The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 37



Kinan masih menunggu Adrian membuka suara. Dia membenahi posisinya karena tahu akan ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan oleh Adrian.


"Seperti yang kamu ketahui, peristiwa kemarin sore dan tadi malam, benar-benar di luar perkiraan kita. Dan, begitu juga dengan kedatangan Mama. Aku juga terpaksa mengatakan jika kamu adalah kekasihku, dengan alasan yang kamu sudah tahu."


"Setelah semalam aku tahu jika kamu adalah salah satu dosen di kampus itu, aku baru ingat jika aku mengenal seorang dosen juga di sana. Aku menghubunginya dan mengajak bertemu setelah mengantar kamu pulang semalam."


"Dari temanku itu, aku tahu jika sebentar lagi akan ada seminar yang diadakan di Bandung selama tiga hari oleh kampusmu. Dan, setelah hari terakhir acara seminar tersebut, salah satu dosen di fakultas kamu akan menyelenggarakan acara resepsi pernikahannya."


"Untuk itu, aku menawarkan diri untuk menjadi pasanganmu saat menghadiri acara itu." Adrian menghentikan ucapannya sambil menatap wajah Kinan.


Rupanya, apa yang disampaikan Adrian tersebut, cukup membuat Kinan terkejut. Kinan masih tidak menyangka jika Adrian bisa mengetahui jadwal kegiatan di kampusnya. Di kepala Kinan mulai muncul pertanyaan siapa orang yang telah memberitahu Adrian tentang semua jadwal kegiatan tersebut.


Apakah orang itu juga mengetahui tentang rumor yang sempat beredar tentangnya beberapa waktu yang lalu? Kinan benar-benar bingung saat itu. Dia tidak memiliki petunjuk sama sekali tentang kenalan Adrian di kampusnya.


Adrian yang melihat reaksi Kinan hendak bertanya, langsung buru-buru kembali bersuara.


"Jangan potong penjelasanku dulu," ucap Adrian sambil mengangkat tangan. "Seperti yang kubilang tadi, aku ingin menawarkan diri untuk menjadi pasanganmu saat menghadiri acara resepsi tersebut. Aku ingin membantumu terlepas dari rumor yang sempat beredar beberapa waktu yang lalu," lanjut Adrian.


Seketika kedua bola mata dan mulut Kinan terbuka lebar. Dia benar-benar tidak menyangka jika Adrian mengetahui rumor tersebut.


"Mungkin kamu bertanya-tanya dari siapa aku bisa mengetahui itu semua? Dan, jawabannya adalah dari salah satu dosen disana juga, Pak Irwan. Beliau adalah dosen senior disana. Aku cukup beruntung saat semalam menghubungi beliau dan kebetulan beliau ada di luar rumah."


"Dari Pak Irwan juga aku mengetahui rumor tentang kamu yang pernah terseret berita tidak mengenakkan dengan salah satu dosen di kampus. Aku yakin, rumor yang beredar itu tidak benar. Bahkan, beliau juga menceritakan jika kamu sering mendapat sindiran-sindiran dari dosen tersebut."


"Jadi, setelah dipikir-pikir, ini saatnya kamu bisa menunjukkan kepada dosen perempuan tersebut jika kamu tidak menyukai suaminya. Kamu bisa memperkenalkanku sebagai kekasih kamu. Atau jika mau, kamu juga bisa mengatakan jika aku calon suami kamu. Aku tidak keberatan dengan hal itu," ucap Adrian dengan pedenya.


Kinan yang masih cukup terkejut tersebut, benar-benar bingung harus melakukan apa. Dia sama sekali tidak menyangka jika Adrian mengetahui rumor yang beredar di kampusnya tersebut.


Ya, sekitar satu tahun yang lalu, Kinan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang laki-laki seusianya di perpustakaan kampus. Saat itu, dia hendak mengembalikan buku titipan Dena yang kebetulan hari itu Dena harus segera pulang karena tidak enak badan.


Kinan tidak tahu jika laki-laki yang baru saja berkenalan dengannya tersebut adalah suami dari salah satu rekan dosennya yang menikah sekitar dua bulan yang lalu.


Mereka belum mengadakan resepsi pernikahan karena salah satu keluarga mereka ada yang baru meninggal dunia. Jadi, Kinan benar-benar tidak mengetahui jika salah satu rekan dosennya tersebut sudah menikah.


Tinggalkan jejak yang banyak buat othor ya. Biar semangat up banyak-banyak.