The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.90



"Bayi siapa? Bayi kamu? Kamu kan baru menikah. Jangan-jangan kamu sudah dp duluan, ya?" Tanya El sambil menatap ke arah Fajar.


"Eh,"


Belum sempat Fajar menjawab pertanyaan El, ponselnya sudah keburu berbunyi. Dia buru-buru meminta izin kepada El untuk berlalu dan mengangkat panggilan telepon tersebut. El hanya mengangguk mengiyakan sambil mengerutkan keningnya. 


Fara yang memang sudah selesai belanja langsung menghampiri sang suami yang masih berdiri di tempat dimana Fajar meninggalkannya tadi.


"Mas, kenapa disini?" Tanya Fara.


"Eh, itu tadi ada Fajar."


"Fajar? Mana?" Tanya Fara sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Fajar.


"Sudah keburu pergi tadi. Kamu sudah selesai?" Tanya El sambil menatap belanjaan sang istri.


"Iya, sudah. Ke kasir yuk. Setelah itu pulang. Badanku rasanya pegal semua." Jawab Fara.


El segera mengangguk dan mengikuti langkah kaki Fara menuju kasir. Setelah selesai dengan pembayarannya, El dan Fara segera pulang. 


Tak berapa lama kemudian, El dan Fara sudah sampai di rumah. El segera memasukkan kendaraannya ke garasi mobil. Terlihat mobil sang daddy juga sudah berada di sana. Mereka segera beranjak masuk.


Ketika El dan Fara sampai di ruang tengah, terdengar suara mommy Vanya memanggil nama Fara dari arah dapur. Seketika El dan Fara menghentikan langkah kakinya dan berjalan kembali menuju dapur.


"Ada apa, Mom? Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Fara.


"Ini kok ada dua bungkus rujak buah. Punya kamu?" Tanya mommy Vanya sambil menunjukkan dua bungkus rujak buah yang baru diambilnya dari lemari pendingin tersebut.


"Eh, iya Mom. Tadi siang baru beli dari depan SMA ku dulu. Baru aku makan satu bungkus tadi. Mommy silahkan ambil jika mau." 


"Nggak mau. Lihat irisan mangga muda saja membuat gigi Mommy langsung terasa ngilu." Kata mommy Vanya.


"Tapi tidak terlalu masam kok, Mom. Bisa dicoba sedikit saja." Pinta Fara.


"Nggak mau, Ra. Mungkin itu hanya berlaku untuk lidah kamu saja. Atau jangan-jangan, kamu sudah isi Ra?" Tanya mommy Vanya dengan mata berbinar penuh harap.


"Eh, isi? Maksudnya?" Fara yang masih tidak mengerti pertanyaan mommy Vanya hanya bisa mengerutkan keningnya. 


Hal yang sama juga dilakukan oleh El yang saat itu tengah berdiri di samping sang mommy setelah mengambil air minum.


"Tadi sudah makan malam kok, Mom." Kata El tiba-tiba setelah menenggak air minum yang diambilnya.


"Ada apa sih, Mom? Maksud Mommy apa?" El benar-benar belum mengerti.


"Apa kamu hamil, Ra? Sudah ngecheck?" Tanya mommy Vanya sambil menatap ke arah Fara.


Deg.


Jantung El dan Fara langsung berdetak dengan cepat setelah mendengar pertanyaan mommy Vanya.


"Ha-hamil?!" Tanya El dan Fara bersamaan.


"Iya. Apa kamu sudah memeriksanya? Apa kamu terlambat datang bulan?" Cecar mommy Vanya.


"A-aku belum tahu, Mom. Aku juga belum memeriksanya. Tapi, sepertinya aku sudah telat datang bulan, Mom. Sebelumnya aku tidak menyadari hal itu." Jawab Fara sambil mengingat-ingat. Ya, memang terlambat datang bulan lima hari. Biasanya, dia bahkan maju beberapa hari dari bulan sebelumnya.


Wajah mommy Vanya yang mendengar hal itu langsung berbinar bahagia. Mommy langsung berbalik menatap El yang masih diam mematung karena terkejut.


"El, kamu dengar apa kata istrimu kan? Ada kemungkinan dia sudah hamil. Sekarang, kamu segera pergi ke apotek gih." Perintah mommy Vanya.


El yang masih belum bisa mencerna perkataan mommy Vanya dengan baik pun langsung menoleh.


"Eh, ke apotek? Untuk apa?"


"Ccckkk. Untuk beli sarung emprit kamu itu!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan vote ya. Terima kasih.