.


Tidak ada kata yang terucap dari bibir keduanya. Hingga Kinan merasakan keinginan untuk meelumat kembali bibir sang suami meski posisi keduanya masih berdiri.


Eemmpphhh. Eehhhmmmmhh.


Beberapa saat kemudian Kinan melepaskan pagutannya kembali dan mengusap pipi Adrian.


"Aku sudah kedutan di bawah sana, Mas. Suntik sekarang, ya?" Kinan langsung merengek dengan tatapan menggoda dan juga lidah yang sudah mulai menjamah ujung bibir Adrian.


Meskipun Adrian sudah sama-sama terpengaruh dengan aktivitas yang baru saja mereka lakukan, namun dia harus memastikan kembali apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Adrian tidak ingin membuat Kinan menyesal dikemudian hari.


Adrian menatap wajah Kinan yang tampak sayu. "Apa kamu yakin mau melakukannya sekarang?" 


Tanpa ragu, Kinan langsung menganggukkan kepala dengan penuh semangat.


"Tentu saja. Sudah sejak kemarin-kemarin aku menantikan hal ini, Mas. Jadi, aku mau melakukannya malam ini juga. Aku sudah tidak tahan. Rasanya, benar-benar auughhhh," Kinan sudah langsung menggigit bibir bawahnya dan refleks mendekatkan bagian depan tubuhnya pada wajah Adrian.


"Eh."


Keduanya sama-sama terkejut. Dan, yang lebih mengejutkan lagi, bahu baju tidur Kinan tertarik ke samping kiri karena terdorong oleh tangan kanan Adrian. Hal itu membuat bagian daada sebelah kiri Kinan langsung terekspos dengan sempurna.


Adrian langsung kaget dan membulatkan kedua bola matanya saat melihat benda bulat, padat, dan kenyal tersebut tepat di depan wajahnya. Apalagi, ada sebuah 'kancing' berwarna gelap terlihat tegak dan mengeras di sana.


Kinan bukan tidak menyadari dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, dia masih menunggu reaksi Adrian. 


"Kok cuma diliatin doang sih, Mas? Di apain gitu, kek. Di puter-puter, di meg-meg, di uyel-uyel, dipilin-pilin, atau diemmut juga boleh." 


"Hah?" Adrian masih terlihat cengo.


Memang benar Adrian adalah seorang duda. Namun, dia sama sekali belum pernah bersentuhan sedekat ini dengan perempuan manapun. Bahkan, Adrian juga tidak pernah jajan di luar biarpun ada yang gratisan. Jadi, bisa dikatakan jika Adrian adalah perjaka ting tong ting tong.


Kinan yang sangat gemas dengan reaksi Adrian, langsung mengambil inisiatif. Jika harus menunggu Adrian bertindak, bisa-bisa sampai tahun baru mereka akan tetap berjalan di tempat dan tidak akan memulai apapun.


Belum sempat Adrian menanyakan maksud Kinan, secepat kilat Kinan meraih bagian belakang kepala Adrian dan mengarahkan bibir suaminya itu ke pusat daadanya. 


Hap. Nyem nyem nyem.


•••


🙄


Kasih komen yang banyak ya biar semangat ngetik. Ini othor masih ngetik lanjutannya. 🤗