
"Eerrgghhhh, jangan main-main, Mas. Ini sudah kedinginan dari tadi dianggurin mulu. Ce…, aarrgghhhhhh." Belum sempat Shanum menyelesaikan perkataannya, Cello sudah langsung menyambar ujung 'bola usus' yang memang berada tepat di depan bibirnya.
Shanum langsung kelojotan saat Cello memanjakan 'bola usus' tersebut dengan mulut, lidah dan juga giginya. Tak sampai situ, Cello langsung menggeser wajahnya turun hingga kini sudah mencapai perut Shanum. Jangan tanyakan apa yang dilakukannya. Lagi-lagi Shanum dibuat kelojotan dengan tangan sudah mencengkram sprei dengan kuat dan kepala menggeleng ke kanan dan ke kiri. Cello benar-benar membuat Shanum menggila.
Masih tak ingin menyerah, Cello menelusup di balik selimut dan mulai bekerja dibawah sana. Kedua tangannya memegangi kaki Shanum agar tidak menjepit kepalanya. Apa yang dirasakan Shanum? Reader yang tahu, othor mah ndak mudeng untuk hal begitu. 🙄
Shanum hanya bisa berteriak tertahan dengan tubuh yang bergetar hebat setelah lahar panas meledak. Tubuhnya langsung lemas tak bertenaga. Setelah melihat tubuh sang istri sudah tenang, Cello langsung menegakkan tubuhnya dan menatap wajah Shanum yang sudah sangat merah. Dia merangkak ke atas dan mengusap wajah Shanum yang sudah dipenuhi oleh peluh tersebut.
"Bagaimana? Capek?" Tanya Cello sambil memberikan beberapa kecupan pada wajah sang istri.
Shanum masih terlihat mengatur napasnya yang memburu. Namun, kepalanya langsung menggeleng. Ditatapnya wajah Cello sambil berusaha mengulas sedikit senyumannya.
"Mana ada capek. Aku bahkan nggak ngapa-ngapain, hanya rebahan sambil ah uh ah uh. Sekarang, gantian aku yang bekerja." Jawab Shanum sambil mencium pipi Cello.
Belum sempat Cello menyahuti perkataan Shanum, tubuhnya sudah didorong oleh sang istri hingga terlentang. Dengan gerakan cepat, Shanum langsung menjalankan aksinya. Cello yang benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Shanum hanya bisa membulatkan kedua matanya dengan mulut terbuka lebar.
"Apa yang kamu aaargghhhh," Cello benar-benar merasakan sensasi baru saat itu. Sensasi yang baru pertama kali dirasakannya hingga membuatnya seolah-olah akan meledak.
Cukup lama Shanum melakukan aktivitas di bawah sana, sementara Cello hanya bisa menggeram dan mendesis berat. Setelah dirasa dirinya sudah tidak sanggup lagi, Cello langsung menarik tubuh Shanum dan menindihnya.
"Aku sudah nggak sanggup menahannya lebih lama lagi. Maaf aku tidak akan berhenti kali ini." Kata Cello sambil menatap kedua bola mata Shanum dengan tatapan sayunya.
Shanum langsung tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
"Lakukan sekarang, Mas. Jangan ragu-ragu lagi."
"Kamu bisa gigit dan cakar tubuhku jika sakit."
"Aaarrgghhhh, aduuhh, Mas. Kok sakit ini. Hiks hiks hiks, sakit, Mas." Rengek Shanum sambil mencengkeram punggung Cello dengan kuat dan menggigit bahunya tak kalah keras.
"Mau berhenti?" Tawar Cello sambil menghentikan aksinya.
"Jangan, teruskan." Jawab Shanum sambil menggelengkan kepalanya.
Kembali Cello bergerak di bawah sana dengan pelan. Dia ingin membuat Shanum sedikit lebih rileks. Namun, yang didapat adalah cengkraman Shanum dan gigitannya semakin kencang.
"Aduuuhhh, besok bisa request ukurannya nggak sih. Sakit banget ini, hiks hiks hiks." Kata Shanum sambil kembali menggigit bahu Cello.
"Eh, mau ukuran seberapa?" Tanya Cello bingung. Dia menghentikan gerakannya di bawah sana untuk memberikan kesempatan kepada Shanum agar lebih tenang dan tidak merasa terlalu sakit.
"Sejari deh," bisik Shanum sambil mencengkram erat leher Cello.
"Eh, lepas dong jika dipakai bersin."
"Huuaaaa, sakiittt, hiks hiks."
Setelahnya, cukup lama Cello dan Shanum menyelesaikan aktivitasnya malam itu. Hingga beberapa saat kemudian, Cello bisa meledakkan lahar panasnya setelah perjuangannya yang cukup melelahkan.
Cello langsung membawa Shanum ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya, mereka langsung beristirahat. Tidak ada ronde kedua dan ketiga malam itu. Cello benar-benar tidak tega melihat Shanum. Dia juga tidak ingin membuat Shanum kembali trauma jika dia memaksanya lagi.
•••
Dah ya, othor caveks mau istirahat dulu. Besok giliran Fajar yang kejar tayang. Sambil nunggu up, bisa mampir di utup othor. Sudah ada cerita baru yang up disana. Terima kasih.