
Malam itu, Cello dan Shanum tertidur dengan lelapnya. Mereka bahkan tidak menyadari saat posisi tidurnya sudah saling menempel. Bahkan, Shanum sudah menggeser tubuhnya hingga kini menempel pada tubuh Cello. Dia menyurukkan wajahnya pada ceruk leher Cello. Jangan lupakan tangannya yang juga sudah melingkar pada perut sang suami.
Hingga menjelang pagi, Shanum baru tersadar dengan posisinya. Dia buru-buru memindahkan tangan dan tubuhnya menjauh dari Cello. Setelah berhasil, Shanum segera berlari menuju kamar mandi. Cello yang masih belum bangun pun tidak menyadari hal itu.
Pagi pertama di rumah Cello dilewati Shanum dengan bahagia. Pasalnya, mommy Fara benar-benar memperlakukannya dengan sangat baik. Bahkan, mommy Fara memperlakukan Shanum seperti putri kandungnya sendiri.
"Sayang, kapan kamu akan mengumpulkan persyaratan ke kampus?" Tanya mommy Fara sambil membereskan meja makan setelah mereka melakukan sarapan bersama.
"Minggu depan, Mom." Kata Shanum yang juga sedang membantu sang mertua.
"Nanti minta Cello untuk menemani ke kampus, ya. Dia pasti tahu lebih banyak seluk beluk kampus."
"Eh, iya, Mom. Dilihat nanti saja. Soalnya aku juga sudah janjian dengan teman-teman SMA ku dulu."
"Oh, begitu. Baguslah jika ada temannya. Oh iya, nanti siang ikut Mommy belanja, ya. Dari kemarin Mommy sudah membayangkan untuk mengajak kamu belanja bersama. Hihihi."
"Hehehehe, iya, Mom."
Tak berapa lama kemudian, terdengar ponsel Shanum yang berdering dari atas meja makan. Rupanya mama Revina yang tengah menelepon pagi itu. Shanum meminta izin untuk mengangkatnya.
Cello yang baru saja masuk kembali ke dalam rumah setelah berolahraga, langsung menghampiri sang mommy yang tengah berada di dapur.
"Daddy kamu sudah berangkat, Cell?" Tanya mommy sambil menuangkan minuman untuk sang putra.
"Sudah dari tadi, Mom. Sudah di jemput om Fajar."
"Kok tumben Fajar nggak mampir. Biasanya ikut sarapan."
"Katanya buru-buru tadi, habis ngantar tante Vina ke bandara."
"Eh, memangnya tante Vina mau kemana?"
"Nggak tahu, Mom."
"Cari apa?" Goda mommy Fara. Pasalnya, dia sudah tahu jika sang putra tengah mencari Shanum.
"Eh, nggak ada."
"Cckkk, bilang cari istrinya giti saja susah banget sih, Cell. Shanum ada di kamarnya. Barusan menerima telepon dari mamanya. Mungkin, dia sedang mandi." Kata mommy Fara yang segera diangguki oleh Cello. "Oh iya, nanti kamu antar mommy dan Shanum belanja, ya. Sekalian ada yang mau mommy belikan untuk kalian."
"Eh, belanja apa, Mom? Biasanya juga sama mang Ali."
"Kali ini beda, mommy ingin belanja untuk kalian. Masa iya mang Ali yang nemenin."
Mau tidak mau, Cello hanya bisa mengangguk mengiyakan. Berhubung kuliahnya juga masih libur, dia jadi lebih sering menjadi supir dadakan sang mommy. Setelahnya, Cello segera beranjak menuju kamarnya. Dia ingin membersihkan diri, karena baju olahraganya sudah sangat lengket.
Begitu membuka pintu kamarnya, Cello tidak melihat keberadaan Shanum. Namun, dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Cello menunggu hingga Shanum selesai. Dia beranjak menuju balkon kamarnya dan melepas kaosnya.
Tak berapa lama kemudian, Shanum terlihat keluar dari kamar mandi dengan baju santainya. Jangan lupakan handuk yang melilit kepalanya untuk membungkus rambutnya yang masih basah. Shanum terkejut saat melihat Cello berada di dalam kamar.
Menyadari jika Shanum sudah selesai mandi, Cello berjalan ke dalam kamar dan menghampiri Shanum yang berada di depan meja riasnya. Dia menundukkan kepalanya hingga berada di dekat wajah Shanum.
"Nanti, setelah mandi aku ingin bicara sebentar. Jangan turun dulu dan jangan kemana-mana." Kata Cello.
Shanum yang menyadari jika wajah Cello sangat dekat pun hanya bisa menahan napas dan debaran di jantungnya. Namun, dia segera menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Shanum, Cello segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
\=\=\=\=
Hayo lho, apa yang mau dibicarakan oleh Cello?
Selamat datang Agustus, semoga di awal bulan ini menjadi awal yang baru untuk kita semua. Tetap jaga kesehatan dan jaga mood harian kalian. 🤗