The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Masa Lalu



Di sepanjang perjalanan Reyhan dan Vanya hanya diam saja. Reyhan fokus dengan kemudinya, sementara Vanya tengah memandang keluar jendela mobil. Karena sudah terlalu lama hening, Vanya merasa risih sendiri. Dia menoleh menatap Reyhan yang sedang fokus menyetir.


"Eehhhmm boleh tanya?" tanya Vanya ragu-ragu.


Reyhan menoleh menatap Vanya sebentar sebelum menjawab. "Boleh nona, silahkan," jawab Reyhan.


"Sudah berapa lama kamu mengenal keluarga Abram?" Tanya Vanya. Reyhan terdiam sebentar sebelum menjawab.


"Saya sudah bekerja di keluarga ini semenjak masih kuliah, Nona. Jadi sudah sekitar dua belas tahun," jawab Reyhan.


"Selama itu kamu selalu bekerja dengan mas Ken?" Tanya Vanya lagi.


"Tidak Nona. Awal saya bekerja di perusahaan Abram saya bekerja dengan tuan Mike selama hampir lima tahun. Baru setelah itu saya bekerja dengan tuan Kenzo," 


"Eeeehhmm. Berarti sudah cukup lama ya," gumam Vanya yang masih dapat di dengar oleh Reyhan.


"Lalu, apa aku boleh tahu alasan mas Ken kenapa menyewa perempuan untuk menjadi pasangannya waktu itu. Apa dia tidak punya pacar?" Tanya Vanya.


Reyhan menoleh sekilas menatap Vanya sebelum menjawab. "Menurut nona?" Tanya Reyhan balik.


Vanya mendengus kesal. Bukannya menjawab pertanyaannya, Reyhan malah balik bertanya.


Reyhan menyadari calon istri majikannya ini tengah kesal. Buru-buru dia menjawab pertanyaan Vanya. "Tuan Ken selama ini tidak pernah punya kekasih, Nona. Jangankan kekasih atau pacar, dekat dengan perempuan pun tidak pernah sama sekali," jawab Reyhan.


Vanya langsung menoleh menatap Reyhan. "Benarkah?" Tanya Vanya. Sedangkan Reyhan pun mengangguk mengiyakan.


"Bagaimana mungkin tidak punya pacar. Wajahnya kan lumayan tampan, posturnya juga bagus, tajir pula," kata Vanya. "Atau jangan-jangan dia itu…" Vanya sengaja menggantung perkataannya.


Reyhan yang paham maksud Vanya segera menjawab. "Tidak Nona, tuan Ken bukan orang seperti itu. Tuan Ken normal kok. Hanya saja, ada hal yang menyebabkan dia menjaga jarak dengan para wanita," kata Reyhan.


"Apa maksudnya itu?" Vanya bertanya bingung. Jika Kenzo menjaga jarak dengan para wanita, mengapa dia nekat akan melangsungkan pernikahan dengannya, batin Vanya.


Reyhan terlihat bingung. Dia tidak ingin salah ngomong yang akan berakibat pada pekerjaannya nanti, mengingat sifat Kenzo yang sangat keras. Vanya yang menyadari gelagatnya Reyhan langsung paham. Dia berusaha untuk membujuk Reyhan.


"Tenang saja Rey, aku akan tutup mulut. Aku juga berhak tahu kan, sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Ken," kata Vanya berusaha menenangkannya. 


Reyhan terlihat menimbang sesuatu sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah, akan aku ceritakan sedikit masa lalu tuan Kenzo," jawab Reyhan


Vanya pun mengangguk mengiyakan. Dia bersiap mendengarkan penjelasan Reyhan.


"Aku bekerja di perusahaan Abram sejak berusia sembilan belas tahun. Saat itu, tuan Kenzo masih duduk di bangku SMA. Tuan Mike sering memintaku untuk menjemput tuan Ken. Dari sana, kami sering banyak bercerita. Dulu, tuan Ken tidak sekaku dan sedingin sekarang. Tuan Ken muda sangat hangat dan humoris. Namun, hal itu berubah ketika tuan Ken menyukai seorang perempuan. Celina, nama gadis itu. Dia sangat cantik tentu saja. Dia banyak disukai oleh anak laki-laki di sekolah itu. Bahkan, dari sekolah lain juga. Tuan Ken sangat tergila-gila padanya,"


"Saat itu, empat hari setelah kelulusan sekolah, kebetulan tuan Ken sedang mengambil foto keluarga pesanan nyonya Tari. Tuan Ken bertemu dengan Celina ketika tengah berhenti di minimarket. Tuan Ken berniat mengutarakan perasaannya pada gadis itu,"


"Di depan minimarket itu, Celina menolak mentah-mentah perasaan tuan Ken. Dia bahkan bilang jika tuan Ken tidak pantas untuknya. Celina juga mengatakan dia tidak akan mau berpacaran dengan orang biasa seperti tuan Ken. Celina juga berkata dirinya mau berteman dengan tuan Ken karena terpaksa. Celina mengincar Leon Adinata sahabat tuan Ken yang memang berasal dari keluarga cukup terpandang. Sejak saat itu, hati tuan ken seolah tertutup untuk perempuan. Tuan Ken membatasi interaksi dengan perempuan," jelas Reyhan panjang lebar.


Vanya hanya melongo mendengar penjelasan Reyhan. Dia tidak menyangka jika Kenzo pernah sakit hati di tolak oleh perempuan hanya karena perempuan itu mengira dia orang biasa.


"Jadi, si Celina ini tidak tahu siapa mas Ken sebenarnya?" Tanya Vanya memastikan.


"Benar, Nona. Sejak saat itu, tuan Kenzo benar-benar bekerja keras. Penolakan Celina saat itu, seolah menjadi cambuk bagi tuan Ken untuk bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Tuan Ken bahkan menolak untuk meneruskan perusahaan tuan Mike. Tuan Ken membangun perusahaannya sendiri, benar-benar dari nol, lepas dari nama besar Abram Corp," jawab Reyhan.


Vanya mengangguk mengerti. Itu mungkin yang menjadi alasan bagi Kenzo untuk mempertahankan perusahaan yang telah dibangunnya dengan susah payah.


"Lalu, apa Celina tahu tentang keberhasilan mas Ken sekarang?" Tanya Vanya.


"Dia…"


.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masih mau lanjut lagi kah?


Mohon dukungannya ya, biar author ndak merasa sendirian 😬🤗


Jangan lupa like, comment dan vote


thank you 🤗