The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 79



Kinan dan Adrian mengambil minum yang sudah disediakan di bagian timur. Sesekali, Kinan sempat menyapa beberapa rekan dosen yang dikenalnya dengan cukup baik.


Seperti biasa, Adrian melakukan tugasnya dengan sangat baik. Bahkan, tak segan-segan Adrian memeluk, mengecup, bahkan menatap Kinan dengan tatapan memuja. Ehm, itu akting apa beneran sih kira-kira, Om?


Segala tingkah laku Kinan dan Adrian berhasil menarik perhatian beberapa rekan dosen di acara tersebut. Bahkan, mereka jauh lebih penasaran dengan Kinan dan Adrian dari pada kedua mempelai.


Hingga puncaknya, ada sebuah reporter yang kebetulan hadir pada saat itu untuk memberitakan pernikahan putri orang yang cukup berpengaruh, mendadak berpaling saat melihat kehadiran Adrian.


Sontak saja reporter tersebut langsung mengejar berita. Adrian sempat memberikan beberapa keterangan dan bersedia di foto. Akan tetapi, Adrian menolak saat si reporter meminta gambar Kinan.


Karena saat itu si reporter hanya sendiri, dia hanya bisa mengiyakan permintaan Adrian. Setelah menanggapi beberapa pertanyaan, Adrian langsung mengajak Kinan pergi dari acara tersebut. Menurutnya, sudah cukup acara show up mereka.


Kinan baru bisa bernafas dengan lega setelah keduanya berada di dalam mobil. Adrian langsung melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang sudah menjadi langganannya jika sedang berada di Bandung.


"Hhhh, akhirnya lega. Rasanya sudah plong sekali. Terima kasih, Om." Kinan menoleh ke arah Adrian sambil menyunggingkan senyumannya.


"Sama-sama. Sepertinya, sebentar lagi berita tentangku akan muncul di beberapa portal gosip." Adrian langsung terkekeh.


"Lalu, selanjutnya bagaimana?" Kinan tampak mulai memikirkan kelanjutan hubungan pura-pura mereka.


"Selanjutnya bagaimana maksud kamu?" Adrian menoleh sekilas kenarah Kinan.


"Ya, maksudku kan kita hanya pura-pura, Om."


"Seperti yang kita sepakati, kita akan menjalani hubungan pura-pura ini selama beberapa waktu. Jika kita mengakhiri sekarang, orang tuaku pasti tidak akan tinggal diam."


Kinan mengangguk mengerti. "Ah, iya benar."


Menjelang malam, Kinan dan Adrian sudah sampai di Jakarta setelah sempat mampir di beberapa toko untuk membelikan oleh-oleh.


Adrian mengantarkan Kinan sampai rumah. Setelah menurunkan barang-barang Kinan, Adrian segera berpamitan. Dia juga ingin segera beristirahat karena tubuhnya sudah merasa sangat lelah.


Begitu memasuki rumah, Kinan langsung menyalakan lampu. Dia mendudukkan diri di atas sofa di ruang tamu dan langsung meregangkan tubuhnya. Ketika rasa lelahnya sudah cukup berkurang, Kinan segera berjalan menuju kamar dan langsung mengganti semua sprei tempat tidurnya. Dia merasa risih menempati sprei yang sudah lama tidak digunakan.


Malam itu, Kinan benar-benar bisa beristirahat dengan tenang. Esok hari, dia harus mulai menyiapkan semua laporan kinerja mahasiswanya. Minggu ini, sebenarnya sudah dimulai ujian akhir semester yang akan berlangsung hingga minggu depan.


Keesokan hari, Kinan ke kampus seperti biasa. Dia sudah harus masuk kelas untuk menjaga para mahasiswa yang sedang menjalani ujian akhir semester. Hingga menjelang sore, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.


Kinan segera membuka pesan yang ternyata dikirimkan oleh Adrian tersebut. Kedua bola mata Kinan langsung membulat saat membaca pesan yang ternyata adalah sebuah link dari berita online.


Sebuah headline berita tertulis dengan jelas pada bagian atas artikel tersebut.


Adrian Hanggara akan segera melepas masa dudanya dengan seorang dosen cantik dari sebuah universitas X. Pernikahan mereka akan digelar pada libur semester ini, tulis judul artikel tersebut.


Kinan langsung memekik tertahan setelah membaca berita tersebut.


"Astaga! Siapa yang membuat berita seperti itu? Kenapa aku bahkan tidak tahu jika akan melepas masa lajang liburan ini?"


\=\=\=


Ehm, jadi nikahnya kapan nih?