
Fida hanya mendelik menatap wajah sang sahabat.
"Biarin. Besok aku juga sudah selesai. Setelah itu, aku pastikan akan langsung lembur." Jawab Fida sambil tersenyum smirk.
"Eh, ka-kapan selesainya?" Entah keberanian dari mana Reyhan bertanya seperti itu. Mulutnya tiba-tiba langsung mengucapkan pertanyaan tersebut.
Vanya dan Fida langsung tersenyum saat mendengar pertanyaan Reyhan.
"Sabar sebentar lagi, Mas. Memangnya sudah tidak sabar banget, ya?" Goda Fida.
Reyhan hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Wajahnya sudah sangat merah seperti tomat yang terlalu matang. Reyhan merasakan tepukan ringan pada bahunya.
"Sabar, Rey. Dinikmati saja alurnya. Ngikut saja maunya othor. Disini dia yang berkuasa." Kata Kenzo yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
Reyhan menoleh menatap Kenzo yang berada di sampingnya. Dia merasa tidak enak saat semua orang yang berada di sana menatapnya.
"Eh, Tuan. Ma-maksud saya…." Belum sempat Reyhan menyelesaikan perkataannya, Kenzo sudah memotongnya.
"Iya, iya Rey. Aku mengerti maksud kamu. Aku juga pernah berada di posisimu seperti saat ini. Namun, percayalah. Setelah waktunya benar-benar tiba, rasanya akan sangat sulit diungkapkan." Kata Kenzo sambil memberikan tepukan-tepukan ringan pada bahu Reyhan.
Reyhan hanya bisa tersenyum sambil mengangguk mengiyakan perkataan Kenzo. Setelahnya, dia melihat bagaimana Kenzo berinteraksi dengan sang putra.
Kenzo mengambil alih baby El yang semula berada di atas pangkuan Fida. Dia membawa baby El berdiri sambil menimangnya. Sesekali Kenzo mencium pipi sang putra sambil menimangnya. Sementara Vanya dan Fida segera beranjak ke dapur untuk membuat minuman untuk para suami mereka.
Reyhan merasa sangat iri saat melihat apa yang dilakukan oleh Kenzo. Dia masih berdiri tak jauh dari pintu sambil masih mengamati apa yang Kenzo lakukan. Kenzo yang menyadari jika dirinya tengah diperhatikan langsung menoleh menatap Reyhan. Keningnya berkerut saat menatap Reyhan.
"Ada apa Rey?" Tanya Kenzo.
"Eh, ti-tidak ada apa-apa, Tuan." Elak Reyhan. "Saya hanya merasa kagum dengan apa yang anda lakukan dengan baby El." Lanjut Reyhan sambil tersenyum.
"Oh, itu naluri saja, Rey. Jika nanti kamu sudah memiliki anak, kamu akan merasakannya sendiri. Dulu, aku sama sekali tidak memikirkan bagaimana rasanya jika menikah dan punya anak. Aku sama sekali tidak mempunyai bayangan tentang hal itu. Namun, setelah aku mengalaminya sendiri, semua rasa itu hadir dengan sendirinya. Bahkan, setelah menikah dan punya anak, bawaannya selalu ingin cepat pulang kerumah dan berkumpul dengan mereka." Kata Kenzo.
Reyhan mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Mungkin, saat ini dia belum merasakan apa yang dirasakan oleh Kenzo. Namun, dia yakin suatu saat dia pasti akan merasakannya.
"Mau coba gendong El?" Tawar Kenzo kepada Reyhan.
"Eh, ma-mana saya bisa, Tuan?" Jawab Reyhan.
Dengan kikuk Reyhan berusaha mengambil alih baby El ke dalam gendongannya. Dengan bantuan Kenzo, Reyhan berhasil menggendong baby El meskipun masih kaku. Reyhan menatap wajah baby El yang tengah bergerak-gerak tersebut dengan tatapan bahagia. Dia berharap secepatnya akan segera menggendong anaknya sendiri.
Saat Reyhan tengah fokus pada baby El, tiba-tiba terdengar suara dari sampingnya.
"Waahh waahh, ada yang sudah belajar menggendong bayi nih." Kata Fida sambil berjalan mendekati Reyhan san langsung memeluk sang suami dari belakang.
"Ehm, bu-bukan begitu."
"Iya juga nggak apa-apa kok, Mas." Kata Fida.
"Tenang saja Rey, besok aku akan membantu Fida bersiap-siap." Kali ini Vanya membuka suara.
"Bersiap-siap untuk apa?" Tanya Reyhan sambil menoleh menatap wajah Vanya.
"Prepare for …."
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Untuk apa ya?
Mohon dukungan buat othor dengan klik like dan komen di setiap part. Kasih vote dan hadiah juga boleh banget 🤭
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir ig othor @keenandra_winda
Thank you